Duet maut lini depan Timnas Prancis, Kylian Mbappe (kiri) dan Ousmane Dembele. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Boston, Amerika Serikat
Piala Dunia 2026 memberikan kesempatan bagi Kylian Mbappe untuk mengubur kenangan buruk empat tahun silam.
Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, ternyata belum bisa move on dari kegagalan meraih gelar Piala Dunia 2022. Penyerang Les Blues ini menyatakan yang terjadi dalam final menghadapi Argentina terus menghantuinya menjadi penyesalan setiap kali dia mengingat momen mengecewakan tersebut.
“Ada banyak kenangan. Terutama kekalahan, karena jika Anda mengingat kembali, mungkin Anda ingin mengubah jalannya takdir. Misalnya, saya akan mengubah final Argentina 2022. Final itu lebih sering terlintas dalam pikiran daripada final yang kami menangkan (2018),” kata Kylian Mbappe, dengan nada penyesalan kepada media Prancis, Le Parisien, Minggu (14/6/2026).
Kylian Mbappe bintang Prancis di dua edisi Piala Dunia terakhir. Yang pertama pada Piala Dunia 2018 yang bergulir di Rusia, dia berhasil membawa Les Bleus juara setelah mengalahkan Kroasia di final, 4-2 di mana Kylian Mbappe mencetak gol keempat timnya dalam laga tersebut.
Sedangkan di Piala Dunia 2022, Prancis kalah dari Argentina dalam adu penalti setelah sepanjang 90 menit dan perpanjangan Waktu, imbang 3-3 yang ditandai dengan hat-trick Kylian Mbappe. Penyerang yang kini berusia 27 tahun tersebut menjadi bintang dengan tiga golnya tapi tiga gol itu tidak cukup membawa timnya tampil sebagai juara.
Piala Dunia terakhir (2022) adalah momennya. Ia datang dengan penuh semangat, dan sebagai pemain dengan membawa reputasi sebagai superstar dan idola global. Prancis secara tim juga mendominasi.
“Sangat sulit untuk kalah di final Piala Dunia. Terutama karena itu hanya terjadi setiap empat tahun sekali. Banyak pemain dari pertandingan itu bahkan tidak ada di Piala Dunia ini. Kekejaman itu ada, ketika kita mengatakan pada diri sendiri bahwa kita melakukan semua itu hanya untuk kalah dalam adu penalti," kata Kylian Mbappe lagi.
Banyak yang menilai bahwa Prancis hanya tidak beruntung karena kalah dalam adu penalti. Namun tidak beruntung di momen seperti itu sesuatu yang belum dia bisa terima hingga saat ini. "Saya tidak percaya pada keberuntungan. Adu penalti bukanlah lotere. Itu adalah keterampilan teknis, tetapi tetap saja itu adalah cara paling kejam untuk kalah di final Piala Dunia,” katanya lagi.
Dengan kenangan final terakhir itulah Kylian Mbappe datang ke Piala Dunia 2026 ini. Kylian Mbappe akan memimpin timnya menghadapi Senegal sebagai Langkah awal pasukan Didier Deschamps untuk kembali merengkuh trofi Piala Dunia.
Dengan demikian pula, Piala Dunia 2026 ini menjadi kesempatan bagi Prancis, khususnya untuk Kylian Mbappe mengubur kenangan pahit final Piala Dunia 2022 dan menggantinya dengan sukses di turnamen yang tahun ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kepada media Prancis itu pula, Kylian Mbappe menyampaikan pendapatnya tentang situasi terkini. Belakangan, bintang klub Real Madrid ini mendapatkan kritik hanya karena dia tidak dapat mencetak gol dalam dua laga terakhir.
Menurut Kylian Mbappe, setiap kritik dari fans sesuatu yang memang harus dihadapi oleh pemain seperti dirinya. Dia menyadari bahwa posisinya saat ini bukan lagi pemain muda yang baru memulai karier, melainkan sudah menjadi cermin bagi pemain muda serta wajah dari sepak bola Prancis.
Kylian Mbappe telah meraih gelar Piala Dunia dalam usia saat masih 18 tahun. Lalu dilanjutkan dengan sejumlah gelar di level klub. “Bagi orang-orang seperti saya, hari impian adalah kembali ke kesederhanaan yaitu tidak diganggu, dapat melakukan apa pun yang Anda inginkan, dengan siapa pun yang Anda inginkan, di mana pun Anda inginkan," kata Kylian Mbappe.
"Itu telah menjadi kemewahan bagi saya, meskipun itu adalah hal-hal yang sangat sederhana. Tetapi Anda tidak boleh mengeluh tentang cinta dan kritik yang Anda terima dari orang-orang,” kata bintang berusia 27 tahun dan telah tampil dalam 98 laga dengan mencetak 56 gol bagi Prancis ini.