Pemain Brasil, Neymar tidak dipanggil untuk laga uji coba Brasil di akhir Maret 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Rio De Janeiro, Brasil
Menurut Rai, yang menjadi bagian Timnas Brasil saat juara Piala Dunia 1994, Neymar tidak bisa kembali ke performa puncaknya dan sudah kehilangan kecepatan.
Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 tidak hanya dipenuhi ekspektasi tinggi, tetapi juga dibayangi ketidakpastian besar terkait masa depan Neymar bersama Timnas Brasil. Perdebatan ini makin memanas setelah seorang legenda sepak bola Brasil sekaligus juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat ikut angkat bicara mengenai kondisi sang pemain.
Adalah Rai, mantan gelandang serang Paris Saint-Germain (klub yang juga pernah dibela Neymar) dan bagian dari skuad Timnas Brasil juara Piala Dunia 1994, yang menyampaikan pandangannya dalam program Rothen S'enflamme belum lama ini. Ia menyoroti kondisi terkini Neymar yang dinilai belum mencapai level ideal untuk tampil di turnamen sebesar Piala Dunia.
“Jika Neymar datang, tentunya dia akan memberikan dampak bagi tim,” ujar Rai dikutip dari Marca, Jumat (24/4/2026). “Carlo Ancelotti (pelatih Brasil) sedang mengukur para pemain untuk melihat apa yang mereka pikirkan. Dia pelatih yang cerdas. Dia akan tahu apakah Neymar memberikan pengaruh positif bagi tim,” ia menambahkan.
Namun, pengoleksi 17 gol untuk skuad Selecao era 1990-an dalam 49 pertandingan itu juga menggarisbawahi kekhawatiran utama terkait kondisi fisik Neymar. “Dia tidak berada dalam kondisi terbaiknya, dia mengalami banyak masalah fisik," ujar Rai, yang kini berusia 60 tahun.
"Neymar tidak bisa kembali ke performa puncaknya. Dia kehilangan kecepatan. Tentu, dia masih membuat umpan-umpan hebat, dia tetap bintang, tetapi saya pikir saat ini dia belum berada di level yang seharusnya,” Rai menegaskan.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Neymar memang kerap dihantam cedera. Setelah pindah ke Al-Hilal pada musim panas 2023, kariernya di Arab Saudi tidak berjalan sesuai harapan karena masalah kebugaran. Pemain berusia 34 tahun itu kemudian kembali ke Santos pada 2025 setelah mengakhiri kontraknya lebih awal.
Sejak pertandingan terakhirnya bersama Timnas Brasil pada 17 Oktober 2023 (saat ia mengalami cedera lutut dalam laga kualifikasi melawan Uruguai) Neymar belum lagi tampil untuk Tim Samba. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius menjelang turnamen besar.

Aksi Neymar saat berlaga untuk Santos. Ia kerap dihantam cedera sepanjang karier yang membuatnya berniat pensiun di akhir 2026 ini.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Sopatal Mauladi
Bersama Santos, Neymar sebenarnya menunjukkan secercah performa positif dengan mencatatkan 9 penampilan, mencetak 4 gol, dan menyumbang 4 asis hingga akhir pekan lalu. Namun, ia juga sempat absen dalam beberapa pertandingan sebagai langkah pencegahan.
Bahkan, saat Brasil menjalani laga uji coba melawan Kroasia dan Prancis pada Maret lalu, Neymar tidak dipanggil karena sedang menjalani prosedur terapi regeneratif menggunakan platelet-rich plasma untuk mempercepat pemulihan.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Ancelotti yang menegaskan hanya akan memilih pemain dalam kondisi puncak. Pelatih asal Italia itu dijadwalkan mengumumkan skuad final pada 18 Mei mendatang.
Itu akan menjadi momen yang menentukan apakah nama Neymar masih masuk dalam rencana besar Brasil, atau justru tersisih karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih.