Ilustrasi Kota New York Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jalisco, Meksiko
Meksiko berkomitmen tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk potensi relokasi laga jika terjadi kendala visa di Amerika Serikat.
Pemerintah Meksiko berupaya meredam kekhawatiran para penggemar terkait jaminan keamanan menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil setelah insiden tewasnya seorang bos kartel narkoba Nemesio Oseguera Cervantes yang memicu gelombang kekerasan di salah satu kota tuan rumah.
Kematian sosok yang dikenal dengan nama El Mencho tersebut membuat anggota kartel Jalisco New Generation melancarkan aksi kekerasan di seluruh kota Jalisco. Situasi tersebut terjadi pada Februari lalu atau hanya beberapa pekan sebelum ibu kota negara bagian, Guadalajara, menggelar laga final play-off interkontinental.
Kondisi ini menjadi sorotan tajam karena Guadalajara dijadwalkan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026, di mana Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada. Namun, Sekretaris Pariwisata Jalisco, Michelle Fridman, dengan tegas membantah anggapan wilayahnya tidak aman bagi pengunjung internasional.
"Ketika orang bertanya kepada saya apakah Jalisco aman, saya dapat memberi tahu Anda bahwa Jalisco sama amannya dengan destinasi lainnya," kata Fridman kepada City AM.
"Apakah itu berarti saya bisa menandatangani dokumen bahwa tidak akan terjadi apa-apa? Tidak, saya rasa saya tidak bisa melakukan itu. Tapi saya rasa London, Paris, atau New York pun tidak bisa melakukannya," Fridman menambahkan.
Fridman kemudian membandingkan data kriminalitas wilayahnya dengan kota-kota besar di dunia untuk memberikan perspektif yang lebih adil bagi publik. Menurutnya, citra Meksiko di mata media internasional seringkali tidak selaras dengan fakta statistik keamanan yang ada di lapangan.
"Apa yang bisa saya sampaikan adalah jika kita merujuk pada angka, angka keamanan di Jalisco bahkan lebih baik daripada destinasi seperti New York – tingkat pembunuhan di Jalisco tiga kali lebih rendah daripada tingkat pembunuhan di New York. Jadi saya rasa cakupan mengenai apa yang terjadi di Meksiko cukup tidak adil," ujarnya.
Estadio Guadalajara yang berkapasitas 50.000 penonton nantinya akan menjadi saksi laga penting antara tuan rumah Meksiko melawan Korea Selatan. Selain itu, stadion tersebut juga akan menggelar pertandingan grup yang melibatkan tim nasional Republik Ceko, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Uruguai, dan Spanyol.
Oleh karena itu, Fridman berharap wilayah tersebut diharapkan mendapatkan lonjakan pariwisata yang signifikan berkat kedatangan para pendukung tim nasional dari berbagai negara. Meski Jalisco sudah populer sebagai destinasi wisata, ajang Piala Dunia 2026 diyakini dapat memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar.
Muncul spekulasi apakah Jalisco bersedia menampung tim nasional Iran jika dilarang memasuki Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026. Team Melli dijadwalkan melakoni pertandingan di Los Angeles dan Seattle yang merupakan wilayah hukum Amerika Serikat.
"Secara teknis saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya jika berkaitan dengan Piala Dunia dan FIFA. Saya rasa itu adalah sesuatu yang hanya bisa diputuskan oleh FIFA," ungkap Fridman menanggapi kemungkinan relokasi pertandingan tersebut.
"Apa yang bisa saya sampaikan adalah Meksiko akan selalu terbuka untuk menerima siapa saja – kami telah menunjukkan kebijakan sebagai negara yang ramah. Saya bisa berbicara tentang turis, mungkin bukan tentang pertandingan; kami terbuka untuk menerima semua orang," tuturnya.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran mengenai kebijakan visa dan deportasi internal di Amerika Serikat yang membuat sebagian pihak menyebut hanya Kanada sebagai tuan rumah yang aman. Fridman menyanggah anggapan tersebut dengan menekankan bahwa setiap negara memiliki tantangan keamanannya masing-masing.
"Saya tidak memungkiri ada situasi yang terjadi di Meksiko, tetapi hal itu juga terjadi di setiap belahan dunia mana pun. Dan yang bisa saya sampaikan adalah Meksiko itu bersahabat, terbuka, dan merupakan destinasi yang ramah dengan penduduk yang baik hati," ucapnya.
Fridman menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah setempat. "Orang-orang akan merasa seperti di rumah sendiri saat mengunjungi Jalisco dan hal itu tidak akan pernah berubah."