TVRINews - Firenze, Italia

Ada kontroversi yang beredar sebelum Italia mengalami kekalahan dari Bosnia-Herzegovina.

Italia memang sudah berakhir namun kegagalan Gli Azzurri melangkah ke Piala Dunia 2026 masih menyisakan cukup banyak cerita. Mengapa dan bagaimana tim pemegang empat kali juara Piala Dunia ini sampai tidak lolos ke Piala Dunia 2026 yang membuat negeri ini untuk kali ketiga secara beruntun tanpa World Cup.

Italia kini menghadapi empat tahun lagi tanpa Piala Dunia, mencoba bangkit dari nol untuk memulai kembali melewati tahun-tahun gelap ketika negeri lainnya bertarung di Piala Dunia 2026. Hanya menjadi penonton memang bukanlah takdirnya Italia.

Negeri ini memiliki tradisi yang kuat di Piala Dunia. Jika pun kali ini mereka untuk ketiga kalinya harus menjadi penonton, tentu ada yang salah dari Gli Azzurri. Namun demikian, sebelum menatap tantangan di depan, Italia masih harus menghadapi sejumlah kontroversi sisa dari kegagalan ini.

Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina dalam adu penalti ternyata menyimpan misteri, kontroversi, serta kondisi yang memperlihatkan mentalitas Gli Azzurri memang belum siap untuk tampil di Piala Dunia. Belakangan ada isu di kamar ganti yang tidak sedap terkait sikap sejumlah pemain Timnas Italia sebelum laga menghadapi Bosnia-Herzegovina, yang diyakini telah merusak mentalitas mereka.

Berikut ini lima kontroversi yang terjadi di Timnnas Italia sebelum pasukan Gennaro Gattuso mengalami kekalahan dari Bosnia-Herzegovina dalam final play-off Piala Dunia, tengah pekan lalu itu atau Selasa (31/3/2026) atau Rabu dini hari WIB lalu:

1. Isu Tuntutan Bonus

Kabar mengejutkan tersebar di Italia tentang terjadinya perselisihan yang menyangkut tentang uang. Menurut pers Italia, La Republica, para pemain Italia dilaporkan meminta bonus besar hanya beberapa hari sebelum kekalahan dari Bosnia-Herzegovina di laga yang digelar di Zenica.

Pemain Italia menginginkan insentif finansial yang signifikan sebelum final play-off Piala Dunia yang menentukan melawan Bosnia-Herzegovina.

Pemain tersebut dilaporkan meminta total bonus sebesar 300 ribu euro (sekitar Rp5,8 miliar) untuk dibagikan kepada seluruh tim, yang akan membuat masing-masing pemain mendapatkan sekitar 10 ribu euro untuk mengamankan tempat di di Piala Dunia 2026.

Pelatih Gennaro Gattuso dilaporkan langsung menghentikan negosiasi tersebut, mengingatkan para pemainnya bahwa penghargaan diperoleh melalui hasil. Meski demikian, bagi Gennaro Gattuso, sikap sejumlah pemain sudah melenceng dari apa yang selama ini dia yakini. Ini pula yang membuatnya kecewa.

Situasi tersebut pun memberikan kekhwatiran bahwa para pemain sudah kehilangan fokus mereka hanya beberapa hari sebelum laga final play-off ini berlangsung. Selain karena kegagalan ini, sikap para pemain yang membuat Gennaro Gattuso kemudian memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Italia.

"Akhir yang menyedihkan membuktikan Gatgtuso benar, pola pikir beberapa pemain Italia saat memasuki pertandingan yang seharusnya bisa membawa Italia kembali ke Piala Dunia," demikian komentar La Republica.

Setelah kekalahan menyakitkan dalam adu penalti itu. Bagaimanapun, konflik tentang uang telah memecahkan konsentrasi dan mental pemain Italia bahkan sebelum memulai laga tersebut.

2. Aksi Donnarumma yang Memalukan

Benar bahwa Pio Esposito gagal sebagai eksekutor pertama penalti Timnas Italia dalam drama adu penalti di laga final play-off tersebut.

Namun, apa yang tidak lebih membingungkan bagi seorang pemain muda (20 tahun) seperti dirinya ketimbang melihat seniornya malah berargumen dengan kiper lawan sesaat sebelum dirinya menendang penalti.

Sesaat sebelum Pio Esposito menjadi eksekutor, Gianluigi Donnarumma, kiper Timnas Italia, terlihat berupaya mengambil lembar contekan milik kiper Bosnia, Nikola Vasilj.

Nikola Vasilj yang menyadari contekannya hilan piun berkonfrontasi dengan Gianluigi Donnarumma sehingga menimbulkan perdebatan, sebelum akhirnya dilerai oleh wasit Clement Turpin.

Segera setelah keributan itu, Pio Esposito pun menendang penalti. Dia maju dan mengeksekusinya tapi gagal. Bola tembakannya melambung melewati mistar gawang. Apakah fokus Pio Esposito teralihkan dan memengaruhi kesiapannya mentalnya?

3. Tentara Misterius di Latihan Bosnia

Jelang final play-off Piala Dunia 2026 yang digelar di Zenica juga ditandai dengan beredarnya foto yang cukup misterius di media sosial, seorang yang mengenakan seragam tentara dengan identitas Italia di lengan bajunya.

Sosok itu seorang diri merekam dengan telepon genggamnya, mengarahkan ke aktivitas latihan para pemain Bosnia-Herzegovina di lapangan. Situasi itu kemudian memunculkan berita bahwa Italia mengirim "mata-mata" untuk mengamati latihan Bosnia.

Hingga kemudian, staf Timnas Bosnia-Herzegovina pun menegur sosok tersebut dan mengantarnya keluar meninggalkan lokasi. Pihak Timnas Italia kemudian menyanggah terkait tuduhan mengirim mata-mata. Disebukan bahwa di sekitar memang ada kamp tantara Nato di mana di sana memang ada tantara Italia.

Asumsinya, sosok itu inisiatif merekam untuk dirinya sendiri, tidak ada kaitannya dengan Timnas Italia. Meski insiden ini tidak terlalu serius, namun kabar ini menjadi perhatian yang tentu bisa saja mengejutkan dalam suasana Timnas Italia.

4. Menu Pasta

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, menyampaikan kekecewaan dan kesedihannya dalam konferensi pers setelah Gli Azzurri kalah dan untuk ketiga kalinya secara beruntun tidak akan tampil di Piala Dunia.

Gennaro Gattuso kemudian menyebut bahwa "kesalahan" memberikan menu pasta kepada pemain sebelum pertandingan. Permainan Italia yang tidak reaktif bahkan terlihat lambat, dia kaitkan dengan menu pasta yang diberikan kepada pemainnya.

Gennaro Gattuso tidak mengatakan lebih spesifik lagi apakah menu itu memang diberikan oleh staf logistik Italia. Isu pasta ini hanya sekilas disampaikan Gattuso. Ada yang menilai itu sebagai perumpamaan dari kekecewaannya dan juga ada yang menilai sebagai hanya alasan Gattuso. Bagaimana pun isu pasta menjadi kontroversi yang juga meramaikan setelah kegagalan Italia ke Piala Dunia 2026.

5. Perayaan yang Meremehkan Bosnia

Ya, ini juga menjadi kontroversi meski terjadi setelah kemenangan Italia lawan Irlandia Utara dan kemenangan Bosnia atas Wales. Beberapa pemain Italia seperti Guglielmo Vicario dan Federico Dimarco mendapatkan kritik setelah keduanya terekam merayakan kemenangan penalti Bosnia atas Wales.

Mereka tampak lega bahkan memperlihatkan kepercayaan diri yang tinggi setelah mengetahui bahwa yang mereka hadapi adalah Bosnia, bukan Wales. Sikap mereka kemudian viral di media sosial dengan penilaian bahwa Italia lebih memilih Bosnia ketimbang Wales.

Bahkan, kapten dan bintang Timnas Bosnia, Edin Dzeko, ikut memberikan komentar dalam konferensi pers tentang isiden tersebut. "Jika mereka lebih suka menghindari Wales, tentu ada yang salah dengan mereka (pemain Italia)," kata Edin Dzeko.

Fakta bahwa isu ini sempat mengganggu dapat dilihat dari pemain Italia, Federico Dimarco, yang akhirnya memberikan klarifikasi. Dia menyatakan itu tidak bermaksud tidak menghormati Bosnia terkait perayaan tersebut. Bagi Bosnia, sikap pemain Italia tersebut bisa jadi membuat mereka semakin termotivasi untuk menjawab sikap para pemain Italia.