Timnas Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026, mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil pada 1974 saat masih bernama Zaire. Mereka memastikan tiket setelah menang dramatis 1-0 atas Jamaika di babak play-off antarkonfederasi.
Dilatih Sebastien Desabre, RD Kongo dikenal sebagai tim dengan banyak pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Nama-nama seperti Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Cedric Bakambu menjadi tulang punggung skuad, memadukan pengalaman dan kekuatan fisik.
Secara permainan, The Leopards mengandalkan organisasi tim yang solid, disiplin bertahan, serta serangan balik cepat. Kekompakan tim menjadi kekuatan utama, terutama karena banyak pemain memiliki latar belakang sepak bola Eropa yang kompetitif.
Pada Piala Dunia 2026, RD Kongo tergabung di grup berat bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Ini menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang bagi mereka untuk membuktikan diri di panggung dunia setelah absen lebih dari setengah abad.
Dengan status sebagai “tim kuda hitam”, RD Kongo berpotensi memberi kejutan jika mampu menjaga disiplin dan memaksimalkan peluang, terutama lewat semangat kolektif yang sudah mereka tunjukkan sejak kualifikasi.