Dua wasit sarat pengalaman asal Inggris, Michael Oliver (foto kiri) dan Anthony Taylor, tidak bisa memimpin laga final di Piala Dunia 2026 karena faktor geopolitik. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Miami, Amerika Serikat
Masih empat negara tersisa di Piala Dunia 2026, namun wasit asal Inggris dipastikan tidak bisa memimpin laga semifinal dan final.
Dua wasit asal Inggris yang biasa memimpin Liga Premier, Michael Oliver dan Anthony Taylor, tidak dapat memimpin pertandingan final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli nanti di New York, Amerika Serikat.
Hal ini merupakan konsekuensi dari hasil pertandingan babak 16 besar pada hari Minggu (12/7/2026) pagi, ketika Inggris dan Argentina sama-sama berhasil melaju ke babak semifinal turnamen tersebut.
Three Lions memastikan tempat di empat besar setelah meraih kemenangan tipis 2-1 atas Norwegia melalui perpanjangan waktu. Argentina yang diperkuat Lionel Messi juga menang lewat perpanjangan waktu dengan mengalahkan Swis 3-1.
Namun, fakta bahwa dua rival abadi—Inggris dan Argentina—masih bertahan di kompetisi berarti Oliver dan Taylor, sebagai hanya dua wasit asal Inggris, tidak akan lagi terlibat dalam sisa pertandingan Piala Dunia ini.
Aturan FIFA menetapkan bahwa seorang wasit tidak boleh memimpin pertandingan yang melibatkan negara asalnya. Artinya, keduanya tidak bisa menjadi wasit jika terjadi pertemuan antara Inggris dan Argentina, ataupun jika Inggris berhasil mencapai babak final.
Wasit juga tidak dapat ditugaskan pada pertandingan yang memiliki dampak langsung bagi negara asal mereka di babak berikutnya—dalam hal ini adalah final—sehingga mereka juga tidak bisa memimpin laga Prancis melawan Spanyol di semifinal lainnya.
Selain itu, Taylor dan Oliver tetap tidak bisa memimpin final meskipun Argentina mengalahkan Inggris dan kemudian berhadapan dengan pemenang laga Prancis versus Spanyol.
Hal ini dikarenakan adanya larangan bagi wasit Inggris untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Argentina akibat faktor geopolitik. FIFA mempertimbangkan situasi yang sensitif secara politik serta menggunakan pertimbangan akal sehat saat menentukan wasit untuk pertandingan tertentu.
Juru bicara FIFA telah mengonfirmasi bahwa Perang Falklands (Perang Malvinas) tahun 1982 merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan saat menunjuk wasit.
Oleh karena itu, wasit asal Inggris tidak diperbolehkan memimpin pertandingan yang melibatkan Argentina, ataupun pertandingan yang memiliki dampak langsung terhadap laga Argentina berikutnya, dan begitu pula sebaliknya.
Seperti dikutip Mirror Football, pada tahun 2022, Taylor dan Oliver tidak mendapatkan kesempatan untuk memimpin laga final Piala Dunia 2022 karena keterlibatan Argentina (saat itu melawan Prancis dan akhirnya menang lewat adu penalti).
Perang Falklands masih dianggap sebagai topik yang sensitif secara politis, berbeda dengan konflik masa lalu seperti Perang Dunia II yang tidak menjadi faktor pertimbangan.
Perang tersebut juga sempat disinggung oleh para pemain Argentina saat mereka menyanyikan lagu berjudul Muchachos di ruang ganti usai kemenangan di perempat final melawan Mesir.
Dengan demikian, kedua wasit pengalaman asal Inggris itu tidak akan lagi terlibat dalam turnamen ini, meskipun sebelumnya mereka sempat dipertimbangkan berkat performa mereka.
Oliver telah memimpin empat pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026, yakni Belanda vs Swedia, Norwegia vs Prancis, Kanada vs Maroko, serta laga perempat final antara Spanyol dan Belgia.
Dalam pertandingan terakhir tersebut, Oliver mengalami momen memalukan ketika ia secara tidak sengaja menghalangi pergerakan Dani Olmo saat Spanyol sedang melancarkan serangan. Ia lantas meminta maaf dan menghentikan permainan.
Kendati demikian, Oliver sempat menjadi salah satu kandidat kuat untuk memimpin laga final seandainya Argentina dan Inggris sama-sama tersingkir.
Sementara itu, Taylor memimpin pertandingan Uzbekistan vs Kolombia, Senegal vs Irak, serta laga babak 16 besar antara Portugal dan Spanyol.