Ilustrasi pertandingan Norwegia melawan Inggris di babak perempat final (8 besar) Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami, Amerika Serikat. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Miami, Amerika Serikat
Mantan juara dunia catur itu belum melupakan gol yang dianulir untuk Kroasia saat melawan Portugal di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026.
Sudah lebih dari sepekan berlalu, insiden pada salah satu pertandingan di Piala Dunia 2026 ini masih terus memicu perbincangan.
Garry Kasparov, mantan juara dunia catur, mengenang kembali insiden kontroversial di media sosial—saat rambut Igor Matanovic menyentuh bola dalam pertandingan Portugal vs Kroasia (2-1) di babak 32 besar Piala Dunia 2026—sebagai tanggapan bernada ironis terhadap keputusan kontroversial lainnya yang dibuat tim wasit dalam laga Norwegia vs Inggris (1-2).
Dalam pertandingan perempat final Piala Dunia yang berlangsung di Miami Stadium, Amerika Serikat (AS), Minggu (12/7/2026) pagi WIB itu, gol pertama Jude Bellingham pada menit ke-45+2 menjelang akhir babak pertama didahului oleh momen saat bola, sekilas, tampak menyentuh kabel kamera yang merekam lapangan dari atas.
Pertanyaan soal sah atau tidaknya gol ini awalnya dilontarkan oleh pengguna media sosial X (dahulu Twitter) dengan nama akun theoldzealand, yang juga seorang YouTuber ternama.
“FIFA menyatakan sensor bola tidak mendeteksi adanya kontak dengan kabel kamera, namun hal itu justru menimbulkan masalah bagi mereka. Pasalnya, terlihat jelas bola menyentuh sesuatu dan mengubah arah lintasannya. Bagaimana kita bisa memercayai sensor tersebut? Dan apa kaitannya dengan Kroasia dalam semua ini?” demikian cuitannya.
Tidak lama kemudian, Kasparov, membalas cuitan tersebut. “Mulai sekarang, sebaiknya FIFA membuat semua kabel kamera dari rambut orang Kroasia,” ujar Kasparov dalam unggahannya yang telah mendapat lebih dari 5.000 likes.
Garry Kasparov adalah seorang grandmaster catur, aktivis politik, dan penulis asal Rusia yang memegang gelar juara catur dunia dari tahun 1985 hingga 2000. Rating FIDE tertingginya sebesar 2851, yang dicapai pada tahun 1999, merupakan rekor tertinggi yang tercatat hingga akhirnya dilampaui oleh Magnus Carlsen pada tahun 2013.
Perlu diingat kembali bahwa kritik Kasparov soal gol pertama Inggris mengacu laga Portugal melawan Kroasia pada Kamis (2/7/2026) pekan lalu.
Sentuhan rambut Matanovic—yang kemudian dikonfirmasi oleh sensor di dalam bola—pada akhirnya menjadi penentu dianulirnya gol Gvardiol pada menit ke-113 masa perpanjangan waktu saat Kroasia mengejar ketertinggalan 1-2.