TVRINews - Sao Paulo, Brasil

Sejarah membuktikan bahwa pengalaman sering kali mengalahkan semangat muda dalam tekanan tinggi babak gugur.

Petenis muda sensasional Brasil, Joao Fonseca secara terbuka memberikan dukungannya agar Neymar dibawa ke Piala Dunia 2026. Ia meyakni kehadiran bintang Santos tersebut akan memberikan dampak besar untuk Selecao.

Dukungan ini menjadi pengingat yang tepat bagi pelatih Carlo Ancelotti, mengenai kualitas unik dan pengaruh tak berwujud yang masih bisa ditawarkan Neymar. Sebagian besar publik Brasil sangat berharap eks Barcelona tersebut masuk skuad Tim Samba di Piala Dunia 2026.

Neymar diyakini bisa membimbing rekan-rekan setimnya di Piala Dunia 2026. Keyakinan tersebut muncul karena melihat rekam jejak dan kemampuan pesepak bola berusia 34 tahun tersebut.

"Saya pikir Brasil bisa menjalani Piala Dunia dengan baik. Terkait kontroversi yang ada, saya setuju Neymar berangkat ke Piala Dunia, terutama karena pengalaman yang ia bawa," kata Fonseca dari ajang Monte-Carlo Masters 1000 dikutip ESPN.

"Saya bukan ahli sepak bola, ini hanyalah pendapat saya, namun saya akan terus bersorak agar Brasil bisa menjadi juara," sosok berumur 19 tahun tersebut menambahkan.

Setelah menjalani masa karier di Arab Saudi yang terganggu oleh cedera ACL parah, Neymar akhirnya memutuskan untuk kembali ke klub asalnya. Santos telah menyambut kembali pahlawan mereka dengan tangan terbuka, meski banyak pihak masih mempertanyakan ketajaman bermainnya setelah absen cukup lama.

Musim ini, Neymar harus berjuang keras dalam proses pemulihan usai operasi lutut yang membuatnya terpaksa melewatkan tujuh pertandingan di kompetisi Campeonato Paulista. Namun, ia tetap menunjukkan kualitasnya saat kembali merumput dengan mengemas satu gol dari dua penampilan yang dilakoninya.

Di kompetisi kasta tertinggi, Campeonato Brasileiro Serie A, Neymar tercatat telah tampil dalam empat pertandingan dengan kontribusi dua gol dan satu asis dalam 359 menit bermain. Catatan statistik ini menunjukkan bahwa meski belum sepenuhnya fit, insting mencetak golnya tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Sejarah membuktikan pengalaman seringkali lebih berharga daripada semangat muda dalam lingkungan bertekanan tinggi seperti babak gugur turnamen besar. Brasil sering kali mengandalkan kecemerlangan individu untuk memecah kebuntuan, dan Neymar memiliki rekam jejak yang terbukti mampu melakukan hal itu.

Walau narasi mengenai mimpi yang memudar sering didengungkan oleh para kritikus setelah cedera panjangnya, dorongan psikologis dari pemain sekaliber Neymar di ruang ganti tidak bisa diabaikan. Bagi skuad yang diisi banyak talenta muda, kehadiran veteran yang telah merasakan asam garam kompetisi bisa menjadi pembeda antara kegagalan dini atau meraih bintang keenam.

Ancelotti saat ini tengah menyusun lembar taktik terakhirnya seiring persiapan tim-tim raksasa dunia yang mulai memanaskan mesin. Brasil dijadwalkan menghadapi Panama pada 31 Mei mendatang sebagai laga pemanasan sebelum terjun ke persaingan ketat di Grup C Piala Dunia 2026.

Lawan-lawan berat telah menanti Selecao di fase grup, mulai dari Maroko pada 14 Juni, disusul Haiti pada 20 Juni, dan Skotlandia pada 25 Juni. Ancelotti kini sedang mengevaluasi setiap opsi pemain yang tersedia guna memastikan langkah awal yang sempurna bagi timnya.

Ancelotti memikul beban berat untuk membawa trofi prestisius tersebut kembali ke tanah Brasil setelah penantian yang cukup panjang. Keputusan mengenai disertakannya Neymar atau tidak akan menjadi salah satu perjudian taktik terbesar dalam karier kepelatihannya di level internasional.