TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Ryan Gravenberch menghasilkan catatan langka saat debutnya di Piala Dunia buat Belanda. 

Belanda mungkin kehilangan dua angka saat menghadapi Jepang di partai pertama Grup F pada Minggu (14/6/2026) atau Senin dini hari WIB. Akan tetapi, De Oranje tetap perlu diperhitungkan di Piala Dunia 2026 karena masih mengedepankan produktivitas yang tinggi.

Belanda mencetak dua gol di laga yang diadakan di Dallas Stadium itu, masing-masing dari kapten Virgil van Dijk dan debutan Crysencio Summerville. Kesamaan dari dua gol tersebut adalah penyedia asis, yakni Ryan Gravenberch.

Dua assist itu merupakan hal langka buat pemain Belanda yang melakoni laga perdananya di panggung global Piala Dunia. Menurut Opta, Ryan Gravenberch menjadi pemain Belanda kedua saja yang tercatat (sejak 1966) membuat dua asis di debut Piala Dunia. Daley Blind melakukannya saat De Oranje menghadapi Spanyol di Piala Dunia 2014.

Peran besar Ryan Gravenberch bakal dibutuhkan Belanda yang mengincar pencapaian tinggi lagi. Tim Oranye akan berharap gelandang berusia 24 tahun ini terus tampil konsisten seperti di level klub. Gravenberch merupakan salah satu pemain Liverpool yang tampil baik pada musim penuh gejolak di bawah penanganan Arne Slot.

Dua asis di laga debutnya menjadi bukti visi bagus pemain kelahiran Amsterdam ini. Maka, keputusan Ronald Koeman untuk menarik Gravenberch digantikan dengan bek, Nathan Ake, menjadi berisiko. Walau terlihat logis karena ingin mempertahankan keunggulan, ditariknya Gravenberch tampak menaikkan tekanan Jepang. Di samping itu, Samurai Blue semakin percaya diri karena tidak perlu mewaspadai sodoran-sodoran matang sang gelandang bila terjadi serangan balik.

Benar saja. Belanda akhirnya kebobolan dan kehilangan dua angka. De Oranje menekan lagi setelah gol kedua Jepang yang dihasilkan Daichi Kamada. Namun, aspek kreatif lini Si Jingga tengah praktis menurun karena tidak ada lagi Gravenberch di sana.

Di sisi lain dari permainannya yang semakin matang, Gravenberch masih harus menambah porsi kontribusi pada segi defensif timnya. Eks gelandang Bayern Munchen itu mungkin bisa menutup secara lebih baik saat proses gol pertama Jepang yang dicetak Keito Nakamura.