TVRINews - Dakar, Senegal

Salah satu nama yang disebut sebagai kandidat pengganti Thiaw adalah Patrick Vieira, mantan juara Piala Dunia bersama Prancis yang lahir di Dakar.

Senegal resmi memecat pelatih Pape Bouna Thiaw setelah kegagalan mereka di Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengambil keputusan tersebut setelah mengevaluasi performa tim yang hanya mampu melaju hingga babak 32 besar.

Dikutip dari BBC, Minggu (12/7/2026), dalam pernyataannya, FSF menyebut pemecatan Thiaw dilakukan “setelah evaluasi menyeluruh terhadap hasil olahraga dan prospek tim nasional” serta demi kepentingan terbaik sepak bola Senegal.

Thiaw, 45 tahun, mulai menangani tim berjulukan Teranga Lions tersebut sejak Desember 2024. Ia membawa Senegal tampil di Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi setelah sebelumnya mengantarkan tim meraih kesuksesan di Piala Afrika 2025. Namun, perjalanan Senegal di turnamen terbesar dunia itu tidak berjalan sesuai harapan.

Senegal mengawali Piala Dunia 2026 dengan hasil buruk setelah kalah dari Prancis dan Norwegia pada dua laga pertama fase grup. Harapan mereka untuk lolos sempat terancam, tetapi kemenangan besar 5-0 atas Irak membuat Senegal finis sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dan melaju ke fase gugur.

Pada babak 32 besar, Senegal hampir menciptakan kejutan saat menghadapi Belgia. Mereka sempat unggul 2-0 dan berada dalam posisi mengamankan tiket ke babak berikutnya. 

Namun, Belgia bangkit secara dramatis dengan mencetak dua gol penyama kedudukan dalam lima menit terakhir pertandingan sebelum akhirnya memenangkan laga 3-2 melalui gol penalti pada masa tambahan waktu.

Kegagalan tersebut memicu kekecewaan di dalam skuad Senegal. Gelandang Pape Gueye bahkan menyatakan akan mengambil jeda dari tim nasional selama manajemen saat ini masih bertahan.

Pemecatan Thiaw juga tidak terlepas dari kontroversi yang terjadi sebelum Piala Dunia. Pada final Piala Afrika 2025 melawan Maroko, Thiaw memerintahkan para pemain Senegal meninggalkan lapangan setelah Maroko mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time. 

Para pemain kemudian kembali bermain setelah pertandingan tertunda sekitar 17 menit, dan Senegal akhirnya menang lewat gol tambahan waktu Gueye setelah penalti Brahim Diaz gagal.

Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) kemudian membatalkan hasil pertandingan tersebut dan menetapkan Maroko sebagai juara pada Maret 2026 karena aksi walk-off Senegal. Senegal mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk berusaha mendapatkan kembali gelar tersebut.

Selain harus menghadapi konsekuensi dari insiden itu, Thiaw juga dijadwalkan menjalani hukuman larangan mendampingi tim selama lima pertandingan yang akan berlaku mulai kualifikasi Piala Afrika 2027.

Federasi Senegal dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin (13/7/2026) waktu setempat untuk membahas langkah berikutnya. Salah satu nama yang disebut sebagai kandidat pengganti Thiaw adalah Patrick Vieira, mantan juara Piala Dunia bersama Prancis yang lahir di Dakar.

Senegal kini harus segera mencari pelatih baru untuk mempersiapkan era berikutnya, setelah generasi Teranga Lions gagal memenuhi target besar mereka di Piala Dunia 2026.