Hong Myung-bo, pelatih Tim Nasional Korea Selatan. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Hajime Moriyasu, Hong Myung-bo, dan Amir Ghalenoei akan bersaing dengan 45 pelatih lainnya di Piala Dunia 2026, yang didominasi pelatih asal Eropa.
Panggung Piala Dunia 2026 kembali menjadi saksi betapa kuatnya hegemoni taktik dari Eropa. Sejarah mencatat bahwa sejak turnamen ini digulirkan, gelar juara selalu jatuh ke tangan tim yang dipimpin oleh pelatih asal Eropa atau Amerika Latin.
Dalam edisi kali ini, dominasi Eropa kian tak terbendung. Bukan hanya melatih negara asal benua mereka, para juru taktik "Benua Biru" juga mengekspansi pengaruhnya ke berbagai penjuru dunia, termasuk Amerika Latin.
Sebut saja dua pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti (Timnas Brasil) dan Fabio Cannavaro (Timnas Uzbekstan). Kemudian Carlos Queiroz dari Portugal (Timnas Gana), Vladimir Petkovic dari Bosnia-Herzegovina (Timnas Aljazair), Sebastien Desabre dari Prancis (Timnas RD Kongo), dan lain-lain.
Namun, di tengah kepungan metodologi Barat, muncul secercah harapan dari Timur. Tiga pelatih asal Asia berikut ini siap membuktikan bahwa talenta Benua Kuning mampu berdiri sejajar dan mendobrak dominasi pelatih Eropa dengan kecerdasan taktik yang tak kalah berkelas. Berikut ketiga pelatih asal Asia tersebut:
1. Hajime Moriyasu (Jepang)
Hajime Moriyasu menjadi simbol keberhasilan pelatih lokal Asia dalam mengelola tim modern. Ia membawa Timnas Jepang tampil impresif dalam beberapa turnamen terakhir, termasuk mengalahkan tim-tim besar Eropa di ajang internasional.
Dalam babak kualifikasi ketiga Piala Dunia 2026 zona Asia, Takefusa Kubo dan kawan-kawan dua kali memberi pelajaran kepada Timnas Indonesia, masing-masing dengan skor 4-0 dan 6-0.
Dengan filosofi permainan kolektif, disiplin tinggi, dan transisi cepat, Jepang di bawah Moriyasu dikenal sebagai salah satu tim paling stabil dari Asia. Konsistensi inilah yang bisa menjadi modal penting untuk melangkah jauh di 2026.
2. Hong Myung-bo (Korea Selatan)
Legenda sepak bola Korea Selatan ini kini dipercaya memimpin generasi baru Taeguk Warriors. Hong dikenal dengan pendekatan taktik yang rapi serta kemampuan membangun struktur permainan yang solid.
Timnas Korea Selatan di bawah asuhannya mulai mengembangkan gaya bermain berbasis penguasaan bola yang lebih modern. Jika mampu menjaga keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda, mereka bisa menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026.
3. Amir Ghalenoei (Iran)
Ghalenoei membawa pendekatan berbeda dengan menekankan kekuatan fisik dan organisasi tim yang disiplin. Iran selama ini dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan, terutama dalam pertandingan besar.
Dengan pengalaman panjang di level domestik dan internasional, Ghalenoei berpotensi membawa Iran melangkah lebih jauh dalam ajang yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu dibanding edisi sebelumnya.
Tantangan Besar Masih Menanti
Meski ketiga pelatih ini menunjukkan progres positif, mereka tetap menghadapi tantangan besar. Tim-tim dari Eropa dan Amerika Latin, juga sebagian Afrika, memiliki kedalaman skuad, pengalaman turnamen, serta kualitas individu yang masih berada di level atas.
Dari ketiga pelatih asal Asia di atas, memang hanya Moriyasu yang memiliki pengalaman mentereng di Piala Dunia, bahkan membawa Jepang hingga babak 16 besar pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Namun, Hong dan Ghalenoei tetap berpotensi memberikan kejutan.