TVRINews – London, Inggris

Max Dowman dinilai layak diberi kesempatan memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Kemunculan Max Dowman bersama Arsenal musim ini memantik diskusi panjang mengenai kelayakannya masuk ke dalam skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026. Ada yang menganggap ia masih terlalu muda untuk disertakan dalam tim besutan Thomas Tuchel, namun ada pula yang menilai bakat pemain berusia 16 tahun itu sayang untuk dilewatkan.

Max Dowman mencuri perhatian penggemar saat tampil membela Arsenal melawan Everton dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris pada 15 Maret 2026. Turun sebagai pemain pengganti, ia mampu mencetak gol dengan cara yang sensasional. Torehan itu membuatnya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Performa impresif Max Dowman itu ditunjukkan sebelum Inggris menjalani uji coba internasional melawan Urugai dan Jepang. Banyak yang berharap Tuchel mau memanggilnya agar bisa merasakan bersaing di level lebih tinggi. Namun, juru taktik asal Jerman itu memilih untuk mencoba pemain yang lain.

Jack Wilshere yang pernah menjadi pelatih Dowman di tim usia muda Arsenal mendesak Tuchel untuk mencontoh Timnas Spanyol di EURO 2024. Pelatih Luis de la Fuente menyertakan Lamine Yamal yang masih berusia 16 tahun ke dalam skuad.

Pemain asal klub Barcelona itu membayar kepercayaan yang diberikan dengan performa impresif. La Roja, julukan Spanyol, keluar sebagai juara, dan ia terpilih sebagai pemain muda terbaik EURO 2024.

Namun, situasi berbeda dialami oleh Dowman. Ia menjadi bagian dari Inggris yang kultur sepak bolanya cenderung membiarkan pemain muda banyak bermain di level usianya terlebih dulu sebelum masuk ke tim senior.

"Satu-satunya yang ingin saya katakan adalah, Spanyol pasti akan menerimanya. Itulah yang saya pikirkan. Terkadang di Inggris kita punya cara untuk membangun bakat pemain tetapi kemudian melindunginya," kata Wilshere, dikutip dari Goal, Minggu (5/4/2026).

Pemikiran seperti itu yang menurut Wilshere mesti diubah dari sepak bola Inggris. Para pemain muda layak diberi kesempatan mencicipi kerasnya persaingan di level tertinggi. Andai pun nantinya tidak banyak menit bermain, tapi mereka bisa mendapat pengalaman.

Pendapat Wilshere ini berbeda dengan dua mantan pemain Inggris lainnya, Michael Owen dan Theo Walcott. Mereka menilai terlalu dini mengikutsertakan Dowman ke dalam skuad asuhan Thomas Tuchel.

Menurut Owen, untuk dapat masuk ke skuad Inggris di Piala Dunia 2026, Dowman harus memberi bukti terlebih dulu dengan menjadi starter di setiap laga Arsenal musim ini. Posisinya sebagai penyerang sayap sangat vital dalam sepak bola sekarang, sehingga akan jadi perjudian jika Tuchel membawanya ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Pada dasarnya, ia harus menjadi starter di hampir setiap pertandingan mulai sekarang hingga akhir musim dan tampil luar biasa di setiap kesempatan agar Anda dapat membenarkan ia masuk dalam skuad," kata Owen.

Sementara Walcott lebih menyoroti kesiapan mental Dowman jika ikut ke Piala Dunia 2026. Ia merujuk kepada pengalaman sendiri ketika dibawa pelatih Sven-Goran Eriksson ke Piala Dunia 2006 saat usia masih 17 tahun.

"Saya harap ia tidak pergi. Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan mengubah banyak hal. Ia perlu berkembang dengan kecepatannya sendiri, terutama dari sisi emosional karena ia masih muda," ujarnya.