Gustav Lundgren harus mengubur impiannya untuk memperkuat Swedia di Piala Dunia 2026 karena mengalami cedera parah. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Stockholm, Swedia
Kehilangan Lundgren menjadi pukulan telak bagi skema taktik Graham Potter di sisi sayap serangan.
Kurang dari sepekan setelah menjadi aktor kunci keberhasilan Swedia melangkah ke Piala Dunia 2026, mimpi Gustav Lundgren untuk tampil di putaran final kini hancur berkeping-keping. Pemain sayap andalan tersebut mengalami cedera robek tendon Achilles saat melakukan pemanasan jelang laga perdana liga pada Senin (6/4/2026).
Padahal, aksi impresif Lundgren dari sisi kanan serta penetrasinya ke kotak penalti adalah kunci terciptanya gol kemenangan Viktor Gyokeres pada menit ke-88 saat Swedia menekuk Polandia 3-2 pada final play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa. Alih-alih bersiap menghadapi Tunisia, Belanda, dan Jepang di babak Grup F, ia kini harus berhadapan dengan meja operasi dan masa rehabilitasi yang panjang.
"Saya masih merasa sedikit syok. Saya belum benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi atau apa dampaknya bagi saya ke depan," kata Lundgren kepada awak media saat meninggalkan stadion dengan bantuan kruk dikutip Reuters.
Lundgren tampak sangat terpukul karena sadar kalau cedera di area tendon Achilles merupakan salah satu yang paling ditakuti oleh atlet profesional. "Segalanya menunjukkan bahwa tendon Achilles saya telah pecah. Itu akan memakan waktu absen yang cukup lama, dan musim ini bisa dibilang sudah berakhir bagi saya," tuturnya dengan nada getir.
Kisah karier pesepak bola berusia 30 tahun tersebut sebenarnya tergolong unik karena merupakan tipe pemain yang baru bersinar di usia matang. Bayangkan saja, pilar GAIS ini masih berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Swedia pada 2022 silam.
Sangat sedikit orang yang berani memprediksi Lundgren akan mendapatkan panggilan ke skuad Swedia asuhan Graham Potter hanya dalam waktu tiga tahun kemudian. Lonjakan karier yang begitu pesat tersebut kini harus terhenti secara tragis tepat sebelum ia mencapai puncak impian tertingginya.
Kekecewaan mendalam sangat terpancar dari raut wajahnya saat Lundgren berbicara kepada wartawan di Gothenburg setelah laga perdana klubnya. Di saat rekan-rekannya bertanding melawan Djurgarden, ia justru harus menerima kenyataan karena hanya bisa menjadi penonton akibat insiden saat pemanasan tersebut.
Lundgren mengaku bisa menembus skuad Swedia untuk turnamen sebesar Piala Dunia 2026 bukan sesuatu yang dianggap remeh. Ia telah bekerja keras sepanjang musim untuk membuktikan kualitasnya di hadapan Graham Potter demi mengamankan satu tempat di pesawat menuju Amerika Utara.
"Berada di skuad Piala Dunia bukanlah sesuatu yang saya anggap pasti ... namun sangat menyedihkan karena saya tidak bisa memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk berada di sana," ucapnya dengan penuh penyesalan.
Kini Lundgren memerlukan waktu untuk memproses musibah yang menimpa karier internasionalnya di saat momentum sedang berpihak kepadanya. Ia menyadari proses penerimaan terhadap situasi ini akan menjadi perjalanan mental yang jauh lebih berat daripada pemulihan fisiknya sendiri.
"Mungkin butuh beberapa hari bagi saya untuk benar-benar mengerti apa yang telah terjadi," katanya menutup pembicaraan dengan awak media.
Kehilangan Lundgren merupakan kerugian besar bagi Graham Potter yang harus segera mencari alternatif lain di sisi sayap serangan Swedia. Absennya pemain GAIS tersebut dipastikan mengubah sedikit skema taktis yang telah dipersiapkan sang pelatih untuk menghadapi persaingan ketat babak grup Piala Dunia 2026.