TVRINews – Milan, Italia

Inter Milan ingin menambah kekuatan lini pertahanan dengan mendatangkan John Stones dan Cristian Romero.

Menyambut datangnya musim 2026/2027, Inter Milan berambisi untuk menambah kekuatan lini pertahanan. Dua pemain yang masuk dalam bidikan mereka ialah John Stones dan Cristian Romero.

Kedua pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 ini mencuri perhatian jajaran manajemen Inter. Mereka melihat peluang untuk mendatangkan keduanya, meski harus bersaing dengan sejumlah klub papan atas lainnya.

John Stones turut berkontribusi membawa Inggris mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menempati urutan ketiga. Dari delapan laga yang dimainkan tim berjuluk The Three Lions, ia tampil sebanyak lima kali.

Penampilan Cristian Romero bersama Argentina hingga ke final Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya kalah dari Spanyol terbilang impresif. Ia menjadi starter dalam tujuh dari delapan laga tim berjuluk Albiceleste.

Mengutip Team Talk, Inter Milan langsung bergerak cepat mengejar kedua pemain. Bahkan, mereka melakukan negosiasi dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya agar tidak ada klub lain yang mendahului.

Dalam mengejar tanda tangan Stones, Inter mendapat saingan dari sejumlah klub Inggris. Status bebas transfer bek berusia 32 tahun tersebut menarik minat sejumlah klub.

Sempat beredar kabar perwakilan Arsenal, Liverpool, dan Chelsea membuka komunikasi dengan agen dari Stones. Akan tetapi, durasi kontrak yang hanya setahun membuat sang pemain berpikir dua kali.

Inter datang dengan tawaran kontrak yang lebih menguntungkan bagi Stones. Tim berjuluk La Beneamata berani memberikan kontrak selama dua tahun. Inilah yang membuat tim Serie A tersebut dinilai lebih unggul ketimbang Arsenal, Liverpool, dan Chelsea.

Yang menarik, keinginan Inter merekrut Stones sudah muncul sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Mereka semakin bernafsu mengejar setelah melihat penampilannya bersama Inggris.

Sementara untuk Romero, negosiasi antara Inter Milan dengan Tottenham Hotspur dikabarkan terjalin intensif. Tawaran awal yang diajukan ialah uang sebesar 40 juta euro (Rp823 miliar) dengan skema pinjaman disertai kewajiban pembelian permanen.

Harga tersebut berada di bawah patokan awal Tottenham sebesar Rp1 triliun. Namun, seiring berjalannya waktu, tim berjuluk The Lilywhites bersedia menurunkan harga bek berusia 28 tahun tersebut.

Yang kemudian menjadi masalah bagi Inter adalah gaji Romero. Sang pemain meminta bayaran sebesar Rp134 miliar per musim, sementara pihak klub hanya mampu membayarnya Rp103 miliar.

Inter harus bergerak cepat karena Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid masih memantau situasi Romero. Persaingan tersebut membuat negosiasi diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang penutupan bursa transfer musim panas.