Mohamed Salah, masih berpeluang besar tampil di Piala Dunia 2026 walau cedera sampai akhir musim di Liverpool. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Seattle, Amerika Serikat
Kehadiran Hamza Abdelkarim dalam skuad Mesir di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengatakan di dalam timnya saat ini sudah ada pemain muda yang dapat menjadi penerus Mohamed Salah. Ia adalah Hamza Abdelkarim yang masih berusia 18 tahun.
Pemain yang statusnya baru saja dipermanenkan oleh Barcelona itu merupakan talenta masa depan Mesir. Hassan meyakini Abdelkarim mampu mengemban peran penting dalam tim yang selama ini identik dengan Salah.
Kepercayaan itu membuat Hassan berani membawa Abdelkarim ke Piala Dunia 2026 meski belum memiliki banyak pengalaman di level senior. Menurutnya, perkembangan Abdelkarim bersama tim muda Barcelona menunjukkan kualitas yang layak bersaing di level tertinggi.
"Dia memiliki kepribadian yang kuat, kemampuan teknis yang sangat baik, serta ambisi besar untuk berkembang. Dari apa yang kami lihat, dia sudah tampil di level yang sangat tinggi untuk usianya," kata Hassan, dikutip dari ESPN, Senin (15/6/2026).
Juru taktik berusia 59 tahun itu menilai Abdelkarim telah menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Terlebih sejak bergabung dengan akademi Barcelona pada Februari lalu, ia langsung mencuri perhatian.
Abdelkarim telah tampil dalam dua pertandingan uji coba Mesir melawan Rusia dan Brasil. Memang belum banyak menit bermain yang ia dapatkan, tetapi tidak tertutup kemungkinan bakal diturunkan di Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Hassan menegaskan bahwa masa depan Mesir tidak akan bertumpu pada satu pemain saja. Mereka tetap sebagai sebuah tim yang mengandalkan kolektivitas saat berada di atas lapangan.
"Mesir bukan hanya Mohamed Salah. Kami memiliki banyak pemain berbakat lainnya dan yang terpenting adalah performa kolektif tim," ujarnya.
Dalam skuad Mesir di Piala Dunia 2026, terdapat banyak pemain berusia di atas 30 tahun. Karena itu, ia berani membawa sejumlah pemain muda karena ini bagian dari proses regenerasi tim berjuluk The Pharaohs.
"Para pemain muda adalah masa depan sepak bola Mesir. Kami ingin membangun tim yang kuat untuk jangka panjang dan tidak bergantung pada satu bintang saja. Pada 2027 nanti, Anda akan melihat tim Mesir yang berbeda, penuh talenta dan siap bersaing di level tertinggi.”