TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti tengah memikirkan posisi yang tepat untuk Endrick di Piala Dunia 2026.

Pelatih Tim Nasional Brasil Carlo Ancelotti sedang menyelesaikan persiapan laga pertama skuadnya di Piala Dunia 2026, pertandingan debutnya menangani tim nasional sejak ia mengambil alih kepemimpinan pada Mei tahun lalu. 

Susunan pemain inti hampir lengkap, dengan tanda tanya terbesar masih menggantung di posisi penyerang. Vinicius Junior dan Raphinha sebagai starter yang tidak tergoyahkan. Namun, posisi pemain nomor sembilan masih kosong. 

Endrick datang tidak hanya untuk melakoni Piala Dunia pertamanya tetapi juga bersaing untuk posisi tersebut dengan melawan sejumlah striker matang dan berpengalaman.

Brasil memulai persiapan pertengahan pekan untuk pertandingan pembuka mereka melawan Maroko di Red Bull Performance Center yang canggih di Morristown, New Jersey. 

Jauh dari kebisingan luar, dalam lingkungan terisolasi yang belum pernah terlihat sejak Rusia 2018, Ancelotti sedang menyelesaikan susunan 11 pemain inti yang akan turun ke lapangan di New York Ner Jersey Stadium pada Minggu (14/06/2026) mulai pukul 05:00 pagi WIB.

Perdebatan terkait siapa pemain nomor sembilan skuad inti Brasil melibatkan tiga nama, yakni Matheus Cunha, Igor Thiago, dan Endrick. Ancelotti tampaknya sudah memiliki favorit yang jelas, Cunha. 

Striker Manchester United tersebut diperkirakan akan menjadi pilihan untuk memperkuat lini serang Brasil. Sebagai pemain inti reguler bagi Ancelotti sejak awal masa jabatannya, Cunha dikagumi karena kepemimpinannya dan kemampuan menekannya, kualitas yang dianggap tidak bisa ditawar oleh pelatih asal Italia tersebut.

Kasus Igor Thiago patut diperhatikan. Staf pelatih mencatat dengan cermat kontribusi striker Brentford itu dalam pertandingan melawan Mesir, saat ia memberikan kedalaman dan penyelesaian yang lebih baik di kotak enam yard. 

Seorang striker jangkung dan atletis, Igor Thiago adalah tipe penyerang nomor sembilan klasik tetapi dengan karakteristik striker modern berupa kecepatan dan teknik.

Ancelotti menegaskan bahwa melawan Atlas Lions kontribusi defensif dan perebutan bola akan menjadi yang terpenting, terutama di sayap kiri untuk mendukung Vinicius Junior dalam permainan umpannya dengan Achraf Hakimi dan Brahim Diaz. 

Dalam skenario tersebut, susunan pemain Brasil kemungkinan akan berbentuk 4-2-3-1 dengan komposisi Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes; Luiz Henrique, Raphinha, Vinicius Jr; dan Matheus Cunha.

Endrick sebagai Pemeran Sekunder 

Lalu bagaimana dengan Endrick? Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) memahami bahwa pada awalnya penyerang yang baru berusia 19 tahun itu akan memegang peran yang lebih sekunder, sebagai penentu jalannya pertandingan tergantung pada lawan dan situasi. 

Selalu dikatakan bahwa perkembangan penyerang milik Real Madrid yang tengah dipinjamkan ke Olympique Lyon itu tidak boleh diburu-buru tetapi lebih baik berkembang secara bertahap sesuai dengan perkembangannya sebagai pemain. 

Endrick memang harapan besar.Namun untuk Piala Dunia ini, CBF berasumsi bahwa peran utama harus diisi oleh pemain lain.

Melihat karakteristik dan penampilannya di Lyon musim ini, Endrick bisa dimainkan di bermacam posisi, mulai dari sayap kanan, second striker, atau bahkan penyerang murni. 

Endrick telah menunjukkan kemampuannya untuk berkolaborasi dengan baik dengan beberapa penyerang di dalam kotak penalti dan telah membuktikan bahwa ia memiliki bakat mencetak gol. 

Dalam skenario tersebut, dan tergantung pada perubahan yang mungkin terjadi selama Piala Dunia, Endrick bisa bermain sebagai gelandang serang sehingga memungkinkan Raphinha untuk menempati sayap kanan, dan bahkan bisa berduet dengan Vinicius Jr di lini depan pada beberapa kesempatan.

Dengan begitu, Ancelotti bisa menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 yang terdiri dari Alisson; Danilo/Ibanez, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro/Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Endrick, Vinicius Jr; dan Matheus Cunha/Igor Thiago. 

Formasi itu bisa berubah menjadi 4-4-2 – tergantung situasi maupun lawan – dengan komposisi Alisson; Danilo/Ibanez, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro/Douglas Santos; Raphinha, Casemiro, Bruno Guimaraes, Matheus Cunha/Gabriel Martinelli; Endrick/Igor Thiago, Vinicius Jr.