TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Jepang menunjukkan jati diri saat menghadapi Belanda.

Jepang meraih hasil seri menghadapi Belanda di laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026). Bila melihat fakta bahwa Samurai Blue mesti dua kali menyamakan skor, satu poin menjadi berharga bagi mereka. Apalagi, mereka sudah bertekad untuk sekurangnya tidak kalah.

Beberapa komentar usai laga yang dihelat di Dallas Stadium itu menghasilkan sebuah benang merah: Jepang menegaskan ketetapan menerapkan rencana permainan. Rencana itu diikuti semangat pantang menyerah yang diperlihatkan Takefusa Kubo cs. 

"Saya kecewa kami gagal menang. Namun, meskipun kami dua kali tertinggal, para pemain tidak pernah menyerah dan bertarung keras bersama-sama sebagai sebuah tim. Sementara meraih satu angka terasa agak mengecewakan, tapi bisa mendapatkan hasil melalui usaha kolektif. Kami sabar bertahan dan kemudian mencoba lebih agresif saat maju. Para pemain menjalankan apa yang kami rencanakan dan persiapkan," ucap pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, dikutip dari FIFA.

"Kami telah berbicara sebelum pertandingan bahwa kami harus setidaknya meraih satu poin. Laga berlangsung berat, tapi kami berhasil memperlihatkan apa yang kami persiapkan, dan baguslah kami bisa meraih setidaknya satu poin itu. Menghadapi kubu kuat seperti Belanda, kalau tertinggal 0-1, bisa secara mudah menjadi 0-2 atau 0-3. Fakta bahwa kami bisa membalas dan mendapatkan hasil imbang menunjukkan karakter tim ini," ucap pencetak gol penyeimbang, Daichi Kamada. 

Gelandang Crystal Palace ini melayangkan pula fokus pada laga Samurai Blue berikutnya, yaitu menghadapi Tunisia pada 20 Juni. Menurutnya, Jepang tidak boleh mengecewakan lagi di laga kedua fase grup seperti di Qatar 2022 saat kalah dari Kosta Rika. "Kali ini kami ingin meraih tiga poin dan memastikan kelolosan ke fase berikutnya," ucap Kamada.

Hal senada Kamada diungkapkan bek tengah Yukinari Sugawara. Bek Werder Bremen itu bahkan menggaris bawahi kesetiaan Jepang pada rencana permainan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Entah kami tertinggal satu gol, atau memimpin, atau menyamakan kedudukan, kami sudah berbicara sebelumnya soal tidak mengubah apa yang harus kami lakukan. Jadi saya pikir kami mampu tetap pada rencana: tidak panik, tidak ragu. Kini kami harus tetap rapat di belakang dan mencegah kemasukan. Untuk serangan, kami perlu bisa mengeluarkan lebih banyak gagasan dan menambahkan inisiatif permainan. Dengan begitu kami bisa menjadi lebih baik," tutur Sugawara.