Pelatih Belanda, Ronald Koeman. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Rotterdam, Belanda
Evaluasi total kini menjadi fokus utama Koeman demi membenahi mentalitas bertanding skuad Belanda.
Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, melayangkan peringatan keras kepada anak-anak asuhnya usai kekalahan mengejutkan dari Aljazair dalam laga uji coba di Stadion De Kuip, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Ia mendesak skuad De Oranje untuk segera memetik pelajaran berharga dari hasil minor yang mencoreng reputasi mereka di kandang sendiri.
Aljazair secara tidak terduga sukses mencuri kemenangan tipis lewat gol tunggal Anis Hadj Moussa. Pemain berusia 24 tahun tersebut mengukir namanya di papan skor pada menit ke-86.
Bagi Aljazair, hasil positif di Rotterdam ini menjadi suntikan motivasi serta modal yang sangat krusial menjelang keberangkatan ke Piala Dunia 2026. Desert Warriors dijadwalkan bakal bersaing ketat di Grup J bersama raksasa Argentina, Yordania, dan Austria.
Sementara itu, hasil laga persahabatan ini menorehkan catatan kelam tersendiri bagi rekam jejak kepelatihan Koeman di kursi kemudi Belanda. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi sang pelatih sejak terakhir kali ditundukkan Jerman dengan skor 1-0 pada UEFA Nations League, Oktober 2024 lalu.
"Ini adalah peringatan yang cukup keras," kata Koeman dengan nada kesal saat memberikan keterangan dikutip dari NOS.
Pria berusia 63 tahun tersebut sejatinya melihat ada beberapa aspek positif yang diperlihatkan anak asuhnya pada paruh pertama laga. Kendati demikian, konsistensi permainan skuad Belanda dinilai merosot tajam seiring berjalannya waktu akibat buruknya koordinasi antarlini.
"Tentu saja, ada juga hal-hal baik. Tapi, seiring berjalannya pertandingan, hal itu semakin berkurang. Saya tidak ingin menyalahkan pergantian pemain, tapi kami bermain ceroboh dan menciptakan lebih sedikit peluang daripada di babak pertama," ujarnya.
Koeman juga menyoroti kegagalan barisan depan dalam memanfaatkan momentum keunggulan pada menit-menit awal pertandingan bergulir. Kegagalan mengonversi sejumlah peluang emas dinilai menjadi bumerang yang menghancurkan ritme permainan tim secara keseluruhan.
"Anda tidak menentukan pertandingan dalam dua puluh menit pertama. Kami bisa dan seharusnya dengan mudah mencetak dua gol. Kemudian, anda mulai berjuang melawan diri sendiri sedikit lebih banyak. Aljazair telah menunjukkan bahwa tidak ada pertandingan persahabatan. Negara-negara seperti ini bermain dengan sepenuh hati, yang bagus," ucapnya.
Koeman berharap hasil negatif di markas kebanggaan Feyenoord ini dapat mengikis keangkuhan para pemain sebelum memasuki Piala Dunia 2026. Status sebagai salah satu tim elite Eropa disebutnya membawa konsekuensi moral yang besar untuk selalu mempersembahkan kemenangan.
"Saya harap kita dapat menggunakan ini dengan baik, karena kita berkewajiban pada posisi kita untuk memenangkan pertandingan seperti ini. Terutama di kandang. Ini menjadi pelajaran," ungkapnya.