TVRINews - New York, Amerika Serikat

Skuad AS kini mengemban misi besar untuk melampaui catatan sejarah masa lalu yang paling sering terhenti pada babak 16 besar.

Momentum akbar Piala Dunia 2026 diyakini menjadi titik balik krusial bagi popularitas olahraga sepak bola di kawasan Amerika Serikat. Gelandang andalan tim nasional Paman Sam, Weston McKennie, percaya gairah turnamen kali ini mampu melahirkan gelombang suporter baru dalam jumlah masif.

Kehadiran turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut dinilai menjadi kesempatan emas untuk mengikis dominasi olahraga tradisional lain yang selama ini mengakar kuat. Basis masa sepak bola lokal diharapkan mampu bersaing dengan pamor olahraga populer seperti american football, bola basket, bisbol, hingga hoki es.

Ironisnya, fakta historis mencatat sepak bola sebenarnya telah memiliki akar sejarah yang sangat panjang di daratan Amerika Serikat sejak seabad silam. Skuad nasional mereka bahkan tercatat telah berpartisipasi sejak edisi perdana di Uruguai pada 1930 serta pernah sukses menyelenggarakan turnamen serupa pada 1994.

Kendati demikian, McKennie menilai status sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko pada Piala Dunia edisi kali ini menawarkan daya tarik yang jauh lebih masif. Efek yang ditimbulkan sebagai penyelenggara akan menyedot perhatian kalangan masyarakat awam yang sebelumnya acuh terhadap permainan si kulit bundar.

Sinyal kebangkitan tersebut kian nyata setelah armada asuhan pelatih Mauricio Pochettino sukses memetik hasil positif pada laga pembuka fase Grup D. Kemenangan telak dengan skor menyakinkan 4-1 atas Paraguai menjadi modal berharga untuk mendongkrak kepercayaan diri sekaligus memicu antusiasme publik.

"Ada banyak orang yang mungkin belum pernah datang untuk mendukung kami sebelumnya. Kami berharap, berkat penampilan ini, mereka dapat mengenal kami dan merasa lebih dekat dengan kami," kata McKennie kepada media Italia, La Gazzetta dello Sport.

McKennie menambahkan timnya saat ini mengemban misi besar untuk membangun kedekatan emosional yang erat dengan para pendukung baru. Karakter permainan yang atraktif dan penuh energi coba disuguhkan demi menciptakan atmosfer perayaan yang meriah di setiap sudut stadion.

"Kami ingin menjadi tim yang dapat dikenal oleh orang-orang. Kami ingin mereka melihat kegembiraan yang kami tunjukkan saat bermain, energi di stadion," ucapnya.

Pilar milik klub Juventus tersebut juga secara langsung menyentil stigma negatif sebagian kalangan warga lokal yang menganggap sepak bola sebagai tontonan yang membosankan. Kejar-mengejar gol yang tercipta pada pertandingan perdana dianggap sebagai bukti sahih olahraga ini menyajikan drama yang sangat menghibur.

"Dan bagi mereka yang mengatakan sepak bola itu membosankan, yah, ada lima gol di laga pertama, jadi mungkin mereka akan berubah pikiran! Menjadi tuan rumah Piala Dunia ini pasti akan mengubah sepak bola di Amerika Serikat, mustahil untuk tidak tergerak oleh semangat sebesar ini," ungkapnya.

Target tinggi kini dipatok demi melampaui catatan historis tim nasional Amerika Serikat yang paling mentok sering terhenti di babak 16 besar. Publik kini berharap generasi emas asuhan Pochettino mampu mengulangi atau bahkan melebihi prestasi terbaik kala merebut medali perunggu pada 1930 silam.