TVRINews – Inglewood, Amerika Serikat

Penyerang sensasional asal Spanyol Lamine Yamal menyamai rekor Ja-Jay Okocha di Piala Dunia, setelah timnya menyingkirkan Austria di babak 32 besar.

Lamine Yamal berhasil membantu Tim Nasional Spanyol untuk memastikan tiket 16 besar Piala Dunia 2026, setelah mengalahkan Austria dengan skor meyakinkan, 3-0, di babak 32 besar. 

Yamal, yang akhirnya terpilih sebagai Man of the Match pada pertandingan yang digelar di Los Angeles Stadium, Inglewood, Amerika Serikat (AS), Jumat (03/07/2026) pagi WIB itu, bermain selama 85 menit untuk kemudian digantikan rekan seklubnya di FC Barcelona, Gavi. 

Menurut statistik Opta, Yamal kini mencatatkan rata-rata 12 dribel sukses per 90 menit dalam turnamen ini. Angka rata-rata tersebut persis sama dengan yang dicatatkan Augustine Azuka “Jay-Jay” Okocha untuk Nigeria pada Piala Dunia FIFA 1998, dengan parameter para pemain yang tampil lebih dari 200 menit.

Saat melawan Austria, Yamal berhasil melakukan lima dribel sukses, sembari mencatatkan enam tembakan dan 14 sentuhan bola di area penalti lawan. 

Bahkan sebelum jeda babak pertama saja, Yamal telah menuntaskan tiga dribel sukses dan memukau para penggemar dengan tiga aksi nutmeg (mengolongkan bola di antara kaki lawan) saat Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan dengan nyaman.

Meskipun Yamal kini telah menyamai rata-rata statistik turnamen milik Okocha, ikon sepak bola Nigeria tersebut masih memegang salah satu rekor individu Piala Dunia paling legendaris yang pernah tercipta.

Mahakarya Tidak Terlupakan Okocha di Piala Dunia Masih Bertahan

Aksi dribel terbaik Okocha terjadi pada 5 Juli 1994, saat Nigeria menghadapi Italia di babak 16 besar di Stadion Foxboro, Amerika Serikat.

Okocha, yang saat itu berusia 21 tahun dan bermain gelandang Eintracht Frankfurt, harus menghadapi tim dengan pertahanan yang bisa dibilang paling tangguh di dunia sepak bola pada masa itu. 

Italia diperkuat oleh bintang-bintang seperti Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, dan Demetrio Albertini, namun Okocha berulang kali berhasil melewati mereka berkat kelincahan kaki, gerakan memutar yang tajam, tipuan tubuh, serta perubahan arah yang cerdik.

Pertandingan berlangsung selama 120 menit setelah berlanjut ke babak perpanjangan waktu, yang memberikan lebih banyak kesempatan bagi Okocha untuk membawa bola. Nigeria akhirnya kalah 2-1 setelah Roberto Baggio memimpin kebangkitan Italia, namun penampilan Okocha tercatat sebagai salah satu aksi individu terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

Saat Nigeria berupaya mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir, Okocha terus merangsek maju dari posisi yang dalam, berulang kali menantang para pemain bertahan lawan. 

Di akhir pertandingan, catatan resmi FIFA mencatat bahwa Okocha berhasil melakukan 15 aksi dribel sukses—jumlah terbanyak yang pernah dicatatkan oleh seorang pemain dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 1966.

Jadi, meskipun Yamal telah menyamai rata-rata dribel Okocha di turnamen tersebut, rekor luar biasa sang legenda Super Eagles dalam satu pertandingan itu tetap tak terpecahkan bahkan setelah lebih dari 30 tahun berlalu.