Mesin gol Timnas Inggris, Harry Kane. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Manchester, Inggris
Menurut Keane, skuad Tiga Singa sudah memiliki banyak pemain berkualitas untuk mengalirkan bola dari belakang.
Legenda Manchester United, Roy Keane, memberikan peringatan keras terkait gaya bermain Harry Kane, menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Kapten tim nasional Inggris tersebut disarankan untuk membatasi pergerakannya ke lini tengah dan lebih fokus berada di dalam kotak penalti lawan demi menjaga produktivitas gol.
Saran tersebut mencuat setelah armada Tiga Singa melakoni pertandingan uji coba di Raymond James Stadium pada Sabtu (7/6/2026). Dalam laga tersebut, Inggris hanya mampu memetik kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru.
Kane menjadi pahlawan kemenangan Inggris melalui gol tunggal yang dilesakkannya. Gol tersebut sekaligus menegaskan kembali ia merupakan tumpuan utama di lini serang Inggris.
Ketajaman penyerang milik Bayern Munchen itu memang tidak perlu diragukan lagi setelah mencatatkan rekor fantastis di level klub sepanjang musim 2025/26. Kane sukses menggelontorkan total 61 gol di kompetisi domestik maupun Eropa, sebuah modal berharga untuk menghadapi Piala Dunia 2026.
Keane menyimpan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi fisik Kane selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Ia menilai kebiasaan lama pemain berusia 32 tahun tersebut bisa menjadi kendala besar pada kompetisi nanti.
Kane dinilai terlalu sering turun ke belakang menjemput bola untuk turut merancang serangan dari lini tengah. Keane menganggap gaya main yang terlalu dinamis ini justru bisa membuat performa sang striker tidak maksimal di Piala Dunia 2026.
Faktor cuaca di negara tuan rumah diprediksi menjadi tantangan terberat bagi stamina para pemain Eropa, termasuk Kane. Kondisi suhu udara yang menyengat di Amerika Serikat dinilai bakal menguras energi para pemain secara drastis sepanjang turnamen.
Menurut analisis Keane, Inggris saat ini sudah memiliki barisan gelandang yang mumpuni untuk mengalirkan bola. Keberadaan para pemain tengah berbakat tersebut seharusnya bisa meringankan beban kerja Kane dalam membangun serangan tim.
Tenaga Kane harus dihemat secara efisien agar selalu berada dalam posisi prima saat mendapatkan peluang matang. Fokus utama eks penyerang Tottenham Hotspur itu harus dikembalikan pada penyelesaian akhir di dalam kotak penalti lawan.
"Dia tidak perlu kembali melewati garis tengah lapangan mencoba mengalirkan bola, sudah ada cukup banyak pemain yang bisa melakukan itu dan cukup berkualitas, jika Anda melakukan hal itu, Anda adalah yang terbaik di dunia saat ini," kata Keane terkait gaya main Kane dikutip dari Sport Bible.
Pernyataan tersebut menunjukkan Keane tetap mengagumi kualitas Kane sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Namun, efektivitas bermain di atas lapangan hijau tetap menjadi prioritas utama demi meraih prestasi tertinggi.
Keane juga menegaskan peluang Inggris untuk mengakhiri puasa gelar sangat bergantung pada ketajaman Kane. Kontribusi maksimal dari pemilik nomor punggung sembilan tersebut akan menjadi penentu langkah skuad Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026.
"Jika Inggris ingin memenangkan trofi besar, dia akan menjadi pilar utamanya," ungkapnya menjelaskan peran besar Kane.