Jordan Pickford Kiper utama tim nasional Inggris dan klub Liga Utama Inggris, Everton, yang dikenal dengan refleks cepat dan kemampuannya menahan penalti. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Florida, Amerika Serikat
Meski fokus utamanya menjaga gawang, Pickford siap maju jika dibutuhkan sebagai eksekutor penalti.
Jordan Pickford menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai eksekutor penalti Inggris jika dibutuhkan pada gelaran Piala Dunia 2026. Ia saat ini sedang menyeimbangkan porsi latihan kiper dan juga mengasah tendangan penalti demi memainkan peran krusial tersebut.
Pickford mengungkapkan sama sekali tidak ragu untuk mengambil tanggung jawab besar tersebut demi membawa Inggris berjaya. Saat ini, Pickford bersama skuad The Three Lions sedang berada di Florida untuk mematangkan persiapan menjelang laga uji coba melawan Selandia Baru dan Kosta Rika.
Pemain berusia 32 tahun ini memang memiliki reputasi mentereng dalam drama adu penalti setelah melakukan penyelamatan krusial pada Piala Dunia 2018, Euro 2020, dan 2024. Selain tangguh menghalau bola, Pickford juga tercatat pernah sukses mengeksekusi penalti ke gawang Swis dalam putaran final UEFA Nations League 2019.
Ketika ditanya mengenai kesiapannya menjadi algojo di Piala Dunia 2026, Pickford menunjukkan rasa percaya diri yang sangat tinggi tanpa keraguan sedikit pun. "Ya. Saya mendukung diri saya 100 persen. Saya akan berlatih dan mengeksekusinya," kata Pickford dikutip dari Goal.
Selain itu, Pickford menekankan tanggung jawab utamanya tetap menjaga kesucian gawang Inggris dari kebobolan. Kendati demikian, ia memastikan diri bakal siap berdiri di titik putih andai dipercaya untuk menjadi eksekutor di babak adu penalti.
"Saya juga ingin fokus pada penyelamatan gawang. Jadi harus ada keseimbangan. Jika dipanggil, saya bermain untuk Inggris, saya mewakili negara, jadi saya akan maju dan mengambilnya saat dibutuhkan. Saya menyimpan rencana kerja itu rapat-rapat. Kami mungkin akan mulai menerapkannya sedikit demi sedikit dalam waktu dekat," ujarnya.
Kemampuan Pickford dari jarak 12 pas sebenarnya sudah diakui di dalam internal skuad Inggris sejak beberapa tahun lalu. Mantan manajer Inggris, Gareth Southgate, bahkan sempat memuji bakat kiper Everton tersebut setelah aksi heroiknya membobol gawang Swiss di UEFA Nations League.
"Dengan pemain yang tersisa di lapangan, dia adalah salah satu eksekutor penalti utama dan dia mengeksekusinya sebaik mungkin. Kami tidak keberatan jika Jordan mengambil penalti di Piala Dunia Rusia. Beberapa pemain lain mungkin menunjukkan level yang lebih baik, tetapi dia termasuk di antara penendang penalti kami yang lebih bagus. Anda merasa lebih gugur menunjuk seorang kiper untuk menendang penalti, tetapi dia berada di sana karena layak," ucap Southgate.
Skuad Inggris telah mendarat di Amerika Serikat beberapa hari lalu guna memulai fase akhir dari persiapan Piala Dunia 2026. Laga persahabatan melawan Selandia Baru dan Kosta Rika akan menjadi kesempatan emas Harry Kane dan kawan-kawan untuk mematangkan strategi sebelum turnamen resmi dimulai.
Inggris dijadwalkan membuka kampanye Grup L dengan menantang Kroasia di Dallas pada 17 Juni mendatang. Setelah laga pembuka yang berat tersebut, Inggris akan melanjutkan perjuangan melawan Gana pada 23 Juni dan menghadapi Panama empat hari berselang.