TVRINews – Washington, D.C. – Amerika Serikat

Amerika Serikat mengizinkan Iran tampil di Piala Dunia 2026, tetapi akan menerapkan seleksi ketat terhadap kontingen.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mempersilakan Tim Nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia 2026. Namun, ada syarat ketat yang akan diterapkan saat kontingen Team Melli, julukan Iran, masuk ke wilayah Negeri Paman Sam.

Status keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya menyusul adanya serangan udara yang dilakukan AS dan Israel ke wilayah Teheran pada Februari lalu. Sampai saat ini, ketegangan masih terus berlanjut.

Iran yang tergabung ke dalam Grup G Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru telah dipastikan akan memainkan seluruh pertandingan di wilayah AS. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, sempat mengutarakan keinginan mundur dari turnamen empat tahunan ini.

Keputusan itu diubah setelah Presiden AS, Donald Trump, mempersilakan Iran datang ke negaranya, tetapi tidak menyarankan dengan alasan keamanan. Donyamali meminta FIFA memindahkan lokasi pertandingan Iran ke Meksiko, sekaligus mengkritik AS yang seharusnya dapat menjamin keselamatan setiap peserta Piala Dunia 2026.

FIFA menolak permintaan Iran karena ingin Piala Dunia 2026 berjalan sesuai rencana awal. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu memastikan akan membantu Iran agar bisa tetap mengikuti turnamen kali ini.

Kurang dari dua bulan menuju Piala Dunia 2026, kepastian mengenai partisipasi Iran mesti jelas. Dari Team Melli sendiri, persiapan untuk ikut turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut dilanjutkan dengan sejumlah agenda pemusatan latihan dan uji coba.

Rubio menegaskan, sejak awal tidak ada pernyataan dari pemerintah AS yang melarang Iran ikut Piala Dunia 2026. Namun, seleksi ketat akan diberlakukan untuk mencegah mereka yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) masuk ke negaranya.

"Tidak ada pemberitahuan dari AS yang mengatakan bahwa mereka tidak boleh datang. Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka," kata Rubio, dikutip dari The National, Jumat (24/4/2026).

"Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kami mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan para atlet," ia menambahkan.

Rubio menuding adanya upaya dari IRGC untuk menyusup dalam kontingen Iran untuk masuk ke wilayah AS. Mereka berpura-pura menjadi jurnalis dan staf pelatih. "Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kami," tuturnya.

Ketatnya seleksi AS untuk menerbitkan visa kepada perwakilan Iran sudah pernah terjadi pada Desember lalu. Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj, dilarang menghadiri pengundian Piala Dunia 2026 di Washington.