TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Tidak hanya tampil kokoh mengawal pertahanan, Abdulelah Al Amri juga menyumbang gol yang membawa Arab Saudi unggul lebih dulu atas Uruguai pada menit ke-41.

Arab Saudi menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata di Piala Dunia 2026. Menghadapi lawan tangguh seperti Uruguai, The Green Falcons mampu meraih hasil imbang 1-1 dalam laga Grup H yang berlangsung di Miami, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Di balik hasil positif tersebut, satu nama tampil paling menonjol, yakni Abdulelah Al Amri.

Bek tengah berusia 29 tahun itu menjadi sosok yang paling berjasa dalam keberhasilan Arab Saudi mengamankan satu poin. Tidak hanya tampil kokoh mengawal pertahanan, Al Amri juga menyumbang gol yang membawa timnya unggul lebih dulu pada menit ke-41. 

Penampilan komplet tersebut membuatnya memperoleh rating tertinggi dalam pertandingan versi Sofascore, yakni 7,6, sekaligus layak menyandang status pemain terbaik laga.

Sejak peluit awal dibunyikan, Uruguai berusaha mengambil kendali permainan dengan mengandalkan pengalaman serta kualitas individu para pemainnya. Namun, Al Amri tampil tenang menghadapi tekanan. 

Ia menjadi pemimpin di jantung pertahanan Arab Saudi dan beberapa kali berhasil mematahkan upaya serangan lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Kontribusi terbesarnya datang saat membantu tim dalam situasi bola mati. Al Amri menunjukkan naluri mencetak gol yang jarang dimiliki seorang bek tengah. Dari dua tembakan yang dilepaskannya sepanjang pertandingan, keduanya mengarah tepat ke gawang. Salah satunya berbuah gol yang membuat Arab Saudi berada dalam posisi menguntungkan.

Secara statistik, efektivitas Al Amri di depan gawang terlihat dari catatan expected goals sebesar 0,86 dan expected goals on target sebesar 0,67. Angka tersebut menunjukkan bahwa peluang yang ia dapatkan memang berkualitas tinggi dan berhasil dimaksimalkan dengan baik.

Meski mencetak gol penting, pekerjaan utama Al Amri tetap berada di area pertahanan. Di sektor ini, ia tampil mengesankan. Al Amri mencatatkan satu tekel sukses, satu intersep, dan enam sapuan yang membantu meredam tekanan La Celeste. Selain itu, pemain berusia 29 tahun ini juga melakukan tiga recovery penting untuk mengembalikan penguasaan bola kepada timnya.

Yang lebih mengesankan, sepanjang pertandingan Al Amri tidak sekali pun berhasil dilewati pemain lawan dalam situasi duel langsung. Statistik itu menggambarkan betapa sulitnya para penyerang Uruguai mencari celah di area yang dijaganya. Dalam duel udara pun ia tampil dominan dengan memenangkan tiga dari empat duel yang dijalani.

Ketangguhan bertahan tersebut dibarengi kemampuan distribusi bola yang cukup baik. Al Amri mencatat akurasi umpan 85 persen setelah berhasil menyelesaikan 23 dari 27 percobaan umpan. Di area pertahanan sendiri, tingkat keberhasilannya bahkan mencapai 94 persen. Ketika mencoba mengalirkan bola ke wilayah lawan, ia tetap mampu menjaga akurasi hingga 73 persen.

Penampilannya menjadi gambaran bek modern yang tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga mampu membantu pembangunan serangan dari lini belakang. Meski tidak mencatat asis, ia tetap berkontribusi dalam proses menyerang dengan nilai expected assists sebesar 0,18.

Saat Uruguai akhirnya mampu menyamakan kedudukan di babak kedua, Arab Saudi tetap bertahan dengan disiplin hingga akhir pertandingan. Dalam situasi itulah peran Al Amri semakin terasa. Pengalamannya membantu rekan-rekan setim tetap tenang menghadapi tekanan yang terus datang hingga menit-menit terakhir.

Gol penting, pertahanan solid, dominasi duel udara, serta akurasi distribusi bola yang tinggi menjadikan Al Amri figur sentral dalam perjuangan Arab Saudi pada laga ini. Hasil imbang 1-1 mungkin terasa seperti kemenangan bagi The Green Falcons, dan Abdulelah Al-Amri adalah alasan terbesar mengapa mereka mampu meraihnya.