Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026 dan diikuti 48 tim. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Jakarta
Federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, dan Asia menilai Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, gagal memahami perjuangan untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Sebanyak 13 federasi sepak bola dari Afrika, Karibia, dan Asia mengecam Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang menyebut penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2026 dari 32 menjadi 48 tim membuat laga berjalan tidak menarik.
Federasi sepak bola Tanjung Hijau, Curacao, Uzbekistan, Republik Demokratik Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Gana, Senegal, Pantai Gading, dan Afrika Selatan membuat pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu (15/6/2026).
Mereka menganggap pernyataan Ceferin tidak beralasan, karena bagi negara yang baru pertama kali lolos atau lama tidak tampil di Piala Dunia, setiap pertandingan pastinya menarik.
"Kami dengan hormat namun tegas menolak komentar tersebut. Bagi negara-negara kami, tidak ada pertandingan Piala Dunia yang tidak penting," demikian bunyi pernyataan bersama, dikutip dari Anadolu.
Ceferin juga dinilai gagal memahami besarnya perjuangan yang harus dilalui untuk lolos ke Piala Dunia. Apa yang mereka capai sekarang ini adalah buah dari kerja keras yang dilakukan bertahun-tahun.
"Komentar semacam itu tidak mencerminkan aspirasi para pemain maupun bertahun-tahun kerja keras dan investasi yang diperlukan untuk mencapai kualifikasi. Setiap negara yang lolos berhak mendapatkan penghormatan. Setiap tim telah mendapatkan tempatnya berdasarkan prestasi.”
13 federasi sepak bola berharap komunitas sepak bola internasional memberi pengakuan dan penghormatan yang setara kepada setiap negara yang lolos ke Piala Dunia. Karena bisa tampil di turnamen bergengsi seperti ini adalah sebuah capaian yang luar biasa.
Kontroversi ini bermula setelah media Slovenia Zurnal 24 mengutip pernyataan Ceferin dalam sebuah konferensi di Ljubljana. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keraguannya terhadap manfaat dari penambahan jumlah peserta Piala Dunia.
"Saya pikir itu tidak baik untuk sepak bola karena kita memiliki banyak pertandingan yang sama sekali tidak menarik," kata Ceferin.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa format yang lebih besar memberi kesempatan kepada negara-negara kecil untuk merasakan atmosfer Piala Dunia. "Di sisi lain, bahkan negara-negara kecil dapat berpartisipasi dan merasakan denyut Piala Dunia, dan itu merupakan hal yang besar.”