TVRINews - Boston, Amerika Serikat

Ada 38 pertemuan antara Prancis dan Spanyol, dengan La Roja memiliki 18 kemenangan atas Les Bleus.

Prancis dan Spanyol akan bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. Les Bleus vs La Roja, dua tim raksasa dunia bentrok pada Selasa (14/7/2026) atau Rabu dini hari WIB untuk memperebutkan tiket final Piala Dunia 2026. Prancis juara Piala Dunia dua kali, 1998 dan 2018 sedangkan Spanyol dalam sejarahnya hanya sekali meraih gelar Piala Dunia yaitu pada 2010.

Dalam sejarah, telah terjadi 38 kali pertemuan di antara keduanya. Pertama kali keduanya bertemu terjadi pada 1922, di mana Spanyol saat itu menang telak 4-0. La Roja kemudian mencatat tiga kemenangan beruntun bahkan di antaranya dengan skor besar, 8-1 pada 14 Maret 1929 silam.

Dari 38 pertemuan tersebut, Spanyol meraih 18 kemenangan, sementara Prancis 13 kemenangan dengan 7 laga lainnya berakhir imbang. Laga-laga pertemuan awal keduanya memang terjadi di laga uji coba atau persahabatan. Hingga kemudian, laga kompetitif pertama di antara keduanya justru terjadi di final Piala Eropa (Euro) 1984. Ketika itu, Prancis menang 2-0 dan tampil sebagai juara.

Dua gol Les Bleus dalam laga final tersebut diciptakan Michel Platini dan Bruno Bellone. Itu menjadi laga kompetitif pertama yang terjadi di antara keduanya setelah 19 pertandingan uji coba atau persahabatan sejak tahun 1922 itu. Laga semifinal nanti di antara keduanya, merupakan pertemuan kedua Prancis dan Spanyol di Piala Dunia.

Yang pertama terjadi pada 16 besar Piala Dunia 2006. Saat itu, Prancis bangkit dari ketertinggalan meraih kemenangan 3-1. Yang menarik, jelang laga semifinal ini, Spanyol juga membawa rapor bagus menghadapi Prancis. Dalam dua laga terakhir, La Roja meraih kemenangan dan itu terjadi di pertandingan kompetitif.

Pertemuan terakhir terjadi pada semifinal Liga Negara Eropa atau UEFA Nations League 2025. Spanyol menang 5-4 atas Prancis. Di laga sebelumnya, Spanyol juga meraih kemenangan 2-1 atas Prancis dalam semifinal Euro 2024. Spanyol hanya kalah dua kali dari 10 pertemuan terakhir mereka dengan Prancis di semua kompetisi. Meraih 7 kemenangan dan 1 kali imbang dari 10 pertandingan tersebut. Termasuk dua laga terakhir itu.

Kini, situasinya tampak sedikit berbeda. Les Bleus asuhan Didier Deschamps menjadi tim yang seolah bisa memenangkan segalanya. Dengan sukses ke semifinal, Les Bleus berarti pula berhasil ke semifinal dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun setelah 2018 (juara) dan 2022 (final).

Dengan pencapaian itu pula, Prancis kini setara dengan Brasil dan hanya satu langkah di bawah Jerman. Dalam sejarahnya, Brasil mencapai semifinal dalam tiga Piala Dunia berturut-turut pada dua kesempatan (1970, 1974, dan 1978, lalu pada 1994, 1998, dan 2002). Dari semua itu, Selecao memenangkan gelar tiga kali (1970, 1994, dan 2002). Sementara Jerman adalah tim yang empat kali ke semifinal berturut-turut. Die Mannschaft meraihnya pada Piala Dunia 2002, 2006, 2010, dan 2014.

Prancis, dengan kapten Kylian Mbappe dan pelatih Didier Deschamps, telah mencapai prestasi ini. Didier Deschamps telah menanamkan mentalitas juara dalam timnya. Mereka mengalahkan lawan-lawannya dengan gaya bermain yang mendominasi secara fisik dan kuat, menanamkan rasa takut pada lawan hanya dengan kehadiran mereka.

Les Bleus berubah sejak memenangkan gelar pada tahun 2018. Bahkan, dari tim tersebut, hanya Lucas Hernandez, Ousmane Dembele, N'Golo Kante, dan tentu saja, Kylian Mbappe yang tersisa. Pemain-pemain yang telah menorehkan prestasi telah pergi seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann, Raphael Varane, atau Olivier Giroud.

Mereka semua memiliki momennya masing-masing, tetapi jika ada satu pemain yang mewujudkan kesempurnaan, gaya tim Prancis yang sedang membuat sejarah ini, dia adalah Kylian Mbappe.

Dia selalu tahu bagaimana memberikan sentuhan pribadinya, seperti yang dilakukannya pada tahun 2022, memaksa Argentina yang dipimpin Lionel Messi hingga batas kemampuan. Kini ia kembali memimpin tim yang tampil mengesankan, setelah mencetak rekor mencapai semifinal tiga kali berturut-turut.