TVRINews – Miami, Amerika Serikat

Omar Abdulkadir Artan adalah orang yang ditunjuk oleh FIFA sebagai wasit Piala Dunia, tetapi dia dilarang masuk.

Konflik diplomatik baru muncul hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada dimulai pada Kamis (11/06/2026).

Dilaporkan bahwa seorang wasit FIFA asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ditolak masuk ke AS. Meskipun, sejumlah sumber menyebut ia memegang visa sah dari AS dan bepergian dengan paspor diplomatik.

Artan, 34 tahun, dilaporkan dihentikan di titik masuk Bandara Internasional Miami, AS, dan dipulangkan ke Istanbul, Turki, meskipun memegang paspor diplomatik yang dikeluarkan dengan bantuan Kedutaan Besar Somalia di Nairobi, Kenya. 

Kedutaan mengatakan, paspor tersebut diberikan untuk mempermudah kendala terkait visa sebelumnya. Artan harus melakukan perjalanan dari Kenya dan transit melalui Turki sebelum tiba di Miami. 

FIFA sebelumnya menyatakan bahwa masalah visa Artan telah diselesaikan, dan mengonfirmasi bahwa “semua masalah telah sepenuhnya selesai dan dia sekarang bisa memimpin pertandingan di Piala Dunia FIFA”.

Baik FIFA maupun Kedutaan Besar Somalia di Nairobi coba menyelidiki keputusan tersebut untuk memahami mengapa Artan dikembalikan ke Istanbul.

Namun, kendati FIFA dan Federasi Sepak Bola Somalia (SFF) mencoba untuk campur tangan, keputusan (penolakan dari AS) tersebut tetap berlaku sehingga mencegahnya untuk melakukan perjalanan ke tempat penyelenggaraan Piala Dunia. 

Belum ada penjelasan resmi yang diberikan mengenai alasan mengapa AS melarang Artan masuk ke wilayah negara mereka. Yang pasti, Somalia adalah salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan yang dikeluarkan Presiden Donald Trump. 

Bulan lalu, Trump menggambarkan imigran Somalia di AS sebagai “penipu semua”. Sebelumnya, pada bulan Januari, Trump juga menyebut Somalia sebagai “negara terburuk di dunia”.

Karena masuk dalam daftar pembatasan dan larangan perjalanan AS, hal itu membuat pemegang paspor Somalia tunduk pada pengawasan administratif yang ketat. Bahkan dengan visa yang sah, petugas perbatasan di titik masuk tetap memiliki wewenang tertinggi untuk mengizinkan atau menolak masuknya seorang pelancong.

Selain itu, paspor Somalia menghadapi pembatasan global karena penipuan dokumen di masa lalu dan kurangnya catatan warga negara yang terpusat dan dapat diverifikasi. 

Jadi, meskipun Artan berhasil mendapatkan visa AS dan paspor diplomatik sebelum keberangkatannya, hal ini pada akhirnya tidak mencegah penolakannya di perbatasan.

Kasus pelarangan Artan masuk ke AS ini kembali menyoroti kontroversi seputar perjanjian bebas visa yang biasanya dituntut FIFA dari negara tuan rumah untuk menjamin aksesibilitas bagi semua peserta Piala Dunia. 

Peraturan FIFA menetapkan bahwa negara tuan rumah harus memfasilitasi visa untuk semua peserta kualifikasi turnamen dan wasit. Kini, publik akan melihat apakah badan wasit FIFA memutuskan untuk mengganti Artan dengan wasit lain atau tidak. 

Artan baru-baru ini dianugerahi sebagai Wasit Terbaik Afrika untuk tahun 2025 pada Penghargaan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang diadakan pada bulan November.

Jika tidak ada masalah dengan dokumen perjalanannya, Artan dipastikan mencetak sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang terlibat langsung di Piala Dunia FIFA.