TVRINews - Munchen, Jerman

Andreas Brehme mencetak penalti yang menentukan Jerman Barat sebagai juara Piala Dunia 1990.

Sukses Jerman Barat juara Piala Dunia 1990 tidak dapat terpisahkan dari sosok bernama Andreas Brehme, pemain yang di antara rekan setimnya dipanggil dengan nama "Andy". Andreas Brehme yang meninggal pada Februari 2024 silam dikenang sebagai bintang yang menjadi kunci sukses Jerman Barat juara dalam Piala Dunia yang digelar di Italia saat itu.

Penalti Andreas Brehme ke gawang Argentina dalam final Piala Dunia 1990 adalah penalti yang luar biasa karena di antara para bintang Jerman Barat yang tampil dalam final tersebut, tidak ada yang berani mengambil penalti kecuali dirinya. Momen itu terjadi pada 8 Juli 1990 di Stadion Olimpico, Roma (Italia).

Pelatih Jerman Barat, Franz Beckenbauer, menggunakan pola 5-3-2 dengan menempatkan Andreas Brehme sebagai bek sayap kiri dan Thomas Berthold sebagai bek sayap kanan. Klaus Augenthaler sebagai sweeper atau libero dengan Guido Buchwald dan Jurgen Kohler sebagai bek tengah.

Sedangkan Lothar Matthaus, Thomas Haesler, dan Pierre Littbarski sebagai trio lini tengah. Franz Beckenbauer menempatkan Jurgen Klinsmann dan Rudi Voller sebagai duet lini depan. Ini merupakan skema yang terdiri dari lima bintang Liga Italia, yaitu Andreas Brehme, Lothar Matthaus, dan Jurgen Klinsmann (Inter Milan) serta Rudi Voller dan Thomas Berthold (AS Roma).

Franz Beckenbauer memberikan tugas kepada Guido Buchwald untuk menjaga pergerakan Diego Maradona. Strategi ini berhasil, termasuk membuat kapten Lothar Matthaus mendapatkan kebebasan dalam memaksimalkan kemampuannya. Hingga momen penalti itu pun terjadi, di menit ke-85. Berawal dari aksi Lothar Matthaus yang memberikan umpan ke kanan ke jantung pertahanan Argentina.

Rudi Voller mengejar bola tersebut dengan dibayangi pemain belakang Argentina bernomor 17, Roberto Sensini. Rudi Voller menguasai bola tersebut sedangkan Roberto Sensini menempel pergerakannya. Saat itulah, Rudi Voller terjatuh.

Wasit pemimpin pertandingan yang berasal dari Meksiko, Edgardo Codesal, langsung memutuskan sebagai penalti untuk Jerman Barat. Meski Diego Maradona dan kawan-kawan protes, tapi keputusan tidak berubah. Yang menjadi perhatian saat itu, Andreas Brehme justru yang maju ke depan sebagai eksekutor untuk mengambil penalti tersebut.

"Kami sebenarnya tidak pernah punya pilihan siapa penendang penalti utama. Ada saya, Rudi Voller, dan Lothar Matthaus, dan kami biasanya bertindak spontan tergantung siapa yang merasa paling nyaman untuk mengambilnya. Lothar Matthaus tidak menyukainya. Saya tidak keberatan siapa yang mengambilnya, jadi saya menawarkan diri. Mungkin ini akan mengejutkan orang, tetapi saya sama sekali tidak gugup melakukannya," kata Andreas Brehme, kepada FourFourTwo pada Desember 2022 silam.

Dengan kaki kanan, Andreas Brehme melepaskan tembakan ke sisi kanan kiper Argentina, Sergio Goycochea, yang tampak berhasil menerka arah bola. Namun jangkauannya tidak sampai. Bola tembakan Andreas Brehme bahkan nyaris membentur tiang. Artinya, bola tersebut tipis melewati tiang sisi kanan Argentina.

Lothar Matthaus menolak mengambil penalti tersebut karena dia tidak percaya diri setelah di babak pertama mengganti sepatunya. Dengan situasi tersebut, dia merasa tidak percaya diri.

Sementara itu, Rudi Voller juga menolak untuk mengambil penalti. Dia meyakini bahwa sebagai pemain yang dijatuhkan atau yang menjadi penyebab penalti, biasanya tidak mengambil penalti. Dalam situasi itulah, Andreas Brehme kemudian maju ke depan untuk mengambil penalti tersebut.

Dalam tim Jerman Barat saat itu, Lothar Matthaus adalah penembak pertama, Rudi Voller penembak penalti kedua, sedangkan Andreas Brehme adalah penembak penalti ketiga. Namun, ketika dua penembak pertama menolak, Andreas Brehme yang maju ke depan. Dia menembak dan gol.

Lothar Matthaus kemudian menyatakan kepada AP pada 2024 lalu, dirinya tidak percaya diri karena telah mengganti sepatunya. Lothar Matthaus mengakui bahwa sepatu yang dia kenakan di babak kedua terlalu besar.

"Itu adalah keputusan pintar untuk membiarkan Andreas Brehme mengambil penalti," kata Lothar Matthaus. Yang juga menarik, Andreas Brehme melakukan tembakan penalti tersebut dengan kaki kanannya padahal dia pemain yang memiliki kaki kiri lebih hidup. Tapi, Andreas Brehme menyatakan bahwa saat itu dia tidak tahu kaki mana yang lebih kuat.

"Sejujurnya, saya tidak tahu kaki mana yang lebih kuat," kata Andreas Brehme lagi. Bahkan, dengan nada enteng dalam pertemuan dengan Fourfourtwo, dia mengatakan, "Itu hanya penalti."

"Anda tidak dapat melatih menembak penalti agar menjadi penembak penalti yang hebat. Franz Beckenbauer sering mengatakan agar kami berlatih menembak penalti, tapi saya katakan itu tidak mungkin karena kami akan mengambilnya di hadapan sekitar 60 ribu fan, itu sangat berbeda," kata Andreas Brehme lagi.

Dalam wawancara dengan FIFA pada 2017 silam, Andreas Brehme menilai yang penting adalah penalti itu masuk ke gawang. "Seseorang harus maju ke depan dan mengambilnya. Dan, bagi kami, itu hanyalah soal siapa yang merasa percaya diri," katanya. Tidak semua pemain berani menembak penalti. Namun, untuk keberhasilan Andreas Brehme, kepercayaan itu tidak begitu saja datang dengan sendirinya.

Sudah Berperan di Awal Turnamen

Kepercayaan itu sudah terbangun sejak awal-awal Piala Dunia 1990 ini. Faktanya, bukan hanya dalam laga final Andreas Brehme berperan melainkan sudah sejak di fase grup Piala Dunia 1990 ini. Dalam laga pertama fase grup lawan Yugoslavia, Andreas Brehme memberikan dua asis dalam kemenangan 4-1.

Perannya kembali terlihat di pertandingan kedua fase grup menghadapi Uni Emirates Arab di mana dia memberikan satu asis. Di laga ketiga, Andreas Brehme tidak dapat bermain dalam laga lawan Kolombia karena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, Jerman Barat berhasil lolos ke fase knockout.

Di 16 besar, Andreas Brehme kembali berperan. Lawan Belanda, Andreas Brehme pencetak gol kedua Jerman yang membuat timnya unggul 2-0 di laga yang berakhir 2-1. Sementara di semifinal lawan Inggris, peran Andreas Brehme lewat tendangan bebas di menit ke-60 sebelum Inggris menyamakan kedudukan melalui gol Gary Linker.

Laga ini kemudian ditentukan lewat adu penalti. Dan, Andreas Brehme adalah pemain pertama yang tampil sebagai eksekutor Jerman dalam kemenangan adu penalti 5-4. Hingga kemudian mentalitas Andreas Brehme yang sangat kuat menjadi kunci sukses Jerman di final Piala Dunia 1990. Jika ada yang membuatnya mampu menghadapi tekanan di menit ke-85 sebagai penembak penalti, seperti kata Andreas Brehme: "Itu hanya penalti".