Spanyol menatap Piala Dunia FIFA ke-17 mereka dengan status sebagai salah satu favorit juara tidak hanya karena bekal memenangi UEFA EURO 2024 dan mencapai final UEFA Nations League 2024-2025, namun juga performa impresif di kualifikasi.

La Roja menjalani babak kualifikasi yang hampir sempurna, dengan merebut 16 poin hasil 5 kemenangan dan sekali imbang tanpa terkalahkan. 

Tantangan selanjutnya adalah mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya (setelah 2010), mengikuti jejak generasi emas Spanyol yang telah merintis prestasi. Di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) pada 2026 ini juga menjadi upaya mereka memperbaiki kesalahan setelah tersingkir di babak 16 besar pada edisi sebelumnya di Qatar. 

Di bawah pelatih Luis de la Fuente, Spanyol beroperasi dengan formasi 4-3-3 dengan menekankan penguasaan bola, tekanan tinggi, dan pemain sayap untuk mengontrol permainan. 

Taktik ini mengandalkan gelandang teknis yang menciptakan segitiga dan permainan menyerang langsung yang cepat melalui pemain sayap seperti Nico Williams dan Lamine Yamal, memadukan tiki-taka tradisional dengan permainan vertikal.

Di atas kertas, dengan lawan-lawan Tanjung Hijau (Cabo Verde), Arab Saudi, dan Uruguai di Grup H, Spanyol diyakini takkan kesulitan lolos dari fase pertama (Grup H). Jika dilihat lagi dari materi pemain, kedalaman skuad, dan reputasi, Spanyol seharusnya minimal bisa menembus semifinal.