Gabriel Jesus saat berseragam tim nasional Brasil. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – London, Inggris
Penyerang Arsenal FC Gabriel Jesus masih yakin dengan peluang dirinya untuk masuk ke tim nasional Brasil ke Piala Dunia 2026.
Penyerang Arsenal FC, Gabriel Jesus, menghadapi tantangan berat untuk bisa kembali ke tim nasional sepak bola Brasil setelah menjalani periode sulit bersama klubnya pada musim ini.
Sejatinya, Jesus memiliki riwayat cedera lutut dan otot, terutama sejak dirinya bergabung ke Arsenal pada awal Juli 2022 dari Manchester City. Sebut saja cedera signifikan pada lutut kiri (ACL/ligamen), masalah pangkal paha, dan cedera otot paha belakang.
Problem cedera ini menyulitkan Jesus untuk menemukan kembali ritme permainan terbaik sehingga ia hanya mendapatkan sedikit waktu bermain.
Pada musim 2025-2026 ini, penyerang berusia 28 tahun itu baru 24 kali dimainkan pelatih Arsenal Mikel Arteta di berbagai ajang dengan kontribusi lima gol dan dua assist.
Dari jumlah pertandingan itu, Jesus hanya delapan kali menjadi starter sehingga membuatnya makin terpinggirkan dari susunan pemain inti The Gunners.
Melihat situasi yang ia hadapi, Jesus pun memberikan penilaian jujur tentang posisinya terkait upayanya untuk mengamankan tempat di skuad Piala Dunia Brasil 2026. Ia mengakui bahwa kurangnya waktu bermain reguler di Stadion Emirates telah mempersulit jalannya untuk kembali ke Selecao.
Berbicara kepada Globo Esporte, Jesus jujur tentang bagaimana performanya di klub memengaruhi aspirasinya di tim nasional.
“Saya belum bermain reguler untuk klub saya, dan itu menyulitkan karena ada pemain lain yang bermain, mencetak gol, dan tampil bagus,” katanya.
“Pada saat yang sama, saya juga sangat percaya diri, pada kemampuan saya, pada apa yang telah saya tunjukkan.”
Gabriel Jesus termasuk salah satu striker sarat pengalaman yang dimiliki Brasil saat ini. Debut pada 1 September 2016, Jesus telah mengantongi 64 caps dengan 19 gol.
Ia juga berpengalaman turun di dua putaran final Piala Dunia, 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar. Di Piala Dunia terakhir itulah ia mengalami cedera lutut saat Brasil menyerah 0-1 dari Kamerun di laga terakhir Grup G.
Namun, kini semua berbeda bagi Jesus. Persaingan untuk mendapatkan tempat di lini serang Brasil semakin ketat, terutama dengan tim nasional yang terus berkembang di bawah bimbingan pelatih Carlo Ancelotti.
Jesus mengakui bahwa saat ini ia berada di belakang beberapa nama lain dalam urutan prioritas, tetapi menegaskan bahwa ia masih merupakan pilihan yang layak bagi tim juara Piala Dunia lima kali (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002) tersebut.
Jesus tetap optimistis bahwa penampilan yang kuat di akhir musim dapat mengubah narasi seputar masuknya dirinya ke dalam tim.
“Saya percaya sampai akhir, jika ada kesempatan, nama saya akan selalu ada dalam radar. Tentu saja, seperti yang saya katakan, Anda harus bermain untuk klub, Anda harus tampil, dan Anda harus mendapatkan tempat Anda di sana,” kata Jesus yang terakhir membela Brasil saat kalah 0-1 dari Argentina pada 22 November 2023 di kualifikasi Piala Dunia.
Jesus juga berhati-hati untuk menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang saat ini berada di depannya, dengan menambahkan: “Saya tahu ada nama-nama di depan saya. Tetapi jika ada kesempatan, saya pikir nama saya ada dalam radar.”