Laga Belanda vs Jepang di Grup F Piala Dunia 2026 mempertemukan Virgil van Dijk dan Takefusa Kubo. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Dallas, Amerika Serikat
Jepang mampu mengimbangi permainan Belanda dalam laga pertama Grup F Piala Dunia 2026.
Pertandingan sengit terjadi di Grup F Piala Dunia 2026, saat Belanda meladeni salah satu raksasa Asia, Jepang, pada Minggu (14/06/2026) sore atau Senin dini hari WIB.
Turun di Dallas Stadium, Amerika Serikat (AS), Samurai Blue (Samurai Biru) berhasil mengimbangi permainan Oranje (Tim Oranye), julukan Timnas Belanda.
Hasil imbang 2-2 saat wasit Ismail Elfath (Amerika Serikat) meniup peluit panjang rasanya pantas menggambarkan sengitnya duel di antara kedua tim. Hasil ini sekaligus membuat Jepang tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun (menang 6, imbang 2).
Dikenal karena reputasinya sebagai skuad yang terkenal cepat memulai pertandingan di turnamen sepak bola terbesar, Tim Oranye dibuat kesulitan oleh Jepang yang telah membuat beberapa tim raksasa Eropa geram dalam beberapa bulan terakhir.
Tim asuhan Ronald Koeman berusaha mencetak gol lebih awal, ketika Donyell Malen menerima umpan Cody Gakpo dan memaksa kiper Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang.
Tim Samurai Biru membalas ketika Shōgo Taniguchi melakukan spint di sisi kiri dan menemukan Daizen Maeda. Tetapi, penyerang Celtic itu berhasil dihalau dengan brilian oleh Jan Paul van Hecke.
Pertandingan ini berlangsung lambat dan membutuhkan waktu untuk memanas. Namun, Belanda tampak lebih berpeluang memecah kebuntuan.
Tendangan sudut Tijjani Reijnders melambung ke arah Malen, yang sundulannya diselamatkan oleh Suzuki, sebelum Micky van de Ven menyundul bola melewati mistar gawang setelah umpan silang lain ke dalam kotak penalti dari gelandang Manchester City itu.
Peluang terbaik Jepang di babak pertama terjadi sesaat sebelum jeda, ketika Keito Nakamura dan Ayase Ueda sama-sama gagal mencetak gol dari dalam kotak penalti.
Belanda akhirnya berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-51 setelah tendangan bebas awal Reijnders berhasil dihalau dan bola diberikan kepada Ryan Gravenberch, yang kemudian mengirimkan umpan silang sempurna untuk rekan setimnya di Liverpool, Virgil van Dijk, yang menyundul bola masuk ke gawang setelah membentur tiang.
Namun, keunggulan mereka hanya bertahan kurang dari enam menit. Nakamura yang menerima umpan Takefuso Kubo langsung melepaskan tembakan yang membentur pemain lawan dan melewati kiper Bart Verbruggen di tiang dekatnya.
Babak kedua yang penuh drama ini kemudian mengalami perubahan berkat penyelesaian apik dari Crysencio Summerville, yang sangat cepat masuk ke kotak penalti setelah satu-dua sentuhan dari sisi kiri gawang Jepang, melepaskan tendangan kaki kiri ke tiang jauh tanpa bisa diantisipasi Suzuki.
Kubo mencoba membalas mencetak gol penyeimbang untuk Jepang, namun tembakan jarak jauhnya yang keras melayang sedikit di atas gawang.
Namun, tepat ketika Oranje tampaknya telah mengamankan tiga poin penting, tim asuhan Hajime Moriyasu kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-89.
Koki Ogawa yang menyambut sepak pojok Junya Ito dengan sundulan yang mengenai Daichi Kamada, membuat bola sedikit terangkat dan upaya tepisan Verbruggen sia-sia.
Hasil ini memperpanjang rekor tidak terkalahkan Tim Oranye menjadi 17 pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia (12 menang, 5 seri). Namun, mereka akan menyesali apa yang seharusnya terjadi setelah kehilangan keunggulan mereka.
Sementara itu, pemulihan ini akan memberi Jepang harapan bahwa mereka dapat memenuhi predikat kuda hitam setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan satu gol.
Rekaman Pertandingan
Grup F
BELANDA 2-2 JEPANG
Waktu: 14 Juni Juni
Stadion: Dallas Stadium
Wasit: Ismail Elfath (Amerika Serikat)
Penonton: 69.285
Gol: 1-0 Virgil van Dijk 51', 1-1 Keito Nakamura 57', 2-1 Crysencio Summerville 64’, 2-2 15-Daichi Kamada 89’
Penguasaan bola: 60%-40%
Tembakan: 10-10
Tembakan ke gawang: 6-3
Sepak pojok: 5-4
Offside: 1-0
Pelanggaran: 7-7
Kartu kuning: 3-0 (Summerville 61’, Depay 83’, Van de Ven ‘90+1)
Kartu merah: 0-0
Susunan Pemain
Belanda (4-3-3): 1-Bart Verbruggen; 22-Denzel Dumfries, 6-Jan Paul van Hecke, 4-Virgil van Dijk, 15-Micky van de Ven; 8-Ryan Gravenberch (5-Nathan Ake 70’), 21-Frenkie de Jong, 14-Tijjani Reijnders (26-Quentin Timber 70’); 24-Crysencio Summerville (20-Teun Koopmeiners 70’), 18-Donyell Malen (10-Memphis Depay 70’), 11-Cody Gakpo (19-Brian Brobbey 85’)
Pelatih: Ronald Koeman
Cadangan: 23-Mark Flekken, 13-Robin Roefs, 2-Lutsharel Geertruida, 12-Mats Wieffer, 25-Jorrel Hato, 3-Marten de Roon, 7-Justin Kluivert, 16-Guus Til, 9-Wout Weghorst, 17-Noa Lang
Jepang (3-4-2-1): 1-Zion Suzuki; 16-Tsuyoshi Watanabe (22-Takehiro Tomiyasu 75’), 3-Shogo Taniguchi, 21-Hiroki Ito; 10-Ritsu Doan (2-Yukinari Sugawara 75’), 24-Kaishu Sano, 15-Daichi Kamada, 13-Keito Nakamura; 8-Takefusa Kubo (19-Koki Ogawa 75’), 11-Daizen Maeda (14-Junya Ito 66’); 18-Ayase Ueda (26-Kento Shiogai 84’)
Pelatih: Hajime Moriyasu
Cadangan: 12-Keisuke Osako, 23-Tomoki Hayakawa, 5-Yuto Nagatomo, 20-Ayumu Seko, 25-Junnosuke Suzuki, 6-Shuto Machino, 8-Keisuke Goto, 7-Ao Tanaka, 17-Yuito Suzuki