TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, berharap sepak bola dapat menjadi sarana pemersatu di tengah situasi politik yang rumit.

Skuad Timnas Iran akhirnya tiba di Amerika Serikat untuk pertama kalinya selama gelaran Piala Dunia 2026. Kedatangan Team Melli ke Los Angeles pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat berlangsung di tengah momen bersejarah setelah diumumkannya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang selama berbulan-bulan terlibat konflik bersenjata.

Mehdi Taremi dan kawan-kawan mendarat di Bandara Internasional Los Angeles setelah menempuh penerbangan singkat dari Tijuana, Meksiko. 

Sebelumnya, mereka mendapatkan pelepasan meriah dari para pendukung saat meninggalkan kamp latihan mereka menjelang laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru yang akan berlangsung di Los Angeles Stadium Selasa (16/6/2026) pagi WIB.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, berharap sepak bola dapat menjadi sarana pemersatu di tengah situasi politik yang rumit.

"Saya sangat senang mewakili bangsa Iran yang besar, bangga, dan kuat," kata Ghalenoei dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026). "Saya berharap sepak bola akan membawa kegembiraan dan kebahagiaan, serta mendekatkan budaya dan negara-negara," ia menambahkan.

Pertandingan Iran melawan Selandia Baru akan berlangsung dengan latar belakang yang unik. Duel tersebut digelar saat Amerika Serikat dan Iran baru saja mengumumkan kesepakatan damai yang akan ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang di Swiss. 

Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengonfirmasi rencana penandatanganan perjanjian tersebut melalui media sosial.

Sebelumnya, Iran memindahkan kamp utama mereka dari Arizona ke Meksiko pada akhir Mei setelah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada Februari lalu. Akibat keputusan tersebut, Iran harus bolak-balik dari Meksiko ke Amerika Serikat untuk menjalani seluruh pertandingan fase grup.

Ghalenoei mengakui situasi tersebut tidak ideal bagi timnya. Selain perjalanan tambahan yang harus ditempuh, beberapa anggota federasi sepak bola Iran juga tidak mendapatkan visa untuk masuk ke Amerika Serikat. "Hal itu tentu berdampak pada persiapan tim," ujar Ghalenoei.

Di sisi lain, kedatangan Iran ke Los Angeles juga diwarnai aksi demonstrasi dari kelompok warga keturunan Iran yang menentang pemerintah Teheran. Meski demikian, Ghalenoei menegaskan bahwa skuad Iran datang ke Amerika Serikat semata-mata hanya untuk sepak bola.

"Kami bukan orang-orang politik. Kami berada di sini untuk bermain sepak bola dan mewakili rakyat Iran yang terhormat, baik yang tinggal di Iran maupun diaspora Iran di seluruh dunia," sang pelatih menegaskan.

Dukungan dari Warga Tijuana, Meksiko

Sebelum berangkat ke Los Angeles, para pemain Iran mendapat dukungan hangat dari pendukung di Tijuana, Meksiko. Ratusan suporter memenuhi trotoar di depan hotel tim sambil meneriakkan "Team Melli" ketika para pemain berjalan menuju bus.

Salah satu pendukung bahkan membawa poster bertuliskan, "Iran, kamu tidak akan berjalan sendirian. Meksiko mendukungmu." Massa juga menyanyikan lagu berbahasa Spanyol yang berbunyi, "Iran, saudara, sekarang kamu adalah orang Meksiko."

Atmosfer tersebut menjadi suntikan semangat bagi Iran yang bersiap menjalani salah satu laga paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia.

Turnamen kali ini juga mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia pertama pada 1930, sebuah negara tuan rumah menerima peserta yang masih berada dalam kondisi perang dengannya saat turnamen berlangsung.