TVRINews – Montevideo, Uruguai

Marcelo Bielsa akan menjalani Piala Dunia ketiganya sebagai pelatih, perjalanan yang diwarnai kesuksesan dan kegagalan

Sekitar tiga bulan lagi – tepatnya 66 hari ke depan – Marcelo Bielsa akan memulai tugas ketiganya sebagai pelatih tim nasional sepak bola di turnamen Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. 

Sepanjang kariernya sebagai pelatih, raihan El Loco – julukan Bielsa – diwarnai naik dan turun. Setiap penggemar sepak bola tentu memiliki pendapatnya sendiri tentang Bielsa. Tidak ada istilah tengah-tengah, yang ada hanya cinta atau benci. 

Pria asal Argentina berusia 70 tahun itu sudah memimpin dua tim di dua Piala Dunia: Argentina dan Cili. Kini, Piala Dunia 2026, trilogi dimulai. Kali ini Bielsa menangani Uruguai, juara Piala Dunia 1930 dan 1950. 

Argentina, Piala Dunia 2002: Sebuah Kegagalan Bersejarah

Bielsa mengambil alih posisi manajer tim nasional Argentina pada tahun 1998, menggantikan Daniel Passarella. Masa baktinya di Newell's Old Boys dan Velez Sarsfield telah menjadikan Bielsa figur penting dalam sepak bola Argentina. 

El Loco menghadapi tugas sulit untuk memimpin tim nasional melewati masa transisi. Selama tahun-tahun tersebut, Bielsa dikritik oleh pers dan penggemar karena beberapa keputusan taktis dan banyak ledakan emosi. 

Namun, penampilan kuat tim dalam kualifikasi Piala Dunia 2002 meredakan beberapa kontroversi tersebut. Kontroversi terbesar, bagaimanapun, terjadi sebelum turnamen itu sendiri. 

Bielsa memutuskan untuk tidak memasukkan dua pemain kunci sepak bola Argentina ke dalam skuad. Juan Roman Riquelme (sosok sentral dalam dua gelar Copa Libertadores berturut-turut Boca Juniors) maupun Javier Saviola (yang baru saja dikontrak oleh FC Barcelona) tidak masuk dalam daftar. 

Di Piala Dunia 2002, Argentina tiba dengan salah satu generasi terbaik dalam sejarahnya. Bahkan tanpa dua bintang internasionalnya, mereka memiliki pemain-pemain sekaliber Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, Pablo Aimar, Juan Sebastian Veron, dan Javier Zanetti. 

Dalam konteks itu, La Albiceleste adalah kandidat serius untuk menjadi juara dunia. Pertandingan pertama mereka adalah melawan Nigeria. Suasana tidak sepenuhnya negatif. Kurangnya penyelesaian akhir hampir membuat anak asuh Bielsa gagal. 

Tetapi kemenangan 1-0 mengamankan tiga poin pertama mereka. Bencana dimulai pada pertandingan kedua, dengan kekalahan 0-1 melawan Inggris. 

Hasil itu membuat La Albiceleste membutuhkan kemenangan di laga ketiga untuk melaju ke babak 16 besar. Namun, Swedia yang menjadi salah satu tim kejutan turnamen, mampu menahan Argentina 1-1 untuk menyingkirkan mereka dari kompetisi.

Tidak ada ampun, tidak ada air mata yang tersisa untuk ditumpahkan. Salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Argentina tersingkir dari Piala Dunia 2002 di babak penyisihan grup. Tidak ada yang seperti itu terjadi sejak Cili 1962. 

Terlepas dari kekalahan tersebut, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) tetap mempertahankan posisinya. Dua tahun setelah kegagalan Piala Dunia, El Loco memenangi medali emas di Olimpiade Athena 2004. Satu-satunya gelar yang belum diraih tim nasional sepak bola Argentina. 

Kemudian Bielsa mengundurkan diri karena mengaku “kurangnya energi.” Beberapa waktu kemudian, ia menggambarkan dirinya sebagai protagonis dari “kegagalan terbesar dalam sepak bola Argentina.” Itulah Bielsa sejati.

Cili, Piala Dunia 2010: Sebuah Kejutan

Setelah sekitar tiga tahun vakum dari dunia kepelatihan, Marcelo Bielsa menerima panggilan dari Cili. La Roja gagal lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi terakhir. Bersamanya, mereka menemukan cara baru untuk bersaing. 

Sejak Bielsa mengambil alih posisi pelatih pada Agustus 2007, Cili telah diakui sebagai salah satu tim terkuat di sepak bola Amerika Selatan. Mereka memilih gaya bermain yang menuntut fisik tetapi efektif. 

Bielsa dan Cili pun akhirnya tiba di Afrika Selatan 2010 dengan tujuan untuk lolos dari babak penyisihan grup. Mereka memulai Piala Dunia 2010 dengan kemenangan 1-0 melawan Honduras dan Swis. Ini adalah kemenangan Piala Dunia pertama Cili di luar negara mereka dalam 60 tahun. 

Meskipun kalah dari Spanyol di pertandingan ketiga babak penyisihan grup, Cili berhasil mengamankan kualifikasi bersejarah ke babak 16 besar. Di sana, mereka memang dihancurkan oleh Brasil (0-3). 

Terlepas dari kesan positif di Piala Dunia, Bielsa akhirnya mengundurkan diri karena perselisihan dengan manajemen federasi Cili. Ini mengakhiri masa baktinya bersama La Roja setelah memimpin mereka meraih salah satu kejutan terbesar di turnamen tersebut.

Uruguai, Piala Dunia 2026: Belum Diketahui

Mulai menangani Uruguai pada Mei 2023, Bielsa berhasil mengantar juara dunia 1930 dan 1950 itu lolos ke Piala Dunia 2026 di kualifikasi Amerika Selatan (zona Conmebol), usai mengoleksi tujuh kemenangan, tujuh imbang, dan empat kekalahan dari 18 laga. 

Finis di posisi keempat, poin Uruguai (28) sama dengan satu tim di atas mereka (Kolombia) dua tim di bawah mereka (Brasil dan Paraguai) yang juga lolos langsung. 

Namun dalam enam laga terakhir yang semua berstatus persahabatan, Uruguai hanya mampu menang dua kali, sekali kekalahan telak dari Amerika Serikat (1-5), dan tiga hasil imbang, termasuk dua persahabatan resmi terakhir dari FIFA pada 27 Maret melawan Inggris (1-1) dan Aljazair (0-0) empat hari berselang.

Akan tergabung di Grup H bersama Spanyol, Tanjung Hijau, dan Arab Saudi, pencinta La Celeste akan menunggu apakah tim kesayangan mereka itu bisa menyamai atau melebihi hasil terbaik mereka setelah juara, yakni peringkat keempat (semifinalis) pada 1954, 1970, dan 2010.