TVRINews - Zurich, Swis

FIFA mengaku bahwa situs web mereka error hingga ada kira-kira 60 tiket yang tidak seharusnya gratis.

Piala Dunia 2026 tinggal beberapa lagi dimulai, tapi penjualan tiket kembali mendapatkan sorotan yang tidak kecil. Kali ini, masalah serius yang muncul berupa sejumlah tiket tanpa biaya alias gratisan.

Karcis tanpa biaya tersebut ditengarai adalah untuk laga-laga fase grup yang digelar di Toronto, Kanada. Sekitar 60 fan mendapatkan karcis tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. 

FIFA mengakui bahwa nol biaya itu merupakan akibat dari kesalahan teknis di laman penjualan. FIFA membatalkan sejumlah tiket dengan kekeliruan harga tersebut. Selanjutnya, si empunya turnamen akbar itu memberikan kesempatan penggemar yang terdampak untuk membeli tiket tersebut, tetapi dengan harga penuh dan normal.

Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menyatakan penyesalan mereka untuk ketidaknyamanan yang timbul karena kesalahan pada laman penjualan tiket resmi mereka.

"FIFA dapat memastikan bahwa sekitar 60 penggemar menerima pemberitahuan pada Rabu, 3 Juni, mengenai tiket yang dilepas tanpa biaya sebagai akibat masalah dalam pembayaran saat proses akhir," demikian pernyataan FIFA seperti dikutip dari ESPN.

"Tiket-tiket yang dipilih para fan ini tetap terpesan, dan fan yang bersangkutan telah diundang untuk melengkapi pembayaran dengan jumlah yang benar," lanjut FIFA.

Ticekt Talk Network, sebuah akun media sosial yang menyoroti kesilapan penjualan tiket tersebut, membagikan surat yang mengonfirmasi bahwa para fan terdampak itu diberikan waktu selama tujuh hari untuk membayar tiket yang tadinya gratis itu. Setelah tempo waktu pembayaran itu, akun mereka akan dihapus.


Isu Mengecoh

Kekeliruan penggratisan ini merupakan isu terakhir soal tiket Piala Dunia 2026. Beberapa sorotan soal karcis menonton pertandingan ini bermunculan setelah penjualan dimulai pada April.

Saat start itu saja FIFA menyatakan bahwa tiket dapat dilepas sebelum sepak mula pertandingan. Tak lama kemudian, penguasa sepak bola dunia itu mengeklaim bahwa tiket sudah ludes. Akan tetapi, ternyata masih ada kursi tersisa sepekan menjelang laga pembuka pada 11 Juni.

Minggu lalu, dua Jaksa Agung negara bagian New York-New Jersey menggelar penyelidikan terhadap dugaan praktik kecurangan dalam penjualan tiket. FIFA disebut sengaja membengkakkan harga, meniupkan kelangkaan tanpa bukti, dan membingungkan atau bahkan memanipulasi para peminat tiket.

Dalam penjualan tiket, FIFA ditengarai memakai proses yang disebut "penentuan harga variabel". Proses itu memungkinkan penyesuaian harga di sepanjang fase penjualan tergantung permintaan dan ketersediaan.