TVRINews - Guadalupe, Meksiko

Graham Potter menilai Alexander Isak dan Viktor Gyokeres akan terus berkembang seiring keduanya sering bermain bersama.

Pelatih Swedia, Graham Potter, bahagia setelah membawa timnya menang 5-1 atas Tunisia dalam pertandingan pertama Grup F Piala Dunia 2026, di Stadion Monterrey, Meksiko pada Senin (15/6/2026) pagi WIB tadi. Kemenangan ini tidak hanya membawa timnya memimpin puncak klasemen sementara dengan tiga poin melainkan juga performa pemainnya.

Swedia menang ditandai dengan sejumlah hal positif seperti munculnya nama Yasin Ayari yang mencetak dua gol spektakuler, gol pertama dan gol kelima timnya. Lima gol ini juga diwarnai dengan semakin padu duet lini depan tim berjulukan Blagult ini: Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.

Swedia sempat khawatir ketika Tunisia mencetak gol yang membuat kedudukan dari unggul 2-0 menjadi 2-1. Namun, situasi tersebut mampu mereka dihadapi. Bahkan, Swedia akhirnya berhasil menguasai jalannya pertandingan dan mencetak tiga gol lagi.

"Dalam sepak bola, Anda tahu apapun bisa terjadi, khususnya dalam kedudukan 2-1. Tapi, saya melihat para pemain tetap stabil dan tenang dalam melalui situasi tersebut," kata Graham Potter, setelah pertandingan berakhir.

"Biasanya, ketika Anda kemasukan, akan selalu ada momen berbahaya yaitu memengaruhi psikologis atau emosi dan Anda akan lupa apa yang seharusnya dilakukan. Tapi, reaksi pemain sangat bagus. Jika kami bisa tetap kompak dan solid di pertahanan, kami punya dua pemain depan yang bisa melukai mereka (Tunisia)," dia menambahkan.

Pelatih berusia 51 tahun ini memang menempatkan duo penyerang tersebut dalam pola 3-4-1-2 ketimbang hanya menurunkan satu penyerang. Hasilnya, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres mencetak gol dan keduanya saling berbagi asis dalam pertandingan ini. Kerja sama keduanya yang membuat Swedia memulai langkah di Piala Dunia 2026 ini dengan performa dan hasil yang ideal.

Gol kedua Swedia yang diciptakan Alexander Isak merupakan gol yang tercipta setelah bintang Liverpool ini mendapatkan asis dari Viktor Gyokeres. Sedangkan gol yang diciptakan Viktor Gyokeres yang merupakan gol ketiga tim ini tercipta dari asis Alexander Isak. Kedua penyerang ini memperlihatkan koneksi maut dan berpeluang sebagai duet yang menjadi kunci dalam upaya Swedia meraih kemenangan di laga-laga selanjutnya.

Karena itulah, Graham Potter memberikan pujian bagi kerja sama kedua duet lini depan ini. Menurut Graham Potter, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres akan menjadi kombinasi lini depan dengan kerja sama yang kuat sepanjang penampilan mereka di Piala Dunia 2026 ini.

"Mereka belum sering bermain bersama-sama, jadi tentu ini akan menjadi awal yang akan lebih baik lagi seiring mereka sering tampil bersama," kata Graham Potter. "Keduanya telah bekerja keras untuk saling memberikan yang terbaik. Ya, sangat menyenangkan melihat keduanya mencetak gol. Ini menjelaskan bahwa mereka berada dalam jalur yang tepat. Keduanya fantastis."

Dengan tampil sebagai duet di laga ini, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres kini total telah bermain bersama dalam 15 pertandingan. Dari jumlah laga itu pula, telah tercipta 6 gol dari keduanya untuk Swedia yaitu 4 gol Alexander Isak dari asis Viktor Gyokeres dan 2 gol Viktor Gyokeres asis dari Alexander Isak.

Viktor Gyokeres datang ke Piala Dunia ini dengan membawa rapor yang sangat kuat di level klub. Sepanjang 2025-2026, Viktor Gyokeres mengoleksi total 21 gol dari 55 laga untuk Arsenal.

Produktivitas Viktor Gyokeres ini pula yang menjadi kunci sukses Arsenal meraih gelar Liga Inggris musim ini. Berbeda dengan rekannya ini, Alexander Isak justru membawa rapor yang tidak ideal karena dirinya sempat mengalami cedera yang membuatnya tidak tampil maksimal di klubnya, Liverpool.

Penyerang 26 tahun ini hanya bermain dalam 44 laga untuk The Reds dan total hanya mencetak empat gol. Meski demikian, Alexander Isak kemudian pulih dari cedera dan berhasil masuk skuad yang kemudian tampil mengesankan di laga pertama Swedia di Piala Dunia 2026 ini.