TVRINews - Bagdad, Irak

Timnas Irak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah gol yang diciptakan dua penyerang mereka, Aymen Hussein dan Ali Al-Hamadi.

Diego Maradona dan Jorge Valdano, Pele dengan Jairzinho, atau Gary Lineker berduet dengan Peter Beardsley. Timnas Irak punya Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein. Duet ini mencetak gol di laga lawan Bolivia, dalam final play-off Piala Dunia 2026, Selasa (31/3/2026).

Ali Al Hamadi pencetak gol pertama Irak di menit ke-10 setelah memanfaatkan asis Amir Al-Ammari. Namun, Bolivia menyamakan kedudukan membuat skor 1-1 di babak pertama.

Pelatih Graham Arnold kemudian menurunkan Marko Farji yang menggantikan Youssef Amyn. Hasilnya, Irak mencetak gol kedua lewat aksi Aymen Hussein memanfaatkan umpan silang Marko Farji, yang membuat mereka menang 2-1 dan lolos ke Piala Dunia 2026.

Setelah terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1986, Timnas Irak akhirnya kembali lagi di turnamen ini. Penantian selama 40 tahun akhirnya berakhir karena dua gol duet penyerang lini depan tim berjulukan Lions Mesopotamia ini.

Publik sepak bola Irak kemudian menyambut para pemain di Bagdad. Menurut data, sekitar 46 juta warga Irak di seluruh dunia menyaksikan pertandingan tersebut. “Irak adalah negara yang dibangun di atas kesabaran dan kekuatan, dan apa yang telah dicapai adalah hari yang akan tetap terukir dalam ingatan kami,” kata Ali Al-Hamadi, bintang yang bermain di sepak bola Inggris, Ipswich Town dan kini dipinjamkan ke Luton Town.

Sebagian besar, kemenangan Irak atas Bolivia memang ditandai dengan sejumlah keputusan Graham Arnold yang efektif. Termasuk menduetkan Ali Al-Hamadi dengan Aymen Hussein.

Itu pertama kali kedua pemain ini bermain bersama dalam satu laga sejak Irak di bawah asuhan Graham Arnold. Dengan demikian pula, pertama kali keduanya tampil sebagai starter di lini depan Timnas Irak era Graham Arnold.

Meski demikian, duet Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein sudah bermain bersama bahkan sejak 2020 silam ketika Timnas Irak masih di bawah asuhan Dick Advokaat. Hanya, saat itu keduanya belum sebagai starter.

Baru pada era kepelatihan Jesus Casas, Timnas Irak bermain dengan duet ini. Kali pertama duet ini muncul di lapangan terjadi di laga uji coba menghadapi Rusia dengan hasil akhir untuk kemenangan Rusia, 2-0.

Dalam pertandingan tersebut, Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein sempat bermain bersama dalam 74 menit sebelum akhirnya kedua pemain ini diganti. Saat itu, eksperimen Jesus Casas dianggap gagal.

Keduanya diturunkan sebagai pemain pengganti di laga uji coba lawan Yordania. Hasilnya cukup bagus di mana Aymen Hussein mencetak gol di menit ke-70 setelah mendapatkan asis Ali Al-Hamdani pada 17 Oktober 2023.

Duet ini kemudian kembali diturunkan dalam kualifikasi Piala Dunia zona Asia menghadapi Vietnam tahun 2023 lalu. Namun, tampil sebagai starter keduanya tidak mampu mencetak gol.

Jesus Casas memutuskan untuk menarik kedua penyerang ini di menit ke-61. Hasilnya, Irak berhasil mencetak gol jelang laga berakhir dari dari pemain pengganti, Mohanad Ali.

Setelah itu, selama tiga tahun duet ini tidak pernah terlihat lagi bermain bersama-sama dalam pertandinganm, baik sebagai starter maupun sebagai pemain pengganti. Hingga kemudian, Graham Arnold kembali menurunkan keduanya di laga menghadapi Bolivia. 

Dalam laga lawan Bolivia, keduanya pun tidak ada koneksi secara langsung dalam terciptanya gol. Baik Aymen Hussein maupun Ali Al-Hamadi mencetak gol setelah memanfaatkan umpan rekan setimnya yang lain.

Keputusan Graham Arnold menduetkan kembali penyerang ini tidaklah mengejutkan karena keduanya memang sudah menebarkan ancaman dari fisik mereka. Ali Al-Hamadi dengan tinggi 1,89 meter sedangkan Aymen Hussein 1,87 meter.

Faktor keduanya yang membuat pola 4-4-2 yang diterapkan Graham Arnold berjalan efektif. Aymen Hussein pemain senior dengan 93 laga dan mencetak 33 gol. Sedangkan Ali Al-Hamadi telah bermain dalam 17 laga dengan mencetak lima gol.

Kehadiran keduanya memang dibutuhkan karena Irak berada dalam grup yang sangat sulit. Mereka akan bertarung dengan tim seperti Prancis, Norwegia, dan Senegal dalam persaingan di fase grup.