TVRINews – Roma, Italia

Roberto Mancini akan kembali menjabat sebagai pelatih Timnas Italia sementara Federasi Sepak Bola Italia juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknis FIGC

Setelah sejumlah nama top muncul sebagai calon pelatih kepala Tim Nasional Italia, otoritas tertinggi sepak bola negara tersebut akhirnya memilih satu wajah lama yang sudah tidak asing bagi publik Negeri Spageti. 

“Roberto Mancini adalah pelatih kepala tim nasional (Italia) yang baru,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giovanni Malago memberikan konfirmasi dalam konferensi pers usai rapat Dewan Federasi, Selasa (28/7/2026) siang waktu setempat atau malam WIB. 

“Claudio Ranieri juga akan bergabung dengannya sebagai Direktur Teknis FIGC dan Presiden Klub Italia. Keduanya akan diperkenalkan besok pukul 18.00,” kata Malago seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Ranieri, mantan pelatih senior yang pernah menangani sejumlah klub elite Eropa, akan menggantikan Paolo Maldini yang mundur dari posisi Direktur Teknis FIGC bersama penasihatnya, Leonardo, hanya setelah 16 hari dipercaya menempati jabatan itu. 

Pada Minggu (26/7/2026) lalu, diputuskan bahwa pembicaraan dengan Andrea Pirlo—sosok pilihan Maldini dan Leonardo untuk menjadi pelatih Timnas Italia—tidak akan dilanjutkan karena adanya kekhawatiran terkait keterkaitannya dengan sebuah perusahaan judi asal Rusia.

“Sebuah pilihan yang telah saya finalisasi dan sepakati berdasarkan rekomendasi Maldini dan Leonardo. Namun kemudian saya batalkan karena alasan pertimbangan praktis,” kata Malagò terkait keputusannya untuk tidak memilih Pirlo.

Sebelumnya, Maldini dan Leonardo didatangkan untuk memimpin perombakan besar-besaran di FIGC setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Sejumlah nama top seperti Pep Guardiola yang baru pensiun dari Manchester City dan Carlo Ancelotti yang kini menangani Timnas Brasil, juga menolak tawaran posisi pelatih kepala Timnas Italia, yang telah lowong sejak kepergian Gennaro Gattuso. Terakhir, nama Antonio Conte juga muncul.

“Dia (Conte) adalah pelatih yang sejarahnya berbicara sendiri. Dia memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih, tetapi beberapa orang terus berpikir berbeda tentang realitas hari ini, yang tidak sama dengan kemarin,” kata Malago. 

“Saya menyimpulkan bahwa Roberto Mancini adalah pilihan terbaik untuk posisi pelatih kepala, berdasarkan berbagai pertimbangan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya. 

“Prinsip pengambilan keputusan bersama dengan direktur teknis—yang sebelumnya telah menyepakati pilihan pelatih kepala bersama saya—tetap berlaku. 

“Setelah berpisah dengan Maldini dan Leonardo—secara baik-baik dan atas kesepakatan bersama—saya memilih Claudio Ranieri. Ia baru saja menandatangani kontrak beberapa menit yang lalu dan saat ini sedang dalam perjalanan ke sini dari Calabria. Ia akan memegang peran yang krusial dan sangat sensitif.” 

Saat disinggung soal gaji, Malago menjawab diplomatis. “Saya tidak akan menyebutkan angka spesifik. Namun, kedua sosok tersebut menunjukkan kesediaan yang besar terkait ketentuan kerja, termasuk aspek finansialnya,” katanya. 

Mancini pernah menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Italia selama lebih dari lima tahun sejak 2018—membawa negaranya memenangi Kejuaraan Eropa (Euro) 2020—sebelum mengundurkan diri pada Agustus 2023 untuk kemudian mengambil alih posisi pelatih Timnas Arab Saudi, dua minggu berselang.

Ia menangani Timnas Arab Saudi selama lebih dari satu tahun sebelum akhirnya hengkang menyusul serangkaian hasil buruk pada periode kualifikasi Piala Dunia 2026.