TVRINews - Doha, Qatar

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan menaikkan harga tiket Piala Dunia 2026. Ia mengatakan Piala Dunia adalah satu-satunya sumber pemasukan FIFA tiap empat tahun.

Harga tiket Piala Dunia 2026 menuai gelombang kritik dari para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Banyak yang menilai badan sepak bola dunia FIFA telah mematok harga terlalu tinggi, sehingga membuat fans biasa kesulitan menonton langsung ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

Keputusan FIFA membuka kembali fase penjualan tiket terbaru, bertepatan dengan hitungan mundur 50 hari menuju turnamen pada Rabu (22/4/2026) lalu, justru memicu frustrasi alih-alih antusiasme. 

Deretan pertanyaan pun kerap disampaikan oleh para pencinta sepak bola maupun pendukung dari 48 tim yang akan berlaga di Piala Dunia 2026. Berikut ini 9 jawaban atas pertanyaan yang paling banyak muncul terkait mahalnya tiket Piala Dunia 2026, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (24/4/2026):

1. Mengapa FIFA membuka kembali penjualan tiket?

Secara sederhana, FIFA masih memiliki banyak tiket yang belum terjual meski sudah melewati empat fase penjualan sebelumnya.

Bahkan, badan sepak bola dunia tersebut sebelumnya mengklaim rekor kehadiran 3,5 juta penonton dari Piala Dunia 1994 lalu berpotensi terlampaui di edisi 2026 ini. Namun, dibukanya fase kelima penjualan tiket secara mendadak menimbulkan tanda tanya.

Seorang juru bicara FIFA mengatakan kepada Al Jazeera, “Rilis tiket ini adalah bagian dari fase penjualan terakhir yang berlangsung hingga akhir turnamen dan memungkinkan publik membeli tiket melalui FIFA.com/tickets dengan sistem siapa cepat dia dapat,” ujar juru bicara tersebut.

“Tiket tambahan akan terus dirilis hingga final pada Minggu, 19 Juli 2026 (tergantung ketersediaan),” ia menambahkan.

2. Mengapa FIFA kesulitan menjual tiket?

Jawaban paling jelas: harga yang terlalu mahal membuat banyak fan enggan membeli. Organisasi Football Supporters Europe menyebut bahwa awalnya tiket dijanjikan mulai dari 21 dolar AS (sekitar Rp336 ribu). Namun kenyataannya, tiket termurah yang tersedia 60 dolar AS (Rp960 ribu) dan jumlahnya sangat terbatas.

FIFA membantah kurangnya minat sebagai penyebab. “Penjualan tiket tetap kuat dengan tingkat minat tinggi untuk semua pertandingan,” kata juru bicara FIFA.

3. Berapa kisaran harga tiket?

Saat pertama dijual Desember 2025 lalu, harga berkisar dari 140 dolar AS (sekitar Rp2,24 juta) hingga 8.680 dolar AS (Rp138 juta) untuk final. Namun pada April 2026, harga melonjak hingga 10.990 dolar AS (sekitar Rp175 juta), hampir tujuh kali lipat dari proyeksi awal saat Amerika Utara mengajukan diri sebagai tuan rumah.

4. Mengapa tiket Piala Dunia kali ini sangat mahal?

Salah satu faktor utama adalah dominasi Amerika Serikat sebagai tuan rumah, dengan 78 dari 104 pertandingan digelar di Negeri Paman Sam. Simon Chadwick, profesor bisnis olahraga, menjelaskan, “Salah satu alasan utama Piala Dunia digelar di AS adalah peluang besar dalam menghasilkan pendapatan.” Ia menambahkan, “Konsumen olahraga di AS sudah terbiasa dengan harga premium dan pengeluaran tinggi.”

5. Apa itu dynamic ticketing?

Dynamic ticketing (harga dinamis) adalah sistem di mana harga tiket berubah secara real-time berdasarkan permintaan, ketersediaan, dan waktu.

“Konsumen olahraga di AS sudah terbiasa dengan penyesuaian harga secara real-time yang bisa naik atau turun. Jika digabung dengan strategi harga premium, ini jelas upaya FIFA untuk memaksimalkan pendapatan,” ujar Chadwick.

Namun, ia juga mengingatkan,“Pendekatan ini bisa membuat sebagian fans tersingkir karena harga terlalu mahal.”

6. Apakah semua tiket akan terjual?

Secara teori, sistem harga dinamis akan menyesuaikan harga hingga semua tiket terjual. Namun Chadwick meragukan hal itu. “Pasar tidak selalu berjalan sempurna. Sebagian fans bisa saja kecewa dan keluar dari pasar sepenuhnya. FIFA sedang berjudi dengan strategi ini, dan belum tentu berhasil,” katanya.

7. Bagaimana perbandingan dengan Piala Dunia sebelumnya?

Harga tiket final Piala Dunia 2022 di Qatar 1.604 dolar AS (sekitar Rp25,6 juta), naik dari 1.100 dolar AS (Rp17,6 juta) di Piala Dunia 2018.

Bandingkan dengan 2026 yang mencapai Rp175 juta, lonjakan yang sangat drastis. Untuk laga pembuka di AS, tiket dijual antara Rp17,9 juta hingga Rp43,7 juta, jauh di atas edisi sebelumnya.

8. Apa kata FIFA soal harga tiket?

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut. Ia mengatakan bahwa Piala Dunia adalah satu-satunya sumber pemasukan FIFA setiap empat tahun.

“Turnamen ini menjadi sumber utama pendapatan kami untuk mendukung 211 asosiasi anggota,” kata Infantino. Ia juga menegaskan FIFA adalah organisasi nirlaba yang bergantung pada pemasukan dari turnamen ini.

9. Bagaimana reaksi fans mengenai harga tiket Piala Dunia 2026?

Banyak fans meluapkan kekecewaan di media sosial, mulai dari harga mahal hingga masalah teknis saat membeli tiket. Beberapa mengaku setelah antre berjam-jam, mereka justru mendapatkan pesan error atau tiket habis.

Ada juga yang menyindir, “Harga satu tiket Piala Dunia lebih mahal daripada terbang ke Eropa dan menonton pertandingan liga top di sana.” Sebagian bahkan menuduh FIFA merusak sepak bola dengan membuatnya tidak lagi terjangkau bagi fans sejati.