TVRINews - Roma, Italia

Roberto Mancini dan Antonio Conte sebelumnya pernah menangani Timnas Italia kini keduanya kembali menjadi calon kuat menangani Gli Azzurri.

Italia boleh jadi kalah cepat dengan Jerman atau Prancis dalam menentukan pelatih baru. Jerman sudah memiliki Jurgen Klopp sedangkan Prancis baru saja, hari ini, mengumumkan Zinedine Zidane sebagai pelatih baru mereka. Jerman dan Prancis, kini memiliki pelatih top.

Italia siapa? Italia masih berkutat antara dua nama, Roberto Mancini dan Antonio Conte. Bahkan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini masih di tahap mengangkat direktur Teknik baru. Giorgio Chiellini, disebut-sebut sebagai sosok yang akan mendapatkan peran ini menggantikan Paolo Maldini yang mengundurkan diri.

Giorgio Chiellini-lah yang nanti akan bergerak melakukan pendekatan terhadap calon pelatih baru Italia. Jadi, boleh jadi pula, prosesnya membutuhkan waktu lebih lama lagi. Situasi ini terjadi karena "kasus" Andrea Pirlo yang dinilai tidak cukup layak untuk menjadi allenatore Gli Azzurri karena isu keterkaitan sang mantan maestro lini tengah Italia dengan perusahaan taruhan asal Rusia.

Apa yang telah terjadi di Jerman dan Prancis bisa jadi memberikan dorongan lebih besar lagi bagi Italia untuk segera menentukan pilihannya. Ya, Roberto Mancini atau Antonio Conte? Ide Paolo Maldini dengan rencana 8-10 tahun ke depan dengan menitikberatkan sepak bola di tim muda, kini hanya tinggal wacana.

Dengan nama Roberto Mancini dan Antonio Conte sudah sangat jelas memperlihatkan bahwa FIGC memilih untuk tetap menempuh cara instan. Dalam hal ini, mengembalikan kejayaan Italia di pentas sepak bola dunia secepat mungkin. Keinginan itu dapat dengan mudah terlihat dengan dua calon kandidat pelatih ini, Roberto Mancini dan Antonio Conte.

Proyek membangun kembali sepak bola Italia dari akar rumput seperti yang dicetuskan Paolo Maldini, atau mantan pemain yaitu Roberto Baggio atau Demetrio Albertini, tampaknya akan menjadi agenda lain. Dalam hal ini, rencana itu bisa tetap berjalan sementara Italia harus segera kembali menjadi tim yang tetap sama dengan tim besar dunia seperti Jerman, Prancis, Brasil, Argentina, Inggris atau Spanyol.

Roberto Mancini dan Antonio Conte, dua pelatih yang memiliki potensi meraih pencapaian terbaik. Agenda Italia ke depan atau Liga Negara Eropa 2026-2027 yang sudah dimulai pada September nanti. Lalu ada Euro (Piala) 2028, dilanjutkan dengan Piala Dunia 2030. Yang terakhir adalah impian bagi publik Italia setelah dalam tiga edisi terakhir Italia absen.

Kedua pelatih ini bukanlah pelatih baru bagi Italia. Antonio Conte pernah menangani Italia pada 2014 hingga 2016. Namun, Conte gagal membawa Italia meraih prestasi. Tampil di Euro 2016, Italia memang lolos sebagai juara grup namun langkah mereka hanya sampai perempat final setelah kalah adu penalti dari Jerman.

Kegagalan di laga tersebut sekaligus sebagai akhir dari kariernya di Gli Azzurri karena kemudian dia menyatakan ingin melatih di level klub. Sementara Roberto Mancini, meski membawa Italia juara Euro 2020, namun Italia gagal ke Piala Dunia 2022 justru di bawah asuhan Roberto Mancini.

Kekalahan 0-1 dari Makedonia Utara dalam play-off kualifikasi, membuat Italia untuk kedua kalinya tidak lolos ke Piala Dunia. Kedua kalinya secara beruntun setelah gagal ke Piala Dunia 2018 saat bersama Gian Piero Ventura. Jadi, baik Roberto Mancini dan Antonio Conte bukanlah pelatih baru dalam menangani Timnas Italia.

Roberto Mancini Kandidat Kuat

Presiden FIGC, Giovanni Malago, menurut pers Italia Gazzetta dello Sport adalah teman dekat Roberto Mancini. Keduanya disebutkan sering bermain sepak bola 5 vs 5 di bawah bendera klub bernama Aniene yang sebelumnya dikenal sebagai Circolo Canottieri Aniene, klub multi-olahraga bersejarah yang terkenal yang berbasis di Roma, didirikan tahun 1892.

Meski demikian, tentu saja itu bukan jaminan bagi Roberto Mancini akan langsung mendapatkan jabatan pelatih Italia. Tapi, dengan situasi tersebut, Roberto Mancini sudah memiliki satu langkah lebih dekat dibandingkan dengan Antonio Conte.

Giovanni Malago tentu akan berhati-hati, tidak mencampuradukkan institusionalnya dengan kekaguman dan kedekatan pribadi terhadap Roberto Mancini. Lagi pula, ada yang akan dihadapi terkait kemungkinan Roberto Mancini kembali menangani Italia.

Kembalinya Roberto Mancini kemungkinan besar tidak akan mendapatkan dukungan maksimal dari para pengurus klub Liga Italia (Serie A) dan Sebagian besar fans Gli Azzurri. Roberto Mancini pernah mengecewakan publik sepak bola Italia ketika dengan tiba-tiba mundur dari tugasnya sebagai pelatih Italia pada 2023 silam.

Saat itu, 13 Agustus 2023, Roberto Mancini resmi mengundurkan diri. Namun, hanya sekitar 14 hari kemudian atau 27 Agustus 2023, Roberto Mancini sudah resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Arab Saudi. Meskipun kemudian meminta maaf, momen masa lalu itu tidak pernah dilupakan.

Meski demikian, menjadikan kembali Roberto Mancini tetap memberikan ruang yang menarik karena pria berusia 61 tahun ini sosok yang berpengalaman, karismatik, dan berprestasi. Tentu saja, Roberto Mancini adalah pelatih yang membawa Italia juara Piala Eropa 2020. Banyak pemain menghormatinya, dimulai dari kapten Gianluigi Donnarumma contohnya.

Gianluigi Donnarumma bahkan mengundang ke pernikahannya. Karena itu, Gianluigi Donnarumma, kiper Timnas Italia tentu akan menyambutnya tanpa masalah. Di sisi lain, Roberto Mancini adalah pelatih yang tetap dengan pola empat bek. Ini detail kecil memang, namun konsep taktis dan filosofis ini yang disukai FIGC.

Roberto Mancini sendiri tentu akan dengan senang hati menerima peran tersebut. Ia berharap, cepat atau lambat, untuk kembali ke Coverciano (pusat pelatihan Timnas Italia) untuk mencapai keinginan kariernya sebagai pelatih: bermain di Piala Dunia.

Peluang Antonio Conte

Antonio Conte adalah rival utama Roberto Mancini hingga saat ini terkait "perburuan" kursi pelatih Timnas Italia. Dia sosok yang tidak memiliki ikatan yang kuat terhadap para pengurus jajaran direksi di FIGC. Namun, situasi itu akan berubah jika memang Giorgio Chiellini jadi diangkat sebagai direktur Teknik. Jika tidak, dia masih memiliki peluang tersebut karena prestasi, pencapaian, dan pengalamannya.

Faktor lain yang juga membuatnya setara dengan Roberto Mancini, Antonio Conte tidak terikat dengan klub, termasuk Napoli yang sudah melepasnya. Antonio Conte justru sosok yang disebut-sebut memiliki dukungan kuat dari sejumlah tokoh klub Liga Italia, termasuk pemilik Napoli yaitu Aurelio De Laurentiis.

Yang menarik, di akhir musim lalu, saat masih sebagai pelatih Napoli, Antonio Conte pernah menyatakan: "Jika saya adalah Federasi, saya akan mempertimbangkan seseorang seperti saya." Bagi banyak orang, itu tampak seperti pencalonan diri sendiri. Namun, demikianlah Antonio Conte, pelatih yang langsung ke persoalan.

Antonio Conte menempatkan dirinya di etalase untuk melihat siapa yang benar-benar tertarik untuk menggunakan jasanya. Dia akan menolak tawaran jika Paolo Maldini menghubunginya setelah perubahan dramatis terkait Andrea Pirlo. Tetapi kini Paolo Maldini telah pergi dan kemungkinan datangnya Giorgio Chiellini. Didukung oleh direktur teknik baru, Conte akan sangat bersedia untuk bernegosiasi dengan Presiden Giovanni Malago.

Antonio Conte mendapatkan dukungan oleh klub-klub Seri A dan tidak menghadapi permusuhan dengan siapapun. Namun, jelas bahwa Antonio Conte memiliki kecenderungan dengan pola tiga bek meski ini bisa berubah. Pola 3-5-2 juga diterapkan pelatih Italia sebelumnya yaitu Gennaro Gattuso. Antonio Conte justru bisa jadi memulai dari pola tersebut.

Ketika menangani Timnas Italia pada Agustus 2014 hingga Juli 2016, ada 25 laga Gli Azzurri di bawah kepelatihan Antonio Conte. Dari jumlah tersebut, 18 pertandingan di antaranya menurut Transfermarkt, dimulai dengan pola tiga bek (3-5-2 dan 3-4-3).

Pola tiga bek ini pula yang tetap digunakan Antonio Conte di Napoli. Sejumlah pertandingan I Partenopei bermain dengan pola tersebut. Ini menjadi sebuah gambaran yang akan terlihat dari wajah Italia jika FIGC memiliki Antonio Conte sebagai pelatih.

Roberto MANCINI

Usia: 61 Tahun

Karier sebagai pemain:
1980-1982 Bologna
1982-1997 Sampdoria
1997-2002 Lazio
2001 Leicester City

Karier sebagai Pelatih:
2001-2002 Fiorentina
2002-2004 Lazio
2004-2008 Inter Milan
2009-2013 Manchester City
2013-2014 Galatasaray
2014-2016 Inter Milan
2017-2018 Zenit St. Petersburg
2018-2023 Italia
2023-2024 Arab Saudi
2025-2026 Al Sadd

Statistik sebagai Pelatih
841 Laga
459 Kemenangan
209 Imbang
173 Kalah

54,58% Kemenangan

1.465 Gol
830 Kemasukan

Antonio CONTE

Usia: 56 Tahun

Karier sebagai Pemain
1985-1991 Lecce
1991-2004 Juventus

Karier sebagai Pelatih

2006 Arezzo
2007 Arezzo
2007-2009 Bari
2009-2010 Atalanta
2010-2011 Siena
2011-2014 Juventus
2014-2016 Italia
2016-2018 Chelsea
2019-2021 Inter Milan
2021-2023 Tottenham Hotspur
2024-2026 Napoli

Statistik sebagai Pelatih
703 Laga
408 Menang
165 Imbang
130 Kalah

58,04% Kemenangan

1.223 Gol
646 Kemasukan