Uruguai memasang empat bintang di jersei meski baru dua kali juara Piala Dunia. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta, Indonesia
FIFA memiliki aturan ketat mengenai pencantuman bintang di jersei, yang biasanya hanya mewakili gelar juara Piala Dunia.
Panggung Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat siap menjadi saksi bisu perburuan takhta tertinggi sepak bola oleh negara-negara terbaik planet ini. Pertama kalinya dalam sejarah, turnamen paling prestisius ini memperluas skalanya dengan melibatkan 48 kontestan yang terbagi ke dalam 12 grup.
Kehadiran para raksasa lapangan hijau tersebut biasanya ditandai dengan deretan bintang yang menghiasi kostum bertanding sebagai simbol kejayaan masa lalu. Jika Inggris dengan bangga menyematkan satu bintang di atas logo Three Lions dan Brasil memamerkan lima bintang ikonik, pemandangan unik justru tersaji pada jersei Uruguai.
Negara Amerika Selatan ini tampil beda dengan menyertakan empat bintang di atas logo mereka, sebuah fakta yang sering kali memicu kebingungan di kalangan penggemar. Secara catatan resmi, Uruguai baru dua kali mengangkat trofi Piala Dunia, yakni saat menjadi tuan rumah edisi perdana tahun 1930 dan ketika membungkam publik Brasil pada 1950.
Catatan sejarah tersebut menjelaskan asal-usul dua bintang Piala Dunia milik Uruguai, namun bagaimana dengan dua bintang lainnya? Faktanya, memang belum pernah lagi dinobatkan sebagai juara dunia sejak 1950, tetapi mereka sebenarnya telah meraih pencapaian serupa sebanyak dua kali sebelum Piala Dunia resmi dibentuk FIFA pada 1930.
Uruguai tercatat sukses meraih medali emas Olimpiade pada 1924 dan 1928 secara berturut-turut. Masa itu FIFA belum membentuk badan Piala Dunia, sehingga kemenangan di turnamen tersebut dianggap setara dengan penobatan juara dunia sepak bola, sehingga Uruguai berhak mengenakan empat bintang karena telah membuktikan diri sebagai yang terbaik di dunia dalam empat kesempatan berbeda.
FIFA sebenarnya memiliki panduan ketat mengenai pencantuman bintang pada jersei dan sempat tidak menyetujui penggunaan empat bintang oleh Uruguai. Pada 2021, FIFA sempat meminta mereka untuk menghapus dua bintang tersebut karena dianggap tidak diraih dalam ajang resmi Piala Dunia.
Permintaan tersebut muncul menjelang Piala Dunia 2022, sponsor kostum Uruguai, Puma, diinstruksikan untuk melakukan penyesuaian desain. Dua bintang yang dipersoalkan merujuk pada medali emas Olimpiade yang diraih negara tersebut di Paris pada 1924 dan Amsterdam empat tahun kemudian, yang di era tersebut memang dianggap sebagai kejuaraan dunia.
Federasi Sepak Bola Uruguai (AUF) kemudian mengajukan keberatan dan bersikeras untuk tetap mempertahankan keempat bintang tersebut di jersei. Wakil Presiden AUF, Gaston Tealdi, memberikan argumen kuat terkait pengakuan sejarah yang telah diberikan oleh badan sepak bola dunia tersebut.
"FIFA selalu mengakui, bahkan secara publik, bahwa Uruguai memiliki empat gelar Piala Dunia karena pada tahun 1924 dan 1928 [turnamen sepak bola Olimpiade] dikelola oleh FIFA, dan baru pada tahun 1930 mereka memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan secara mandiri," ungkap Tealdi.
"Ini adalah kesempatan untuk melegalkan situasi tersebut dan jika hal ini berujung pada pengakuan secara tertulis, maka itu akan disambut dengan baik," Tealdi melanjutkan.
Uruguai akhirnya diizinkan menggunakan empat bintang pada jersei mereka dalam lima penampilan Piala Dunia berturut-turut sejak 2002 hingga 2022. FIFA baru-baru ini juga telah mengonfirmasi memberikan izin serupa untuk turnamen di Amerika Utara pada musim panas ini.
Ketegasan aturan FIFA mengenai masalah bintang ini juga sempat dialami oleh Mesir sebagai salah satu contoh nyata lainnya. Mereka sempat berencana merilis kostum dengan tujuh bintang untuk Piala Dunia 2018 di Rusia, tetapi rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh FIFA.
Mesir dipaksa menghapus ketujuh bintang yang melambangkan kemenangan di Piala Afrika, karena gelar tersebut tidak terkait dengan prestasi di Piala Dunia. Alhasil, mereka hanya diizinkan memakai tujuh bintang pada laga non-FIFA dan akan tampil tanpa bintang di jersei di Piala Dunia.