Erling Haaland dan pemain Norwegia saat merayakan kemenangan. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Miami, Amerika Serikat
Stale Solbakken menyampaikan alasannya mengapa dia menggantikan Erling Haaland saat timnya justru membutuhkan gol.
Stale Solbakken memang gagal membawa Norwegia melangkah ke semifinal. Erling Haaland dan kawan-kawan kalah 1-2 dari Inggris dalam perempat final yang bergulir pada Sabtu (11/7/2026) atau Minggu dini hari WIB. Gol Andreas Schjelderup di awal pertandingan tidak cukup membawa timnya melangkah lebih jauh.
Meski gagal, pelatih 58 tahun ini telah mencatatkan sejarah dengan membawa Norwegia untuk pertama kalinya mencapai perempat final di Piala Dunia. Kehadiran Norwegia di turnamen tahun ini juga telah mengakhiri penantian tampil lagi di Piala Dunia sejak terakhir kali pada 1998 silam.
Ketika pertandingan lawan Inggris berakhir, Stale Solbakken menghampiri fans Norwegia dan mengucapkan salam perpisahan serta mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka selama ini. Saat melakukannya, Stale Solbakken terlihat hamper menangis.
“Saya merasakan sakit yang mendalam untuk para pemain; ini adalah sepak bola di level tertinggi, memberikan Anda momen terindah dan tersulit, tergantung di pihak mana Anda berada. Sejujurnya, kami berada di pihak yang beruntung dan sukses melawan Brasil, tetapi melawan Inggris tidak sama. Kami memberikan penampilan heroik dalam segala hal, dan saya tidak bisa menyalahkan para pemain atau meminta lebih dari yang telah mereka berikan," kata Stale Solbakken.
Pelatih Norwegia itu mengakui bahwa awal pertandingan timnya sangat buruk, tetapi semuanya berubah setelah jeda minum wajib. “Menerima dukungan dan apresiasi yang luar biasa dari para penggemar Norwegia ini sangat menggembirakan, dan kami harus kuat dalam kekalahan, tanpa mencari alasan tentang keputusan wasit di sana-sini; ini adalah level tertinggi yang kami ikuti.”
Terkait pencapaian timnya hingga perempat final, pria berkepala plontos ini menyatakan bahwa sepak bola Norwegia telah berkembang dan akan terkembang setelah Piala Dunia ini. "Kami sedikit kurang beruntung, tetapi itulah hidup. Yang terpenting sekarang adalah beristirahat. Kami telah menghabiskan enam setengah minggu bersama sebagai satu keluarga, dan saya bangga bahwa kami telah memenuhi harapan dan mampu melangkah maju di Piala Dunia ini," kata Stale Solbakken lagi.
Tentang Menggantikan Erling Haaland
Pria yang pernah bermain untuk Timnas Norwegia dalam 58 laga dan mencetak 9 gol (1994-2000) ini juga mengungkapkan alasannya mengapa dia menggantikan Erling Haaland. Pergantian tersebut memang menarik perhatian karena secara Norwegia membutuhkan gol.
Erling Haaland ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu, membuat para penggemar dan pengamat bingung saat tim asuhan Stale Solbakken dalam situasi mengejar gol di menit-menit akhir. Dia mengakui bahwa pemain andalannya secara fisik tidak mampu melanjutkan pertandingan.
"Bukan keputusan sulit untuk menariknya keluar, karena dia sudah kelelahan," kata Stale Solbakken. "Mungkin seharusnya saya menariknya keluar sepuluh menit sebelumnya. Jelas, dia telah menjalani Piala Dunia yang luar biasa, dia menggunakan seluruh energi dan kekuatannya dari pertandingan ke pertandingan. Saya pikir dia juga mengalami cedera kaki di babak kedua, jadi itu ditambah dengan kelelahan."
Erling Haaland meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan reputasinya sebagai pencetak gol terbaik di dunia tetap utuh. Penyerang ini telah menunjukkan performa yang tak kenal lelah sepanjang turnamen di Amerika Utara ini, mencetak tujuh gol hanya dalam lima penampilan.
"Dia melakukan semua yang dia bisa, saya pikir dia sedikit kurang beruntung dalam beberapa situasi. Tapi dia mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan untuk kami, dia menjalani Piala Dunia yang fantastis."