Australia terbilang kurang mantap karena finis di bawah Jepang di kualifikasi AFC. Kecemasan para pendukung boleh jadi menjadi berlipat ganda di putaran final bila melihat performa Socceroos sejauh ini.
Niat utama Australia masih sama seperti di Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya. Socceroos mesti keluar dari status semenjana alias biasa-biasa saja.
Namun, kualifikasi zona Asia memperlihatkan bahwa Socceroos masih berkutat dengan kelemahan lama. Beruntung, sebagai runner-up Grup C ronde keempat, mereka bisa meraih tiket otomatis ke Amerika Utara 2026.
Tony Popovic, arsitek tim Australia, mendapatkan tugas cukup berat untuk mendongkrak pencapaian Socceroos. Di sisi lain, keharusan Australia menaikkan daya dobrak menggaris bawahi kekuatan utama.
Australia akan mencoba menambah dampak positif dari serangan balik saat struktur pertahanan solid, kerap dengan lima bek, menjadi kelebihan. Yang cukup jelas dari kualifikasi, Socceroos masih akan mengedepankan organisasi permainan yang rapi bertumpu pada ketangguhan dan kedisiplinan.
Rasanya tak berlebihan bila bilang Australia adalah tim terlemah di Grup D Piala Dunia 2026. Akan tetapi, Socceroos masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan persaingan terbuka di Grup D guna membalas kritik. Pragmatisme yang mereka usung mungkin bisa membawa Asia Bule ke 32 besar, tapi sepertinya tidak lebih jauh dari itu.