Kegagalan pada Piala Afrika 2025 dinilai menjadi pelecut Gana untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Boston, Amerika Serikat
Pemerintah Kanada menolak visa gelandang top Timnas Gana Thomas Partey sehingga tidak bisa membela negaranya di pertandingan pertama Piala Dunia 2026.
Salah satu bintang Tim Nasional Gana, Thomas Partey, dipastikan tidak bisa membela negaranya dalam pertandingan pertama Piala Dunia 2026 melawan Panama setelah permohonan visanya untuk memasuki Kanada ditolak.
“FIFA mengonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari Kamp Tim Gana di Boston, Amerika Serikat (AS), ke Kanada,” demikian pernyataan FIFA pada hari Jumat (12/06/2026), kepada Reuters.
“Dengan begitu, ia akan melewatkan pertandingan pertama mereka (Gana) melawan Panama pada hari Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak oleh Pemerintah Kanada. FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk peninjauan visa.”
Pemerintah Kanada dikabarkan tidak merespons pertanyaan soal alasan penolakan visa tersebut, dari surat elektronik yang dikirimkan Reuters.
Gana akan menjalani pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2026 ini dengan melawan Panama di Toronto Stadium pada Kamis (18/06/2026) pagi mulai pukul 06:00 WIB.
Partey diyakini baru bisa memperkuat Gana pada laga kedua saat melawan Inggris di Boston pada 23 Juni waktu setempat serta pertandingan terakhir Grup L melawan Kroasia di Philadelphia pada 28 Juni.
Saat masih membela klub Liga Premier, Arsenal FC, Partey menghadapi tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual di Inggris. Namun, pemain yang kini membela klub La Liga Spanyol, Villarreal CF, itu membantah tuduhan tersebut.
Thomas Partey adalah salah satu bintang paling terkemuka dan wakil kapten Timnas Gana. Gelandang berusia 32 tahun ini telah mencatatkan lebih dari 50 penampilan untuk Black Stars.
Partey juga menjadi satu-satunya pemain Black Stars yang mampu merebut tiga penghargaan Pemain Sepak Bola Terbaik Gana (2018, 2019, dan 2025).
Partey bisa bermain sama baiknya sebagai gelandang bertahan atau gelandang tengah. Dikenal karena kecerdasan taktisnya, kekuatan fisik, dan jangkauan umpannya, Partey juga mampu berperan sebagai pengatur permainan yang bermain lebih dalam (deep-lying playmaker) maupun gelandang box-to-box.