TVRINews – Jakarta

Julen Lopetegui menjalani Piala Dunia pertamanya sebagai pelatih bersama Qatar.

Julen Lopetegui ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Qatar pada Mei 2025. Ia datang di tengah keterpurukan tim berjuluk Al-Annabi dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Dari delapan pertandingan, Qatar hanya mampu membukukan tiga kemenangan, sekali imbang, dan empat kali kalah. Tak puas dengan hasil tersebut, Federasi Sepak Bola Qatar (QFA) memecat pelatih Luis Garcia.

Tugas Lopetegui tidaklah mudah. Ia harus mengamankan Qatar di empat besar klasemen Grup A agar dapat melangkah ke putaran keempat. Sementara, lawan tersisa yang harus dihadapi ialah Iran dan Uzbekistan.

Hasil laga perdana Lopetegui sangat bagus. Qatar menang 1-0 saat menjamu Iran di Jassim bin Hamad Stadium, Al Rayyan. Tiga angka memastikan mereka lolos ke putaran selanjutnya.

Lima hari setelahnya, Lopetegui memimpin skuad Qatar bertandang ke Milliy Stadium, Tashkent, markas Uzbekistan. Sayangnya, Al-Annabi tak mampu mempertahankan konsistensi permainan sehingga kalah tiga gol tanpa balas.

Putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi tantangan berikutnya bagi Lopetegui. Pada fase ini, Qatar bisa sedikit bernapas lega karena Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk mereka sebagai tuan rumah.

Bermain di kandang sendiri memberi keuntungan bagi Qatar ketimbang Uni Emirat Arab dan Oman yang menjadi lawan di Grup A. Target menjadi pemuncak klasemen demi tiket langsung ke Piala Dunia 2026 menjadi harga mati.

Perjalanan awal Qatar tidaklah mulus karena mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Oman. Keraguan terhadap Lopetegui semakin meningkat. Berada di bawah tekanan, pelatih berusia 59 tahun itu mampu menjawab keraguan dengan kemenangan penting.

Gol dari Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel berhasil memastikan keunggulan 2-1 Qatar atas Uni Emirat Arab. Empat poin yang dikumpulkan sudah cukup membawa Al-Annabi lolos ke turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang.

"Saya berterima kasih kepada para pemain dan penggemar. Semua orang melakukan apa yang diperlukan. Kami mengatasi tahap yang sulit dan lolos, membuat para suporter gembira," kata Julen Lopetegui, dikutip dari laman resmi AFC.

Keberhasilan ini memastikan Qatar berpartisipasi di Piala Dunia untuk kedua kalinya. Pada edisi sebelumnya, mereka juga tampil, namun dengan status sebagai tuan rumah.

Kontroversi Jelang Piala Dunia 2018

Julen Lopetegui akan mencatatkan debutnya di Piala Dunia bersama Qatar. Kesempatan ini sebenarnya pernah ia dapatkan pada 2018 saat menangani Spanyol. Namun, dua hari jelang turnamen digelar di Rusia, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memecatnya.

Lopetegui dipecat karena telah mencapai kesepakatan dengan Real Madrid. Ia akan menangani tim berjuluk Los Blancos begitu Piala Dunia 2018 usai. RFEF merasa sang pelatih bernegosiasi secara diam-diam.

Keberanian RFEF memecat Lopetegui dan menggantikannya dengan Fernando Hierro sangatlah mengejutkan. Skuad Spanyol saat itu sudah berada di Rusia dan bersiap untuk menjalani pertandingan perdana Grup B melawan Portugal.

Perubahan ini jelas memengaruhi psikologis pemain. Tapi tak ada kata maaf untuk Lopetegui. RFEF marah karena baru diberitahu mengenai kesepakatan Lopetegui dengan Real Madrid, lima menit sebelum pengumuman.

"Ada keputusan yang wajib kami ambil berdasarkan pemahaman tentang bagaimana seharusnya Anda berperilaku dan berdasarkan etika," kata Presiden RFEF saat itu, Luis Rubiales, dikutip dari The Guardian.

Secara performa, racikan Lopetegui untuk tim berjuluk La Roja terbilang bagus. Sejak dipercaya menggantikan Vicente del Bosque pada 2016, ia menjalani 20 pertandingan tanpa kekalahan.

Spanyol melaju ke Piala Dunia 2018 dengan catatan mengesankan. Sembilan kemenangan dan sekali imbang membuat mereka lolos ke Rusia dengan status juara Grup G kualifikasi zona Eropa.

Harapan publik melihat kebangkitan Spanyol di Piala Dunia 2018 bersama Lopetegui berakhir sebelum dimulai. Meski banyak mendapat kritik atas keputusannya, RFEF merasa ini adalah jalan terbaik.

"Julen telah bekerja dengan sangat baik. Saya sama sekali tidak punya keluhan tentang itu. Tetapi cara kejadian ini terjadi memaksa saya untuk mengambil keputusan ini," tutur Rubiales.

Perjalanan Karier Julen Lopetegui

Selepas pensiun sebagai pemain pada 2002, Lopetegui mulai mengembangkan karier sebagai pelatih. Kesempatan datang dari Juan Santisteban yang mengajaknya menjadi asisten di skuad Spanyol U-17.

Tawaran untuk menjadi pelatih kepala datang kepada Lopetegui dari Rayo Vallecano yang berkompetisi divisi dua Spanyol. Ia dipecat di akhir musim karena tim asuhannya terdegradasi.

Sekitar lima tahun ia tak memiliki klub untuk dilatih. Waktu luangnya lebih banyak dihabiskan untuk menjadi komentator di sejumlah stasiun televisi Spanyol, hingga akhirnya datang tawaran dari Real Madrid B.

Dengan pengalaman bersama pemain muda, RFEF mempercayakan Lopetegui untuk menangani tim U-19, U-20, dan U-21 Spanyol mulai 2010 hingga 2014. Selama itu, ia mempersembahkan gelar juara EURO U-17 2012 dan EURO U-19 2013.

Lopetegui memilih untuk tidak memperpanjang kontrak dengan RFEF. Ia kemudian bergabung dengan klub papan atas Portugal, FC Porto. Digadang-gadang sebagai pelatih muda berbakat, namun ia gagal mempersembahkan satu pun gelar juara dalam satu setengah tahun kepemimpinan.

Lopetegui sempat dikaitkan erat dengan klub Inggris, Wolverhampton Wanderers. Di tengah isu yang semakin santer beredar, justru tim nasional Spanyol yang ia pilih untuk ditangani dan berakhir dengan kontroversi.

Hasil gemilang yang ia catatkan bersama Spanyol tak dapat diteruskan di Real Madrid. Ia hanya memimpin Los Blancos dalam 14 pertandingan sebelum akhirnya dipecat usai kekalahan telak 1-5 dari Barcelona pada 28 Oktober 2018.

Setelah tujuh bulan menganggur, Sevilla merekrutnya sebagai pelatih dengan kontrak selama tiga tahun. Musim pertamanya berjalan bagus dengan merebut trofi juara Liga Europa.

Melihat tim terus berkembang, manajemen Sevilla memberinya perpanjangan kontrak hingga 2024. Akan tetapi, kesepakatan itu tak berjalan sampai selesai karena pada Oktober 2022, Lopetegui dipecat.

Saat itu, Sevilla terpuruk di La Liga. Mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Di Liga Champions, performa sama buruknya, mereka ada di dasar klasemen dan peluang untuk ke babak gugur menipis.

Lopetegui mendapatkan kembali pekerjaan setelah sebulan dipecat Sevilla. Ia datang ke Wolverhampton Wanderers yang berkompetisi di Premier League dan berhasil menempatkan tim asuhannya di peringkat ke-13 klasemen.

Lopetegui merasa tidak nyaman saat mempersiapkan tim untuk musim berikutnya. Kendala finansial yang dialami Wolverhampton membuat ia tidak leluasa membentuk tim. Ia berselisih dengan manajemen hingga akhirnya memutuskan pergi.

Setahun setelahnya, Lopetegui kembali ke Premier League, bergabung dengan West Ham United. Akan tetapi, hanya lima bulan ia bertahan. Rentetan hasil buruk membuat manajemen memecatnya.

Membesut Qatar di Piala Dunia 2026 menjadi perjalanan berikutnya bagi Lopetegui. Tergabung di Grup A bersama Kanada, Swis, serta Bosnia dan Herzegovina, tantangan berat sudah menanti.