TVRINews - Madrid, Spanyol

Eduardo Camavinga terancam tidak masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.

Eduardo Camavinga masih memiliki empat pertandingan untuk membuka kemungkinannya bermain di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis. Pertama adalah duel El Clasico lawan Barcelona, lalu lawan Oviedo, Sevilla, dan terakhir lawan Athletic Bilbao. Empat laga tersebut yang bisa mengubah situasinya di Les Bleus asuhan Didier Deschamps.

Belakangan ini memang muncul kabar bahwa gelandang bertahan berusia 23 tahun tersebut dalam posisi yang sangat sulit untuk masuk skuad Prancis. Pers Prancis, Telefoot, dalam pemberitaannya menyatakan bahwa Eduardo Camavinga ada di urutan terakhir dalam daftar prioritas Didier Deschamps untuk posisi gelandang.

"Jika Didier Deschamps hanya membawa lima gelandang karena ingin memberikan jumlah penyerang lebih banyak, Eduardo Camavinga sudah dapat diprediksi dia akan tersingkir," demikian analisis dari Telefoot, Minggu (4/5/2026) lalu. Saat ini ada lima pemain yang berada di atasnya dalam urutan prioritas. Mereka adalah Aurelien Tchouameni, Warren Zaire-Emery, Adrien Rabiot, Manu Kone, dan N’Golo Kante.

Karena itu, Eduardo Camavinga harus mengubah daftar hierarki tersebut atau berharap Didier Deschamps membawa satu gelandang tambahan dari yang diperkirakan saat ini. Peluang tersebut juga masih ada jika salah satu dari lima gelandang prioritas tersebut mengalami cedera.

Meskipun skuad diperkirakan akan bertambah menjadi 26 pemain namun itu juga tidak menjadi jaminan dia akan otomatis masuk skuad Timnas Prancis. Persaingan untuk memperebutkan tempat tetap ketat, dan konsistensi seringkali menjadi faktor penentu di level ini.

Faktor itulah yang sepanjang musim ini tidak dimiliki Eduardo Camavinga di klubnya, Real Madrid. Bahkan, musim 2025-2026 ini bisa berakhir dengan situasi yang tidak baik bagi pemain berusia 23 tahun tersebut. Salah satu yang belakangan paling disorot adalah kartu merah yang dia terima di laga perempat final Liga Champions 2025-2026 lawan Bayern Munchen.

Pada pertandingan kedua perempat final, Eduardo Camavinga memang mendapat kartu merah di menit ke-86 setelah masuk sebagai pemain cadangan di menit ke-62. Bintang yang telah bermain dalam 29 laga untuk Les Bleus dinilai telah membuang-buang waktu di momen tendangan bebas.

Kartu merah tersebut membuat Real Madrid kehilangan satu pemain. Padahal, Los Blancos dalam posisi untuk mengejar agregate untuk lolos ke semifinal. Real Madrid pun akhirnya kalah 3-4 yang membuat mereka tersingkir dari ajang ini. Los Blancos pun tidak memiliki lagi peluang di Liga Spanyol 2025-2026.

Sepanjang musim ini, dia telah bermain dalam 39 pertandingan di semua ajang dengan total 2.013 menit. Namun, jumlah tersebut hanya membuatnya ada di urutan ke-11 dalam skuad dalam hal menit bermain.

Jumlah tersebut sebenarnya cukup baginya sebagai pemain yang mendapatkan kepercayaan di Real Madrid. Namun, menurut pers Spanyol, As, dia belum memenuhi harapan. Dia kehilangan tempat di antaranya karena Thiago Pitarch, pemain muda berusia 18 tahun.

Situasi sulitnya di Timnas Prancis dapat dilihat dari dua laga terakhir Timnas Prancis pada akhir Maret 2026 lalu. Eduardo Camavinga memang masuk skuad namun dia hanya diturunkan dalam 27 menit saat menghadapi Kolombia. Sedangkan di laga sebelumnya lawan Brasil, Eduardo Camavinga hanya cadangan yang tidak diturunkan.

Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Eduardo Camavinga hanya bermain dalam 95 menit dari kemungkinan 540 menit. Situasi tersebut juga tidak terlepas dari cedera pergelangan kakinya yang membuatnya absen di laga lawan Ukraina dan Islandia. Melihat situasi tersebut, kemungkinan Eduardo Camavinga tidak masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026 memang bisa terjadi.