Penyerang dan kapten Timnas Bosnia, Edin Dzeko. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Toronto, Kanada
Pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez tidak memainkan striker Edin Dzeko saat melawan Kanada di Grup B Piala Dunia 2026 dan itu cukup mengejutkan.
Ada yang agak kurang dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026 antara salah satu tuan rumah, Kanada, melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto Stadium pada Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (13/06/2026) dini hari WIB.
Pelatih Timnas Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez tidak menurunkan pencetak gol terbanyak negara tersebut, Edin Dzeko. Mantan striker Manchester City dan AS Roma itu terlihat di bangku cadangan namun tidak diturunkan sama sekali.
Mungkin, tidak sedikit penggemar The Dragons yang meyakini tim kesayangan mereka bisa saja memenangi laga melawan Kanada (hasil akhir imbang 1-1) jika Dzeko diturunkan. Absennya Dzeko membuat ban kapten dipegang bek kiri Sead Kolasinac.
Namun masalahnya bukan dari hasil imbang atau siapa yang menjadi kapten saat melawan Kanada. Pertanyaannya, mengapa Barbarez tidak menurunkan striker yang sudah mencetak 73 gol dalam 148 pertandingan bersama Bosnia dan Herzegovina itu, saat melawan Kanada.
Di usia 40 tahun dan 87 hari, Dzeko bisa menjadi pemain outfield (bukan kiper) tertua kedua yang turun di sebuah pertandingan Piala Dunia.
Tidak ada berita yang menyebut Dzeko cedera atau bermasalah dengan kebugaran. Melihat usia Dzeko yang sudah kepala empat, memang ia tidak bisa diharapkan bermain penuh selama 90 menit.
Dengan pendekatan ini, Barbarez selaku pelatih bisa melihat seberapa awal mereka ingin memasukkannya ke lapangan tergantung pada jalannya pertandingan. Strategi ini juga bisa memungkinkan Dzeko untuk tampil lebih tajam di sisa babak penyisihan grup.
Namun, keputusan mencadangkan Dzeko ini berisiko karena bahkan hingga kini ia adalah ancaman ofensif paling berbahaya yang dimiliki Bosnia.
Padahal, dengan hasil imbang dari Kanada, upaya Bosnia untuk merebut poin penuh di laga berikutnya akan kian berat karena harus melawan Swis, favorit kuat penguasa Grup B.