TVRINews - Toronto, Kanada

Permainan energik Ismael Kone menjadi kunci keberhasilan Kanada mendulang poin pertama bersejarah di Piala Dunia.

Ambisi Kanada untuk mencetak kemenangan pertama pada dalam sejarah Piala Dunia terpukul gol Bosnia dan Herzegovina sesaat sebelum rihat hidrasi babak pertama. Akan tetapi, sebelum gol lawan itu pun Kanada sudah terlihat bergantung pada kiprah Ismael Kone di lini tengahnya di laga pada Jumat (12/6/2026) itu.

Pemilik nama lengkap Ismael Kenneth Jordan Kone ini tampil penuh energi sebagai motor permainan Kanada. Untuk segi defensif, sergapannya kerap membuat pemain-pemain Bosnia dan Herzegovina melihat penguasaan bola berbalik ke tuan rumah.

Sepanjang pertandingan, dribel Ismael Kone mengawali sejumlah peluang The Maple Leaf Team. Buah aspek ofensif ini muncul pada menit ke-78.

Ismael Kone menyajikan giringan dari sektor kiri menuju ke tengah depan kotak penalti. Gelandang Sassuolo ini lalu melepaskan operan yang pada akhirnya menjadi operan kunci.

Operan Kone disontek oleh pemain pengganti, Promise David. Bola mengarah ke dalam kotak penalti. Di sana, si kulit bundar dikendalikan dan dilesakkan dengan sepakan setengah voli oleh pemain pengganti lainnya, Cyle Larin.

Kanada terhindar dari kekalahan sekaligus mendulang angka pertama setelah selalu kalah di enam laga fase grup sebelumnya. Meski begitu, peran besar Kone berpotensi ditepikan. Dua situs yang menyajikan perkembangan skor secara langsung sekaligus nilai pemain yang turun, Fotmob dan Flashscore, pun cenderung memberikan ponten kecil buat Ismael Kone.

Namun, TVRI, yang kebetulan sama seperti FIFA, memilih Ismael Kone sebagai pemain terbaik partai di Toronto Stadium itu. Beberapa aspek membuat performa Kone sangat layak diperhitungkan. 

Pemain kelahiran Abidjan, Pantai Gading, itu menorehkan 51 operan tepat sasaran dari total 61 operan atau 84 persen akurat. Yang mengesankan, akurasi operan itu masih mencapai 74 persen, hasil 17 operan akurat dari 23 operan, di sepertiga lapangan depan Kanada.

Pemain berusia 23 tahun itu mencatat 75 persen akurasi operan jarak jauh. Dari empat operan jarak jauh, tiga di antaranya menemui target.

Kone menghasilkan pula 81 sentuhan pada bola, hanya kalah dari bek tengah timnya, Derek Cornelius.