TVRINews - Florida, Amerika Serikat

PBB bahkan telah memperingatkan dampak parah dari fenomena alam ini.

Tim nasional Inggris telah mendarat di Amerika Serikat demi misi memutus dahaga gelar Piala Dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun. Namun, rencana matang mereka terancam berantakan akibat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi menyulitkan seantero Negeri Paman Sam sepanjang musim panas ini.

Skuad Inggris memulai rangkaian persiapan dengan menggelar pemusatan latihan selama sepekan di West Palm Beach, Florida. Di sela-sela agenda tersebut, mereka juga dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan Selandia Baru di Tampa Bay serta Kosta Rika di Orlando.

Sayangnya, fasilitas latihan terbuka di West Palm Beach tidak dilengkapi dengan ruang tertutup yang memadai. Kondisi tersebut berpotensi menjadi kendala besar mengingat cuaca panas di Florida akan mulai berubah menjadi badai dalam pekan ini.

Prakiraan cuaca untuk beberapa hari pertama di Florida, termasuk untuk laga Sabtu (6/6/2026), di Stadion Raymond James, terpantau masih aman dari amukan badai. Stadion ikonik yang menjadi markas tim NFL Tampa Bay Buccaneers ini bahkan memiliki replika kapal bajak laut berukuran penuh di salah satu sudut tribunenya.

Meski demikian, ancaman petir, kilat, dan hujan lebat dilaporkan terus meningkat pada pekan depan saat Inggris bersiap menghadapi Kosta Rika. Calon lawan mereka, Selandia Baru, bahkan sudah merasakan dampaknya setelah laga uji coba melawan Haiti terpaksa ditunda selama 36 menit akibat cuaca buruk.

Penundaan serupa juga sempat mengacaukan gelaran Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat pada musim panas tahun lalu. Salah satu korbannya adalah laga Chelsea melawan Benfica yang harus dihentikan di tengah pertandingan dan mengalami penundaan hingga sekitar dua jam.

FIFA menetapkan aturan tegas bahwa pertandingan akan ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan jika kondisi cuaca dinilai sudah membahayakan keselamatan pemain. Kebijakan ini diambil demi menghindari opsi penjadwalan ulang laga, mengingat kalender turnamen sudah sangat padat setelah adanya ekspansi format menjadi 48 tim.

Bahkan jika pertandingan persahabatan Inggris terhindar dari badai, risiko penundaan latihan di lapangan terbuka tetap mengintai saat cuaca buruk melintas di atas stadion. Hal ini tentu dapat mengacaukan program latihan intensif yang telah disusun rapi oleh jajaran staf pelatih di bawah komando Thomas Tuchel.

Hujan badai diprediksi mengguyur selama beberapa hari pada pekan depan, berbarengan dengan kelembapan udara yang tinggi dan suhu yang diperkirakan melonjak hingga di atas 30 derajat celsius. Setelah menyelesaikan agenda di Florida, skuad Inggris akan memindahkan markas operasi mereka ke fasilitas latihan di Kansas City hingga Piala Dunia 2026 berakhir.

Kekhawatiran mengenai cuaca buruk ini nyatanya tidak hanya menjadi momok menakutkan bagi Inggris semata. Prakiraan cuaca untuk keseluruhan turnamen juga kian mencemaskan setelah para ahli meteorologi memprediksi fenomena alam El Nino akan dimulai dalam hitungan minggu.

El Nino merupakan fenomena alam yang dapat memicu cuaca ekstrem, termasuk badai petir yang hebat hingga kemunculan badai siklon tropis. Pada tahun ini, dampak El Nino diprediksi jauh lebih parah sehingga PBB telah memperingatkan negara-negara di dunia untuk bersiap menghadapi dampaknya.

Peningkatan suhu global diyakini menjadi faktor utama yang memperburuk tingkat keparahan cuaca akibat siklus El Nino tersebut. Walaupun memprediksi dampak dan waktu pastinya tergolong sulit, fenomena ini berpotensi besar mengacaukan jalannya pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026.

Gangguan cuaca ini bahkan diprediksi sudah mulai terasa saat laga pembuka Piala Dunia 2026 antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni mendatang. Ahli meteorologi dari AccuWeather, Alex Duffus, memberikan analisisnya mengenai situasi tersebut kepada publik.

"Peningkatan risiko hujan dan badai petir di sekitar Mexico City untuk pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Lonjakan kelembapan tropis ini… bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih signifikan," kata Duffus dikutip dari 3addedminutes.

Sangat sulit untuk memprediksi seberapa jauh tingkat gangguan dan bahaya nyata yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini ke depannya. Situasi ini jelas menjadi ujian berat bagi FIFA yang harus memutar otak agar tidak perlu membatalkan atau memindahkan jadwal pertandingan di tengah kalender Piala Dunia 2026 yang sangat padat.