Pelatih Prancis, Zinedine Zidane. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Paris, Prancis
Zinedine Zidane ingin melanjutkan fondasi yang sudah ada dalam skuad Prancis, tetapi dengan membawa identitas permainannya sendiri.
Menjadi pelatih baru Prancis, Zinedine Zidane, menegaskan tidak akan meniru gaya kepelatihan Didier Deschamps maupun para pendahulunya. Meski bertekad mempertahankan fondasi yang sudah dibangun, ia ingin menghadirkan identitasnya sendiri bersama tim berjuluk Les Bleus.
Zidane resmi diperkenalkan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebagai pelatih baru pada Selasa (28/7/2026) WIB. Dalam konferensi pers perdananya, pria yang akrab disapa Zizou itu mengaku memiliki visi sendiri untuk membawa Prancis tetap berjaya.
"Perjalanan dan permainan tim nasional Prancis selama ini luar biasa. Saya menyaksikannya langsung dan menikmatinya seperti para pendukung lainnya. Tidak ada yang perlu dikritik dari apa yang telah terjadi. Namun, kami akan melakukan sesuatu yang berbeda. Didier Deschamps tetaplah Didier Deschamps. Laurent Blanc tetaplah Laurent Blanc. Zizou tetaplah Zizou," ujar Zidane, dikutip dari L'Equipe.
"Saya akan berusaha melakukan apa yang saya yakini sebagai pelatih. Tidak akan ada perubahan drastis karena saya ingin melanjutkan fondasi yang sudah ada agar tim nasional Prancis terus meraih kemenangan."
Zidane mengaku penunjukannya sebagai pelatih Prancis merupakan hari paling membahagiakan dalam karier kepelatihannya. Setelah menunggu kesempatan tersebut selama beberapa tahun, ia kini siap mewujudkan gagasannya di lapangan.
Meski belum mengungkap secara rinci konsep permainan yang akan diterapkan, pria berusia 54 tahun itu memberi isyarat bahwa tim asuhannya akan mengusung sepak bola menyerang.
"Mengenai gaya bermain, Anda akan segera melihatnya. Saya akan menjelaskannya dalam konferensi pers berikutnya. Saya adalah orang yang mencintai permainan sepak bola. Saya pernah bermain sebagai nomor 10, jadi yang memotivasi saya adalah mencetak gol dan memainkan sepak bola yang menarik," katanya.
"Saat masih bermain, saya adalah seorang pemimpin. Kini saya ingin menjadi pemimpin lewat pengalaman dan keyakinan saya sebagai pelatih. Nantinya Anda akan melihat sendiri," ia menambahkan.
Zidane optimistis dapat mewujudkan ambisinya karena mewarisi skuad yang dipenuhi pemain berkualitas. "Saya memiliki materi pemain yang sangat bagus, tim yang luar biasa. Sekarang tugas saya adalah menjelaskan proyek permainan yang ingin saya bangun.”
Mantan pelatih Real Madrid itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah lama mempersiapkan diri untuk menangani Prancis. Bahkan, sejak Didier Deschamps mengumumkan akan mengakhiri masa jabatannya pada awal 2025, Zidane sudah membulatkan tekad untuk menjadi penerusnya.
"Saya selalu mengikuti tim ini sebagai seorang suporter, tetapi juga sebagai pelatih. Itulah alasan saya tidak menerima tawaran melatih klub. Sejak sehari setelah Didier Deschamps mengumumkan keputusannya pada awal 2025, saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi penerusnya. Kesepakatan tercapai begitu saya bertemu dengan presiden federasi," tutur Zidane.
Kini fokus Zidane tertuju pada agenda pertamanya bersama Les Bleus di Liga Negara UEFA. Turki, Belgia dan Italia akan menjadi lawan Prancis pada September-Oktober mendatang.
"Saya sudah memikirkan empat pertandingan yang akan kami hadapi. Italia memiliki arti khusus bagi saya karena saya pernah bermain di sana, mengenal banyak orang, dan bisa berbicara bahasa Italia. Saya sudah mulai bekerja untuk mempersiapkan pertandingan-pertandingan tersebut," katanya.