Salah satu kereta komuter milik Massachusetts Bay Transportation Authority (MBTA) di Boston, Amerika Serikat, yang akan sibuk mengantar penonton Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – London, Inggris
Para penggemar Inggris kesal setelah tarif kereta api naik empat kali lipat daripada biasanya untuk perjalanan ke Boston saat pertandingan Piala Dunia melawan Gana.
Tim nasional sepak bola Inggris akan memulai kampanye di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di Grup L di Arlington, Texas, Amerika Serikat (AS), pada 17 Juni mendatang.
Setelah itu, pasukan pimpinan pelatih Thomas Tuchel itu akan menghadapi Gana di Stadion Gillette di Foxborough pada 23 Juni. Tetapi, fans Inggris jauh dari kata senang menyusul melambungnya harga tiket kereta dari Boston menuju ke stadion tersebut.
Otoritas Transportasi Teluk Massachusetts (MBTA) telah mengonfirmasi kepada fans bila tiket pergi-pulang dari South Station Boston ke Foxborough dibanderol 80 dolar AS (sekitar Rp1,36 juta).
Grup penggemar Inggris, Free Lions, mengatakan mereka sangat kecewa dengan berita tersebut mengingat tarif dengan jarak yang sama biasanya hanya 20 dolar AS (Rp340 ribu).
Dalam pernyataannya grup tersebut mengatakan: “Layanan kereta api seharga 80 dolar AS dari South Station Boston ke Foxborough telah dikonfirmasi.
“Mengingat harga tiket di hari-hari biasa yang hanya 20 dolar AS, kami tentu sangat kecewa hal ini dibiarkan terjadi.
“Untuk stadion yang begitu jauh dari lokasi yang diiklankan, semua penyelenggara memiliki kewajiban untuk memastikan pendukung dapat sampai ke sana secara berkelanjutan dan dengan harga yang wajar.
“Sayangnya, seperti banyak hal dalam turnamen ini, justru pendukung tim yang diperas habis-habisan.”
Sejumlah penggemar Inggris menggambarkan berita itu sebagai “sickening” (mengerikan) dan salah satu dari mereka menuduh para pejabat melakukan “disasterclass” (pelaksanaan yang buruk).
“Sungguh menjijikkan mereka bisa lolos begitu saja,” kata yang lain. “Ini gila, keji!” ucap seorang penggemar lainnya.
Sebelumnya memang sudah ada kontroversi mengenai Stadion Gillette ini setelah pejabat setempat menuntut dana keamanan sebesar 8 juta dolar AS (Rp136 miliar).
Mereka bahkan mengancam akan menolak izin stadion untuk menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia sebelum akhirnya miliarder Robert Kraft memberikan uang tersebut.
Stadion Gillette terletak di kota Foxborough Massachusetts, berada sekitar 27 mil (43,5 km) sebelah selatan Boston. Sudah ditetapkan bila kereta MBTA Boston Stadium akan melayani transportasi untuk fans menuju dan dari stadion di setiap laga Piala Dunia.
Selain pertandingan Inggris melawan Gana, Stadion Gillette juga akan menggelar laga Skotlandia di Grup C masing-masing melawan Maroko dan Haiti.
Piala Dunia Termahal untuk Pelancong
Piala Dunia 2026 atau edisi ke-23 ini diyakini akan menjadi yang termahal dalam sejarah bagi para penggemar dari luar tiga negara tuan rumah: AS, Kanada, dan Meksiko.
Pendukung Inggris harus mengeluarkan setidaknya 526 poundsterling (Rp12,03 juta) untuk menghadiri setiap pertandingan grup – dengan tiket termahal seharga 523 poundsterling (Rp11,96 juta) untuk pertandingan pembuka melawan Kroasia.
Tiket untuk final akan berharga hingga 8.333 poundsterling (Rp190,6 juta) dan diperkirakan penggemar Inggris harus membayar lebih dari 5 ribu poundsterling (Rp114,36 juta) untuk mengikuti tim di turnamen ini jika mereka melaju hingga ke final.
Salah seorang penggemar berat Inggris, Andy Milne, mengungkapkan dirinya terpaksa menjual salah satu dari dua rumahnya untuk membiayai perjalanannya selama tujuh pekan menonton Piala Dunia.
Mantan guru berusia 62 tahun ini telah menjadi salah satu penggemar paling terkenal setelah mendapatkan publisitas luar biasa pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Ia memutuskan untuk menjual rumah keduanya di Northwich, Cheshire, seharga 350 ribu poundsterling (Rp8 miliar lebih) untuk membantu membiayai perjalanannya.
“Saya benar-benar ingin menonton seluruh turnamen. Saya akan pergi ke AS pada tanggal 3 Juni dan akan berada di sana selama tujuh minggu. Jadi itu akan menghabiskan banyak uang,” ujar Milne kepada Mirror.
“Saya selalu mencoba melakukan hal-hal dengan murah jika memungkinkan. Saya akan menumpang menginap di rumah orang lain jika memungkinkan. Namun saya beruntung karena memiliki teman di Meksiko, Dallas (AS), dan Vancouver (Kanada).
“Biaya perjalanan mahal. Saya membeli tiket penerbangan internasional lebih awal karena Anda dapat mengubahnya bahkan jika waktu keberangkatan berubah 10 menit.”